SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dalam upaya meningkatkan ketahanan keluarga dan memperkuat kesehatan mental masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Semarang (PkM USM) menyelenggarakan kegiatan dengan tema “Psikoedukasi Keberfungsian Keluarga: Menjaga Kesehatan Mental Keluarga di Era Digital” pada 28 Juli 2026 di Balai Kelurahan Lamper Lor.Kegiatan ini diikuti 50 peserta terdiri atas ketua Kelompok PKK tingkat RT dan RW di Kelurahan Lamper Lor.
Para peserta memiliki peran strategis sebagai penggerak masyarakat sehingga diharapkan dapat menjadi agen edukasi dalam membangun keluarga yang sehat secara psikologis di lingkungan masing-masing.
Tim Pkm USM terdiri atas Ketua Sri Widyawati, M.Si., Psikolog, Dr. Mulya Virgonita I.W, M.Si., Psikolog, dan Martha Kurnia Asih, S.Psi., M.Si.
Menurut Sri Widyawati, materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya keberfungsian keluarga sebagai fondasi utama dalam menjaga kesehatan mental seluruh anggota keluarga, terutama di era digital yang menghadirkan berbagai tantangan, seperti meningkatnya penggunaan gawai, paparan media sosial, perubahan pola komunikasi, serta potensi munculnya berbagai permasalahan psikologis.
Melalui kegiatan psikoedukasi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep keberfungsian keluarga, pentingnya komunikasi yang sehat, penguatan peran orang tua dalam pendampingan penggunaan media digital, serta strategi membangun hubungan keluarga yang hangat, suportif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
”Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat berbagi pengalaman serta mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan keluarga sehari-hari,” katanya.
Dia menambahkan, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam pembentukan karakter, kesehatan mental, serta kemampuan individu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas para pengurus PKK di tingkat RT dan RW menjadi langkah strategis agar pesan-pesan mengenai pentingnya kesehatan mental dapat diteruskan kepada masyarakat secara lebih luas.
”Kami berharap, melalui kegiatan ini para Ketua PKK mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh sekaligus menjadi motor penggerak dalam mengedukasi keluarga-keluarga di wilayah Kelurahan Lamper Lor mengenai pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, komunikatif, dan sehat secara mental di tengah perkembangan era digital,” ujarnya.
Dia mengatakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui edukasi berbasis ilmu psikologi.
”Kami berharap, sinergi antara akademisi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dapat terus terjalin untuk mewujudkan keluarga yang tangguh, sehat, dan sejahtera,” ungkapnya. St


