SEMARANG (Jatengdaily.com) – Shalat tarawih pertama Ramadan 1447 H di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (18/2/2026) malam, berlangsung khidmat.
Sejak waktu magrib, jemaah sudah memadati area masjid yang berada di Jalan Gajah Raya, Kota Semarang.
Pantauan di lokasi, ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kota Semarang dan sekitarnya berdatangan untuk mengikuti tarawih perdana. Sebagian jemaah tampak mengabadikan momen di sudut-sudut masjid yang dikenal dengan arsitekturnya yang megah.
“Saya dari kos ke sini memang lumayan jauh, tapi karena tarawih pertama, jadi penginnya ke MAJT,” ujar Sukma (22), salah satu jemaah.
Mahasiswa Universitas PGRI Semarang itu mengaku sengaja memilih MAJT karena tradisi salat tarawih satu malam satu juz Al-Qur’an. Menurutnya, hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri.
“Kalau MAJT kan tarawihnya satu juz, jadi rasanya bisa lebih afdal,” ungkapnya.
Sukma mengaku sudah dua Ramadan terakhir rutin bertarawih di MAJT. Ia biasa mengikuti salat tarawih 23 rakaat hingga selesai.
“Kalau di MAJT adem dan ramah untuk semua kalangan. Walaupun cukup lama, ada pembacaan Asmaul Husna setelah delapan rakaat, jadi bisa buat rehat sebentar,” tuturnya.
Selain tarawih, ia juga kerap mengikuti kajian sore yang digelar selama Ramadan di MAJT.
Tak hanya jemaah asal Kota Semarang, tarawih perdana juga diikuti warga luar kota. Mila (26), jemaah asal Kabupaten Grobogan, mengaku sengaja datang untuk merasakan suasana tarawih di MAJT.
“Dari Grobogan memang diniatkan ke sini untuk tarawih di MAJT. Sebelumnya belum pernah, jadi ini pertama kali,” katanya.
Ia mengaku tertarik dengan kemegahan arsitektur MAJT yang selama ini hanya ia ketahui dari cerita dan media sosial. Meski belum mengetahui adanya tradisi satu malam satu juz, Mila bertekad mengikuti tarawih hingga selesai.
“Biasanya di kampung saja. Tahun ini ingin mencoba di MAJT. Insya Allah maunya ikut full,” ujarnya.
Kepala Bagian Humas MAJT, Benny Arief Hidayat, mengatakan pada malam pertama Ramadan ini salat tarawih diimami oleh Kiai KH Ahmad Thoha dari Pekalongan. Ia menegaskan, tradisi satu malam satu juz tetap menjadi ciri khas MAJT sejak masjid tersebut berdiri.
“Tradisi satu malam satu juz ini insyaallah terus berlangsung. Bahkan nanti akan ada imam dari Masjid Sheikh Zayyed yang bergantian menjadi imam di MAJT,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, delapan rakaat pertama diisi dengan bacaan Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan jeda pembacaan Asmaul Husna, sebelum diteruskan hingga 20 rakaat dan ditutup dengan salat witir tiga rakaat.
Selain tarawih, MAJT juga menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan Ramadan. Di antaranya kajian selepas Subuh setiap hari, pengajian setelah Zuhur dengan mengulas kitab Nasaihul Ibad, serta khataman 30 juz oleh santri tahfidz setiap usai Asar.
“Menjelang berbuka puasa nanti juga ada talkshow Ramadan yang menghadirkan berbagai tokoh di Jawa Tengah,” pungkasnya. St
