SEMARANG (Jatengdaily.com)– Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bersama Rumah Sakit (RS) Unimus resmi meluncurkan RS Unimus Cancer Care, Sabtu (17/10/2026). Layanan khusus penanganan kanker ini mengandalkan teknologi cryosurgery atau bedah beku sebagai salah satu metode minimal invasif untuk menangani tumor dan jaringan kanker.
Peluncuran tersebut berlangsung bersamaan dengan penyelenggaraan The 10th International Conference of the Asian Society of Cryosurgery (ASC-10) dan Council Transition Meeting di PO Hotel Semarang, pada 17–18 Oktober 2026. Konferensi internasional ini menghadirkan ratusan delegasi, klinisi, peneliti, dan profesor dari berbagai negara, termasuk Tiongkok dan Austria.
Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas diresmikannya layanan tersebut. Menurutnya, kehadiran RS Unimus Cancer Care diharapkan menjadi alternatif penanganan kanker sekaligus memberikan harapan baru bagi pasien.
“Alhamdulillah, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bersamaan dengan Konferensi Internasional The 10th Asian Society of Cryosurgery, Unimus meluncurkan RS Unimus Cancer Care. Ini merupakan pusat pengobatan kanker dengan teknologi cryosurgery,” ujarnya.
Prof Masrukhi menjelaskan, teknologi cryosurgery memungkinkan jaringan sasaran didinginkan hingga suhu sangat rendah, bahkan mencapai minus 180 derajat Celsius, untuk menghancurkan jaringan tumor atau kanker. Prosedur dilakukan dengan bantuan teknologi pencitraan dan panduan medis agar tindakan dapat diarahkan secara presisi.
Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi pilihan penanganan bagi pasien yang membutuhkan terapi kanker, dengan mempertimbangkan jenis kanker, kondisi pasien, serta rekomendasi dokter yang menangani.
“Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Pertama di Semarang, RS Unimus Siapkan Layanan Cryosurgery
Direktur RS Unimus, dr. M. Riza Setiawan, MOSH, mengatakan kehadiran layanan cryosurgery di RS Unimus menjadi langkah baru dalam pengembangan pelayanan kanker di Kota Semarang.
Menurutnya, rumah sakit telah mempersiapkan sumber daya manusia dan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan tindakan tersebut. Lima dokter telah diberangkatkan ke Tiongkok untuk mengikuti pelatihan dan lokakarya terkait teknologi cryosurgery.
“Ini memang pertama di Semarang. Insyaallah, untuk kasus pertama mungkin besok pagi akan ada tindakan yang ditayangkan secara langsung untuk kanker mamae. Ke depan juga sudah ada pasien-pasien yang menghubungi kami untuk dilakukan tindakan,” jelas Riza.
RS Unimus Cancer Care dikembangkan sebagai pusat penanganan kanker komprehensif dengan mengandalkan teknologi medis minimal invasif. Selain cryosurgery sebagai layanan unggulan, fasilitas yang disiapkan meliputi pembedahan laparoskopi dengan teknologi fluoresensi 4K ICG serta sistem navigasi pencitraan medis.
Pengembangan layanan ini diharapkan dapat mendukung tindakan yang lebih terarah, mengurangi trauma jaringan pada kasus yang sesuai, serta membantu proses pemulihan pasien. Namun, pemilihan metode pengobatan tetap disesuaikan dengan diagnosis, stadium penyakit, dan kondisi klinis masing-masing pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dr. dr. Mochamad Abdul Hakam, Sp.PD., FINASIM, mengapresiasi peluncuran RS Unimus Cancer Care. Ia menilai pengembangan teknologi dan inovasi layanan kesehatan tersebut berpotensi memperluas pilihan penanganan kanker bagi masyarakat.
Hakam menyebut kasus kanker masih menjadi tantangan kesehatan di Kota Semarang. Kanker payudara, kanker paru, dan kanker serviks termasuk jenis kanker yang menjadi perhatian dalam upaya penanganan penyakit tersebut.
“Dari apa yang tadi sudah disampaikan para pakar, mudah-mudahan ini membuka hubungan yang sangat bagus. Tahun depan, pada 2027, Pemerintah Kota Semarang akan berfokus pada pariwisata. Kami juga akan melakukan branding kesehatan. Salah satunya mungkin bisa dikhususkan di Rumah Sakit Unimus,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan komunitas medis internasional dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat pengembangan layanan kesehatan di Kota Semarang.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kanker masih menjadi persoalan kesehatan global yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
Muhammadiyah menyambut baik peluncuran RS Unimus Cancer Care sebagai bagian dari ikhtiar mengembangkan layanan kesehatan dan membantu pasien kanker memperoleh penanganan yang sesuai.
Dengan jaringan sekitar 130 rumah sakit yang dimiliki Muhammadiyah, pengembangan inovasi dan pertukaran pengetahuan diharapkan dapat memperkuat kontribusi persyarikatan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Hadir pula Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., bersama sejumlah pakar internasional yang menjadi pembicara dalam konferensi tersebut.
Di antara para pakar yang hadir adalah Prof. Dr. Nikolai N. Korpan, dokter dan ilmuwan yang berbasis di Wina, Austria; Prof. Xu Kecheng, pakar cryosurgery dari Guangzhou, Tiongkok; serta Prof. Yenni Thamrin, yang dikenal aktif dalam hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok.
Unimus Jadi Tuan Rumah Konferensi Cryosurgery Internasional
Penyelenggaraan ASC-10 menjadi momentum penting bagi Unimus dan RS Unimus untuk memperkuat kolaborasi di bidang teknologi penanganan kanker. Penunjukan sebagai tuan rumah juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan bagi para dokter, peneliti, dan tenaga kesehatan dari berbagai negara.
Rektor Unimus sekaligus Executive Chairman ASC-10, Prof. Masrukhi, menyatakan kesiapan institusinya untuk menyukseskan konferensi ilmiah internasional tersebut.
“Merupakan sebuah kehormatan besar bagi Unimus dan RS Unimus untuk dipercaya sebagai tuan rumah konferensi ilmiah bergengsi ASC ke-10. Penunjukan ini merefleksikan pengakuan global atas komitmen kami dalam memajukan teknologi kesehatan, khususnya penanganan kanker melalui metode cryosurgery yang presisi,” ujarnya.
Pada hari kedua konferensi, Minggu (18/10/2026), para delegasi dijadwalkan mengikuti sesi demonstrasi tindakan medis melalui tayangan langsung dari fasilitas RS Unimus ke ruang konferensi. Agenda tersebut mencakup prosedur krioablasi dan bedah intervensi tingkat lanjut.
Melalui peluncuran RS Unimus Cancer Care dan penyelenggaraan ASC-10, Unimus berharap dapat memperluas jejaring kolaborasi internasional, meningkatkan kapasitas tenaga medis, serta mendorong peningkatan mutu pelayanan kanker di Indonesia.
Kehadiran layanan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan pilihan penanganan kanker yang terus berkembang, dengan tetap mengutamakan ketepatan indikasi medis, keselamatan pasien, dan kebutuhan individual setiap penderita. she


