SEMARANG (Jatengdaily.com)- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memperkuat daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Jawa Tengah. Dengan jumlah pelaku usaha yang telah mencapai lebih dari empat juta unit, sektor ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, akses permodalan harus terus diperluas agar pelaku usaha bisa berkembang dan naik kelas,” ujar Saleh di Kota Semarang.
Saleh menilai salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang terjangkau sehingga dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pelaku UMKM.
Menurutnya, keterbatasan modal masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha, terutama untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan mengembangkan usahanya.
“Skema KUR dengan bunga rendah perlu terus didorong karena sangat membantu UMKM dalam mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya pembiayaan yang tinggi,” kata Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.
Ia juga mendorong perbankan, termasuk Bank Jateng, untuk terus memperkuat dukungan terhadap sektor UMKM melalui berbagai program pembiayaan yang mudah diakses dan sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Hingga Maret 2026, Bank Jateng mencatat aset sebesar Rp93,97 triliun, dana pihak ketiga sebesar Rp75,80 triliun, dan penyaluran kredit mencapai Rp63,66 triliun. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Jateng berada pada level 22 persen.
Saleh menilai kondisi tersebut menjadi modal yang baik bagi perbankan daerah untuk memperluas pembiayaan produktif, khususnya kepada sektor UMKM yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian.
Ia menambahkan, penguatan akses permodalan perlu dibarengi dengan pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, serta penguatan pemasaran agar UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Menurut Saleh, peluang pengembangan UMKM di Jawa Tengah masih sangat besar seiring dengan kondisi ekonomi daerah yang terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,24 persen.
“Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor UMKM. Jika UMKM tumbuh kuat, maka ekonomi daerah juga akan semakin kokoh,” pungkasnya. she


