Tiga Luka di Kepala Terungkap, Polisi Selidiki Mayat Terbakar di Pos Ronda Demak

Satreskrim Polres Demak dibantu Polsek Kebonagung lakukan olah TKP untuk ungkap kasus dugaan perempuan yang dibakar di Pos Kamling jalan raya Mintreng Kebonagung. Foto : Humas Polres Demak
DEMAK (Jatengdaily.com)– Misteri penemuan mayat terbakar di sebuah pos ronda (bukan barak) Dukuh Wareng, Desa Mintreng, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, mulai menemukan titik terang. Polisi menemukan dugaan adanya tiga luka akibat benda tumpul pada bagian kepala korban.
Jenazah tersebut pertama kali ditemukan warga pada Senin (01/09/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, warga melihat kobaran api dari arah pos ronda. Karena penasaran, sejumlah warga mendekati lokasi untuk mengetahui benda yang sedang terbakar.
Kasi Humas Polres Demak Iptu Rudi Tri Sayoga mengatakan, keberadaan jenazah baru diketahui setelah warga mendekati sumber api. Sebelumnya, warga hanya melihat adanya sesuatu yang terbakar di dalam pos ronda tersebut.
“Ada masyarakat yang keluar melihat di pos ronda itu ada yang terbakar. Ada api. Terus karena merasa penasaran didekati, apa yang terbakar itu, ternyata setelah didekati ternyata ada mayat,” ujar Rudi kepada wartawan, Selasa (01/09/2026).
Polisi kemudian memasang garis pengamanan dan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari petunjuk terkait peristiwa tersebut. Dari hasil visum luar yang dilakukan di RSUD Sultan Fatah Karangawen, ditemukan tiga luka yang diduga disebabkan benda tumpul pada bagian kepala korban. Selain itu, petugas juga mendapati arang di dalam lubang hidung.
Meski demikian, pemeriksaan awal belum menunjukkan adanya tanda kekerasan pada bagian alat kelamin korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan secara medis penyebab kematian korban.
Rudi mengatakan, berdasarkan temuan sementara, terdapat dugaan korban telah meninggal sebelum tubuhnya dibakar. Namun, identitas korban hingga kini masih belum diketahui. “Dugaan waktu terbakar itu setelah meninggal dunia. Sampai sekarang belum teridentifikasi,” imbuhnya.
Untuk mengungkap penyebab kematian secara lebih pasti, jenazah dibawa ke RSUD Sultan Fatah Karangawen untuk menjalani autopsi. “Karena ada dugaan kekerasan, untuk memastikan penyebab dan lain-lainnya ke RSUD Sultan Fatah untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Rudi.
Sejumlah saksi masih diminta keterangannya. Sementara ciri tubuh korban juga disebarkan  Polisi untuk mengungkap identitas mayat perempuan yang diperkirakan usia 20-30 tahun itu. rie-she
Share This Article
Exit mobile version