SEMARANG ( Jatengdaily. Com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Universitas Semarang (USM), memberikan Pelatihan Pemetaan Potensi Industri Kreatif Berbasis Participatory Mapping di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, baru-baru ini.
Dalam kegiatannya, tim PkM USM yang diketuai Imam Rofi’i, S.T., M.T tersebut melibatkan perangkat kelurahan serta pelaku usaha industri kreatif sebagai peserta utama.
Menurut Imam Rofi’i, tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi industri kreatif di wilayahnya sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam proses pemetaan berbasis komunitas.
Pendekatan participatory mapping menjadi metode yang efektif dalam menggali potensi lokal secara lebih komprehensif.
”Masyarakat adalah pihak yang paling memahami kondisi wilayahnya. Dengan melibatkan mereka secara langsung, data yang dihasilkan akan lebih akurat dan kontekstual,” ujarnya.
Dia mengatakan, kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, dimulai dari sosialisasi mengenai konsep industri kreatif, pelatihan teknik pemetaan partisipatif, hingga praktik langsung di lapangan.
Peserta diajak untuk mengidentifikasi berbagai jenis usaha kreatif yang berkembang di wilayah Laweyan, seperti kerajinan, kuliner, dan jasa kreatif lain.
”Selain itu, kami juga melakukan pendampingan dalam proses pengolahan data hasil pemetaan. Data tersebut kemudian disusun menjadi database potensi industri kreatif serta direncanakan untuk dikembangkan menjadi buku profil wilayah yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi lokal,” katanya.
Dia berharap, melalui kegiatan tersebut masyarakat Kecamatan Laweyan khususnya Kelurahan Laweyan dan Kelurahan Sondakan dapat memiliki data yang lebih terstruktur terkait potensi industri kreatif, sehingga mampu mendorong pengembangan ekonomi lokal yang lebih terarah dan berkelanjutan.
”Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat serta penguatan sektor industri kreatif di tingkat lokal,” ungkapnya. St


