Waspada Isu Provokatif, FKUB Jateng Ajak Tokoh Agama Perkuat Benteng Kerukunan

Prof Imam Yahya membuka kegiatan Silaturahim Kebangsaan dan Penguatan Moderasi Beragama di Gedung Monumen PKK Jateng, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (23/4).Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Para pemuka agama di Jawa Tengah diingatkan untuk tidak lengah dalam merawat kerukunan umat beragama di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.

Pasalnya, berbagai potensi gangguan terhadap harmoni masyarakat belakangan kerap muncul secara tiba-tiba, bahkan dibungkus dalam narasi kebebasan berpendapat.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Prof. KH Imam Yahya, menegaskan bahwa ancaman terhadap kerukunan tidak selalu tampak secara langsung.

Menurutnya, sejumlah isu sensitif kerap dikemas seolah-olah bagian dari kebebasan berekspresi, namun memiliki dampak yang bisa mengoyak harmoni sosial.

“FKUB Jateng berharap para pemuka agama terus berupaya menjaga kerukunan yang sudah terbangun, terutama antarumat beragama, agar tidak tergerus oleh isu-isu yang menyesatkan,” ujar Prof. Imam saat membuka kegiatan Silaturahim Kebangsaan dan Penguatan Moderasi Beragama di Gedung Monumen PKK Jateng, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (23/4).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta itu merupakan kolaborasi antara FKUB Jateng dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antar tokoh agama dalam menjaga stabilitas sosial.

Dalam paparannya, Prof. Imam mencontohkan salah satu isu yang berpotensi mengganggu kerukunan, yakni tuduhan penistaan agama yang diarahkan kepada Jusuf Kalla dan ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menilai, isu semacam ini bisa berkembang liar jika tidak segera diluruskan.

“Jika tidak cepat diredam, isu tersebut bisa menggelinding seperti bola salju dan berujung pada konflik terbuka, baik horizontal maupun vertikal,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia mendorong para tokoh agama, khususnya yang tergabung dalam FKUB, untuk aktif memberikan pemahaman yang proporsional kepada masyarakat. Langkah ini penting agar umat tidak mudah terprovokasi, terjebak hoaks, maupun terpapar ujaran kebencian.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kesbangpol Jateng, Pradana Agung Nugraha, menyampaikan optimismenya terhadap peran tokoh agama dalam menjaga kondusivitas daerah. Ia menilai, sinergi antara masyarakat dan FKUB selama ini telah menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan data tahun 2025, Indeks Moderasi Beragama Jawa Tengah mencapai angka 74,72, berada di atas rata-rata nasional dan menempati peringkat ketiga secara nasional. Capaian tersebut mengantarkan Jawa Tengah meraih penghargaan Harmoni Award.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan FKUB yang konsisten mengedepankan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan beragama,” ujarnya.

Ia pun optimistis, dengan kolaborasi yang terus diperkuat, masyarakat Jawa Tengah mampu menjaga bahkan meningkatkan kualitas kerukunan di masa mendatang. st

Share This Article
Exit mobile version