SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memberikan perhatian dan bantuan kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa di daerah asalnya.
Kepedulian tersebut diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak dalam membantu mahasiswa NTT yang tengah menempuh pendidikan di Jawa Tengah, termasuk di Kota Semarang.
Bantuan yang diberikan diharapkan mampu meringankan beban mahasiswa, khususnya mereka yang keluarganya turut terdampak bencana di kampung halaman.
Di tengah proses menempuh pendidikan, sejumlah mahasiswa harus menghadapi situasi yang tidak mudah. Jarak yang memisahkan mereka dari keluarga di daerah asal menambah kekhawatiran, terutama ketika keluarga mereka harus menghadapi dampak bencana alam.
Sebagai institusi pendidikan yang menjadi rumah bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, UNTAG Semarang turut memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.
Dukungan kepada mahasiswa tidak hanya diberikan dalam aspek akademik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan psikologis mahasiswa.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNTAG Semarang, Drs Harsoyo MSi menegaskan bahwa mahasiswa merupakan bagian dari keluarga besar kampus. Oleh karena itu, ketika mahasiswa menghadapi persoalan dan situasi sulit, kampus memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan dukungan.
UNTAG Semarang mendukung penuh langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memberikan perhatian kepada mahasiswa NTT terdampak gempa. Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga sosial, dan berbagai pihak menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dalam memastikan pendidikan mahasiswa tetap berjalan.
Bantuan yang diberikan tidak hanya dimaknai sebagai dukungan secara materiil, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian bahwa mahasiswa tidak menghadapi situasi sulit tersebut seorang diri.
Bagi UNTAG Semarang, kampus memiliki peran yang lebih luas dari sekadar menjadi tempat berlangsungnya proses perkuliahan. Kampus harus mampu menjadi ruang yang aman, inklusif, dan suportif bagi mahasiswa untuk bertumbuh dan menyelesaikan pendidikannya.
Melalui kolaborasi ini, UNTAG Semarang berharap mahasiswa asal NTT tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan masa depan, meskipun tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana yang menimpa daerah asal mereka.
Kepedulian terhadap mahasiswa merupakan bagian dari semangat nasionalis pancasilais yang terus dijaga di lingkungan UNTAG Semarang. Bahwa setiap mahasiswa, dari mana pun mereka berasal, merupakan bagian dari keluarga besar Kampus Merah Putih.
UNTAG Semarang terus berkomitmen untuk bertumbuh bersama mahasiswa dan memberikan dampak bagi Indonesia. St


