SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang mendiseminasikan hasil penelitian dan program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sejumlah tim dosen.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Bahasa dan Budaya, Kampus Untag Semarang, kawasan Simpang Lima tersebut menampilkan tiga program unggulan.
Program-program ini menyasar transformasi ekonomi digital, penguatan literasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis media digital.
Salah satu paparan disampaikan oleh Prof. Dr. Honorata Ratnawati DP, S.E., M.M., melalui penelitian berjudul “Transformasi Ekonomi Gig dalam Sektor Logistik dan Peran Driver Online: Implikasi terhadap Ketenagakerjaan Formal dan Informal di Indonesia”.
Penelitian ini memperoleh hibah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui skema Riset dan Inovasi Indonesia Maju.
Penelitian tersebut mengkaji dinamika sumber daya manusia dalam ekosistem ekonomi gig, khususnya pengemudi daring (driver online), dengan mengambil sampel dari sejumlah kota di Jawa Tengah.
Kajian ini menyoroti perubahan pola kerja berbasis platform digital serta implikasinya terhadap kondisi ketenagakerjaan formal maupun informal di Indonesia.
Honorata menegaskan bahwa perkembangan ekonomi digital perlu diimbangi dengan perhatian terhadap aspek kemanusiaan dan perlindungan pekerja.
Menurutnya, kemajuan ekonomi digital tidak cukup diukur dari kecepatan algoritma dalam mendistribusikan pekerjaan, melainkan juga dari kemampuan menjaga martabat, keamanan, dan masa depan pekerja yang terlibat di dalamnya.
Paparan berikutnya disampaikan oleh Dinda Permata Puri, S.A.P., M.A.P., bersama tim melalui penelitian berjudul “Klasterisasi Kompetensi Literasi Digital pada UMKM di Semarang”.
Penelitian ini memperoleh pendanaan melalui program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026.
Hasil penelitian mengelompokkan kompetensi literasi digital pelaku UMKM di Semarang ke dalam tiga klaster. Sebanyak 10 persen responden berada pada kategori rendah, 53 persen kategori menengah, dan 37 persen kategori tinggi.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden telah memiliki kompetensi literasi digital pada tingkat menengah hingga tinggi. Bahkan, pelaku UMKM dalam kategori tinggi telah menunjukkan penguasaan keterampilan digital, termasuk kemampuan membuat konten untuk mendukung kegiatan usaha.
Hasil penelitian ini menjadi dasar untuk memahami kebutuhan penguatan kapasitas digital pelaku UMKM. Literasi digital tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, melainkan juga bagaimana teknologi dimanfaatkan secara efektif untuk promosi, komunikasi dengan pelanggan, dan pengembangan bisnis.
Sementara itu, tim Fakultas Bahasa dan Budaya yang diketuai Kristin Marwinda, S.S., M.S., memaparkan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “FROM TRASH TO TREASURE NARRATIVES: Pendampingan Pemberdayaan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dalam Kampanye Pemilahan Sampah Rumah Tangga melalui Digital Storytelling dan Media Sosial di Kelurahan Bandengan, Kabupaten Kendal”. Program ini juga memperoleh pendanaan BIMA Kemendiktisaintek tahun 2026.
Kegiatan tersebut berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah rumah tangga melalui pendekatan komunikasi digital yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Pelaksanaan program mencakup tiga kegiatan utama, yaitu pendampingan pembentukan sepuluh Rumah Pilah Sampah Percontohan, pelatihan dan pendampingan digital storytelling berbasis pengalaman nyata, serta pembentukan dan penguatan Duta Digital Lingkungan dari kalangan ibu rumah tangga.
Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk menerapkan pemilahan sampah sekaligus menyebarluaskan pengalaman dan praktik baik melalui cerita digital serta media sosial.
Ibu rumah tangga diharapkan menjadi penggerak kampanye lingkungan yang mampu memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dari lingkungan keluarga.
Ketiga program tersebut memperlihatkan kontribusi akademisi Untag Semarang dalam menghasilkan penelitian dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Isu perlindungan pekerja di tengah transformasi ekonomi digital, peningkatan kompetensi digital UMKM, serta pengelolaan sampah berbasis komunitas menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi.
Diseminasi ini sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan hasil kerja akademik agar dapat diketahui, dimanfaatkan, dan dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan terkait. St


