SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang kembali memperkuat jejaring kemitraan strategis dengan pemerintah daerah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah.
Kerja sama ini difokuskan pada pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd. dan Rektor Untag Semarang, Prof. Dr. Drs. Suparjo, M.P., di Ruang Rapat Alamanda BPSDMD Provinsi Jawa Tengah pada Senin (29/6).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemberdayaan Desa Kepyar, Kabupaten Wonogiri, yang diinisiasi oleh BPSDMD Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah perguruan tinggi.
Selain Untag Semarang, kegiatan ini juga diikuti oleh Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang dan Universitas Wahid Hasyim sebagai mitra strategis dalam mendukung implementasi program pemberdayaan masyarakat.
Melalui kerja sama ini, Untag Semarang berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan, sekaligus mendukung peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat serta menghasilkan inovasi yang relevan untuk mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.
Rektor Untag Semarang, Prof. Dr. Drs. Suparjo, M.P., menegaskan bahwa kemitraan dengan BPSDMD Provinsi Jawa Tengah merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kontribusi aktif kampus dalam mendukung pembangunan masyarakat.
“Untag Semarang memiliki potensi akademik yang dapat disinergikan dalam program pemberdayaan masyarakat. Fakultas Teknologi Pertanian dapat memberikan edukasi mengenai pengelolaan potensi pertanian dan penguatan ketahanan pangan masyarakat.”
Sementara itu, Fakultas Teknik, khususnya Program Studi Teknik Sipil, memiliki kompetensi dalam memberikan edukasi serta penerapan konstruksi bangunan tahan gempa.
“Kami berharap keahlian yang dimiliki sivitas akademika Untag Semarang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kepyar serta mendukung terwujudnya desa yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Prof. Suparjo.
Menurutnya, kontribusi tersebut selaras dengan ruang lingkup kerja sama yang mencakup pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Melalui kolaborasi ini, Untag Semarang akan menghadirkan pendampingan berbasis keilmuan sesuai bidang keunggulan yang dimiliki, sehingga program pemberdayaan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menghasilkan solusi yang aplikatif, inovatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan dampak nyata, khususnya dalam mendukung Program Pemberdayaan Desa Kepyar, Kabupaten Wonogiri.
Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diyakini mampu menghadirkan solusi berbasis akademik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai modal utama pembangunan daerah.
Melalui kemitraan ini, Untag Semarang kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan mengedepankan semangat kolaborasi, inovasi, dan kebermanfaatan, Untag Semarang terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul secara akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan berkelanjutan di Jawa Tengah. St


