TEMANGGUNG (Jatengdaily.com)– Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas KUB Karang Seneng Temanggung melalui Integrated Liquid-Solid Processing Produk Gula Aren dan Social Media Marketing di KUB Karang Seneng, Kabupaten Temanggung, pada Sabtu (26/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas produk gula aren sekaligus memperkuat daya saing UMKM berbasis potensi lokal.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Wara Dyah Pita Rengga, S.T., M.T., didampingi anggota tim Prof. Dr.-Ing. Ir. Silviana, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. dan Anis Susanti, S.Pd., M.Pd., bersama tiga mahasiswa pendamping, yaitu Rahmat Agustian, Felia Ayu Raharjo, dan Abian Hilmi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dusun Karang Seneng, Ana Hidayat, serta Ketua RT, Bambang, bersama anggota KUB Karang Seneng.
Dalam sambutannya, Prof. Wara menyampaikan bahwa potensi gula aren di Kabupaten Temanggung sangat besar sehingga perlu didukung dengan penerapan teknologi pengolahan yang tepat agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki nilai tambah, dan semakin kompetitif di pasaran.
Pada sesi utama, peserta memperoleh pendampingan mengenai pemanfaatan teknologi dalam pengolahan produk gula aren.
Tim pengabdian terlebih dahulu memperkenalkan berbagai peralatan yang diserahkan kepada mitra, di antaranya oven dengan indikator suhu, alat kristalisasi gula semut, ayakan stainless steel dua ukuran, dan refraktometer sebagai alat untuk mengukur kualitas gula aren cair.
Selanjutnya, anggota KUB Karang Seneng mempraktikkan secara langsung penggunaan refraktometer untuk mengetahui kualitas gula aren cair.
Hasil pembacaan alat menunjukkan kualitas gula aren cair mencapai 100%, sehingga peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengendalian mutu sebagai bagian dari proses produksi yang berkualitas.
Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman baru mengenai proses produksi yang lebih efektif sehingga menghasilkan gula semut dengan ukuran yang seragam, kadar air sesuai standar, dan mutu produk yang lebih baik.
Selain pelatihan penggunaan peralatan, tim pengabdian juga menyerahkan seluruh peralatan pendukung kepada KUB Karang Seneng sebagai sarana untuk menunjang proses produksi.
Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengoptimalkan proses produksi, menjaga kualitas produk gula aren, serta mendukung peningkatan produktivitas usaha secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, peserta juga mendapatkan pelatihan social media marketing dan teknik packaging produk untuk pengiriman.
Dalam sesi ini, anggota KUB diberikan pemahaman mengenai strategi memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, mulai dari penyusunan konten yang menarik hingga cara menjangkau pasar yang lebih luas melalui berbagai platform digital.
Selain itu, peserta juga diajarkan teknik packaging yang tepat agar produk gula aren tetap aman dan higienis serta meminimalkan risiko kerusakan selama proses distribusi hingga diterima pelanggan.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu mengoptimalkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan nilai ekonomi produk gula aren lokal.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Anggota KUB Karang Seneng aktif mengikuti setiap sesi praktik, berdiskusi, serta mencoba secara langsung penggunaan peralatan yang diberikan.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari peserta karena materi yang diberikan dinilai sesuai dengan kebutuhan dalam pengembangan usaha gula aren.
Program pengabdian ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 melalui skema Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM).
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi dalam pengolahan produk gula aren.
Melalui program pengabdian ini, Tim Pengabdian Universitas Negeri Semarang berharap anggota KUB Karang Seneng mampu menerapkan teknologi pengolahan secara mandiri, menghasilkan produk gula aren yang semakin berkualitas, memperluas pemasaran melalui media digital, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.
Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan melalui Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. she


