DEMAK (Jatengdaily.com)– Kebakaran dan kekeringan menjadi dua persoalan yang masih membutuhkan kewaspadaan di Kabupaten Demak.
Di tengah kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) terus memperkuat kesiapsiagaan untuk memastikan bantuan kemanusiaan bisa bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan.
Ketua PMI Kabupaten Demak yang juga Sekda Demak H Akhmad Sugiharto ST MT mengatakan, kerja kemanusiaan tidak cukup hanya mengandalkan satu lembaga. Dibutuhkan kekuatan bersama antara PMI, pemerintah, relawan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat untuk menghadapi berbagai kondisi darurat.
“Peduli itu panggilan jiwa untuk memberikan empati terhadap penderitaan sesama. Bergerak berarti mengambil langkah nyata dan responsif. Sedangkan bersama adalah kekuatan gotong royong, karena tugas kemanusiaan tidak mungkin dipikul sendiri,” kata Akhmad Sugiharto dalam peringatan HUT ke-81 PMI tingkat Kabupaten Demak, Selasa (29/09/2026).
Menurutnya, kebutuhan penanganan bencana di lapangan cukup beragam. PMI tidak hanya bergerak ketika terjadi bencana, tetapi juga mendukung kesiapsiagaan, pertolongan pertama, layanan dapur umum, bantuan psikososial hingga distribusi logistik bagi masyarakat terdampak.
“Kalau terjadi bencana, insyaallah relawan PMI selalu berusaha menjadi yang pertama hadir. Tetapi jangan lupa, selamatkan diri sendiri sebelum menyelamatkan orang lain. Tidak mungkin kita bisa menyelamatkan orang lain kalau diri kita sendiri tidak aman,” ujarnya.
Akhmad Sugiharto juga mengajak masyarakat terus mendukung Bulan Dana PMI 2026. Hingga 28 September 2026, berdasarkan rekap sementara, dana yang terkumpul mencapai Rp71.471.000. Ia menegaskan, penggalangan dana tersebut bukan semata-mata mengejar jumlah rupiah, melainkan membangun kepedulian bersama untuk kebutuhan kemanusiaan.
“Bulan Dana PMI bukan sekadar pengumpulan dana, tetapi bentuk gotong royong masyarakat, dari, oleh dan untuk masyarakat,” katanya. Ia sekaligus mengingatkan agar tidak ada pemaksaan dalam pelaksanaannya. “Jangan pernah ada paksaan bagi masyarakat. PMI jangan digunakan sebagai alat untuk memaksa, utamanya kepada kepala desa,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE menegaskan Pemkab Demak terus memperkuat kolaborasi dengan PMI dalam menghadapi berbagai kondisi kebencanaan. PMI dinilai memiliki peran penting ketika masyarakat menghadapi kekeringan, kebakaran, angin puting beliung, banjir maupun rob.
Eisti’anah mengatakan, laporan dari masyarakat akan dikoordinasikan dengan berbagai unsur untuk menentukan bentuk bantuan yang paling dibutuhkan. PMI akan bergerak bersama BPBD, Dinas Sosial, pemadam kebakaran dan OPD maupun unsur kemanusiaan lainnya. “Semangatnya bagaimana kita bisa selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam berbagai kondisi,” ungkapnya.
Peringatan HUT ke-81 PMI Demak juga menjadi momentum memperkuat gerakan “Peduli, Bergerak, Bersama”. Selain aksi kemanusiaan, rangkaian kegiatan PMI diisi penguatan Forum Remaja Palang Merah Indonesia (PMR) di sekolah, pemilihan duta PMR serta peningkatan kapasitas. Akhmad berharap dukungan masyarakat terus mengalir hingga Bulan Dana PMI 2026 berakhir, sehingga PMI semakin siap hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. rie-she


