Undip Perkuat Riset Akuakultur Berkelanjutan, Prof Sapto Paparkan Smart Biomonitoring di iCoMB 2026

Peserta 3rd iCoMB 2026 yang berlangsung di Universiti Malaysia Terengganu, Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: dok

KUALA LUMPUR (Jatengdaily.com)– Dosen Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Drs. Sapto Purnomo Putro, MSi, PhD menjadi invited speaker dalam 3rd International Conference in Marine Biotechnology 2026 (iCoMB 2026) yang berlangsung di Universiti Malaysia Terengganu, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa dan Rabu (22–23/92026).

Prof. Sapto, yang juga merupakan Ketua Center of Marine Ecology and Biomonitoring for Sustainable Aquaculture (Ce-MEBSA) Undip, hadir dalam konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Institute of Climate Adaptation and Marine Biotechnology (ICAMB), Universiti Malaysia Terengganu (UMT).

Mengangkat tema “Advancing Marine Biotechnology for Ecosystems and Societal Well-Being”, konferensi tersebut menjadi forum bagi akademisi dan peneliti untuk membahas pengembangan bioteknologi kelautan dalam mendukung keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sapto memaparkan materi berjudul “Modern IMTA Systems for Ecosystem-Based Aquaculture: Integrating Smart Biomonitoring to Improve Productivity, Seafood Quality, and Environmental Resilience”.

Prof Sapto Purnomo Putro menjadi invited speaker dalam 3rd iCoMB 2026 di Universiti Malaysia Terengganu, Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: dok

Materi tersebut membahas pengembangan sistem budidaya laut berkelanjutan melalui pendekatan Ecosystem-Based Aquaculture (EBA), khususnya Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA). Sistem IMTA mengintegrasikan berbagai organisme dari tingkat trofik yang berbeda untuk mengoptimalkan pemanfaatan kembali nutrien sekaligus mengurangi dampak kegiatan budidaya terhadap lingkungan.

Prof. Sapto juga memperkenalkan pengembangan sistem modern 10D-IMTA yang dipadukan dengan teknologi Smart Biomonitoring bersama Erwin Adriono, ST, MT, Satriyo Adhy, S.Si., M.T, Dr. Muhammad Helmi, dan Imam Kadarisman, MSi (PT RAI).

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah Early Warning System–Simple Additive Weighting (EWS-2SWJ). Teknologi ini mengintegrasikan sejumlah parameter lingkungan, antara lain suhu, oksigen terlarut, salinitas, pH, nutrien, karakteristik sedimen, serta indikator biologis berupa struktur komunitas makrobentos.

Prof. Sapto Purnomo Putro. Foto: dok

Dalam pengembangan berikutnya, tim peneliti Undip juga tengah mengembangkan platform Aqualife-EWS-A2SWJ yang dikembangankan bersama Satrio Adhy, M.Kom dan Arsyad G. Saputro, S.Kom.

Menurut Prof. Sapto, integrasi infrastruktur IMTA modern, biomonitoring cerdas, indikator ekologi, dan perangkat lunak pendukung keputusan dapat membantu meningkatkan produktivitas budidaya, menjaga keamanan dan kualitas hasil laut, sekaligus mengurangi risiko ekologis.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan precision aquaculture dan produksi pangan biru (blue food) yang berkelanjutan, produktif, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Kehadiran Undip dalam iCoMB 2026 sekaligus memperkuat jejaring kerja sama akademik dan riset internasional di bidang bioteknologi kelautan. Dalam konferensi tersebut, Undip juga dipercaya menjadi bagian dari co-organizer bersama ICAMB UMT. she 

Share This Article
Exit mobile version