SENGGI PAPUA (Jatengdaily.com) – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP Undip) melaksanakan pengambilan sampel air baku dari Sungai Keerom dan Sungai Web di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, yang telah berlangsung pada Minggu (30/8/2026). Langkah strategis ini merupakan bagian dari pengumpulan data lapangan untuk mendukung kajian teknis Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kawasan Transmigrasi Senggi.
Perencanaan SPAM yang ideal memerlukan data terukur yang tidak hanya bergantung pada observasi visual sungai. Oleh karena itu, sampel air yang diambil secara presisi langsung dipisahkan, dikodekan, dan dikirim ke dua laboratorium berbeda di Jayapura untuk dianalisis lebih lanjut.
Perencanaan SPAM yang ideal memerlukan data terukur yang tidak bisa hanya mengandalkan observasi visual seperti warna, kejernihan, atau bau air semata. Sebab, pengujian mendalam diperlukan untuk merumuskan kebutuhan pengolahan, perlindungan sumber air, hingga perancangan teknis SPAM secara tepat.
Untuk menjaga keakuratan data, rangkaian kegiatan diawali dari penentuan titik lokasi, pengamatan kondisi lingkungan sekitar, hingga pengambilan air secara aman menggunakan wadah bantu. Sampel air kemudian dipindahkan ke jeriken steril, ditutup rapat, serta diberi kode identitas khusus sesuai lokasi asalnya di Sungai Keerom dan Sungai Web sebelum dikirim ke dua laboratorium di Jayapura.
Pengujian karakteristik air, yang mencakup parameter Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), tingkat pH, serta zat organik (KMnO₄), dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Kesda) Jayapura. Sementara itu, uji potensi kandungan logam berat seperti Merkuri (Hg), Timbal (Pb), dan Kadmium (Cd) diserahkan kepada BPOM Jayapura. Analisis terukur ini sangat penting untuk menentukan spesifikasi teknologi pengolahan air yang paling tepat sebelum sumber dikembangkan lebih lanjut dalam sistem penyediaan air minum.
Pendekatan teknis tersebut turut disinergikan dengan penggalian informasi langsung dari masyarakat setempat untuk memahami pola pemanfaatan air sehari-hari. Bagi masyarakat, ketersediaan sumber air yang cukup perlu diikuti dengan jaminan kualitas dan sistem pengelolaan yang sesuai. Karena itu, kegiatan pengambilan sampel ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa pengembangan infrastruktur air minum dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Budi, salah satu warga yang berdiskusi langsung dengan tim di lokasi, menyampaikan urgensi kualitas air bagi permukiman mereka. “Kalau untuk kebutuhan sehari-hari, sumber air di sini memang sangat penting. Tetapi kondisi air juga perlu diperhatikan, terutama untuk kebutuhan rumah tangga”, ungkapnya.
Selama menyusuri titik-titik sumber air di Distrik Senggi, tim juga didampingi oleh Gian, selaku perwakilan Polsek Senggi. Kehadiran pihak kepolisian ini sangat mendukung kelancaran seluruh proses pengambilan sampel di lapangan. Hasil laboratorium, observasi fisik, dan aspirasi warga nantinya akan dilebur menjadi satu kesatuan rekomendasi SPAM yang tepat sasaran.
Lebih dari sekadar infrastruktur, inisiatif penyediaan air bersih oleh Tim Ekspedisi Patriot Undip ini merupakan wujud nyata kontribusi institusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kajian ini mendukung pemenuhan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), percepatan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam membangun utilitas dasar, serta mewujudkan SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) untuk menciptakan kawasan transmigrasi yang inklusif, aman, dan tangguh di Tanah Papua. she


