USM Gelar FGD Meaningful Participation, Rektor Dorong Roadmap Industri Hijau Jawa Tengah

Universitas Semarang (USM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Meaningful Participation dengan tema ''Central Java Green Industry Initiative: Developing the Roadmap for Sustainable Industrial Growth'' pada Rabu (12/8/2026) di Gedung Menara USM lantai 8, ruang teleconference. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) — Universitas Semarang (USM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Meaningful Participation dengan tema ”Central Java Green Industry Initiative: Developing the Roadmap for Sustainable Industrial Growth” pada Rabu (12/8/2026) di Gedung Menara USM lantai 8, ruang teleconference.

Kegiatan tersebut menjadi forum kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pembiayaan, asosiasi pelaku usaha, dan akademisi untuk membahas arah pengembangan industri hijau serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Jawa Tengah.

Kegiatan menghadirkan narasumber Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T, Wakil Ketua MPR RI Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H, Kepala Disperindag Jawa Tengah July Emmylia, S.E., M.M., Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro SE MM, serta Wakil Ketua Umum Bidang Investasi Kadin Jawa Tengah Ir. Ferry Firmawan, S.T., M.T., Ph.D.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Bapenda Jawa Tengah, Direktur Kawasan Industri Wijayakusuma, perwakilan Bank Indonesia dan Bank Jateng, Ketua BPD Jateng, asosiasi pelaku usaha, serta akademisi USM.

Dalam paparannya, Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T menekankan pentingnya penerapan prinsip green industry sejak tahap awal perencanaan kawasan industri.

Menurutnya, pengembangan industri perlu memperhatikan efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan limbah, teknologi, rantai pasok, hingga kualitas sumber daya manusia.

”Perguruan tinggi perlu menjadi bagian dari ekosistem industri melalui riset dan penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi dunia industri,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H mengatakan, FGD tersebut berlangsung produktif karena membahas sejumlah persoalan strategis, mulai dari investasi, pertumbuhan ekonomi, hingga kebutuhan energi, khususnya energi terbarukan.

”Diskusi ini sangat produktif. Kami membahas masalah investasi, pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Tengah, termasuk kebutuhan energi terutama energi terbarukan,” ujarnya.

Menurut Eddy, Jawa Tengah memiliki potensi besar, khususnya pada sektor manufaktur, infrastruktur energi, dan sumber daya manusia.

”Kami berharap, forum ini dapat menghasilkan kebijakan dan regulasi yang mampu mendorong produktivitas serta pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana USM Dr. Muhammad Junaidi, S.H.I., M.H mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penting untuk melihat bagaimana ekonomi hijau dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan industri.

”Kegiatan kali ini merupakan salah satu agenda terpenting bagi kita untuk melihat bagaimana ekonomi hijau itu kemudian tumbuh berkembang dengan perkembangan industri,” ungkapnya.

Menurut Junaidi, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang. Karena itu, kehadiran Wakil Ketua MPR RI dalam forum tersebut diharapkan dapat mendorong pembangunan nasional, khususnya melalui penguatan ekonomi hijau.

Melalui FGD Meaningful Participation itu, para pemangku kepentingan diharapkan dapat menghasilkan masukan dan gagasan yang menjadi bagian dari penyusunan Central Java Green Industry Roadmap.

”Kami berharap, roadmap ini mampu menjadi arah bersama dalam menentukan industri yang akan dikembangkan, teknologi yang perlu disiapkan, kebutuhan sumber daya manusia, serta investasi yang dapat mendorong pertumbuhan industri Jawa Tengah secara kompetitif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” tandasnya. St

Share This Article
Exit mobile version