SEMARANG (Jatengdaily.com) – Penguatan karakter nasionalis Pancasilais tidak cukup hanya disampaikan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi perlu ditanamkan melalui pengalaman, keteladanan, dan keterlibatan nyata dalam kehidupan berbangsa.
Semangat inilah yang tercermin dalam keikutsertaan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang bersama siswa SMK 17 Agustus 1945 Semarang dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang diselenggarakan Yayasan Pembina Pendidikan 17 Agustus 1945 (YPP 17) Semarang di Pelataran Plaza UNTAG Semarang, Rabu (28/10/2026).
Keterlibatan mahasiswa KIP Kuliah dan siswa SMK menjadi bagian penting dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki kesempatan untuk berkembang melalui pendidikan, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan memiliki kesadaran kebangsaan.
Melalui upacara tersebut, nilai-nilai nasionalisme dan Pancasila dihadirkan sebagai pengalaman bersama yang menghubungkan proses pendidikan dengan tanggung jawab sebagai warga negara.
Upacara diikuti oleh seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan YPP 17 Semarang, yakni UNTAG Semarang, SMK 17 Agustus 1945 Semarang, dan Akademi Kesehatan (AKKES) 17.
Kebersamaan lintas jenjang pendidikan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa persatuan, memperkuat identitas kebangsaan, serta menanamkan pemahaman bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam sikap dan tindakan generasi muda masa kini.
Bertindak sebagai pembina upacara, Prof. Dr. Sarsintorini Putra, S.H., M.H., membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026.
Pesan yang disampaikan mengingatkan kembali pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan, mengembangkan potensi diri, dan mengambil bagian dalam kemajuan bangsa.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriot, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut relevan dengan proses pembentukan karakter di lingkungan pendidikan, terutama dalam menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, ketangguhan menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama.
Karakter nasionalis Pancasilais tidak berhenti pada pemahaman terhadap simbol dan sejarah bangsa, tetapi juga diwujudkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah UNTAG Semarang, momentum ini memiliki makna tersendiri. Kesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui dukungan beasiswa perlu diiringi dengan kesungguhan belajar, pengembangan kapasitas diri, serta kesadaran untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mahasiswa diharapkan mampu memaknai kesempatan pendidikan bukan semata-mata sebagai jalan meraih masa depan pribadi, melainkan juga sebagai bekal untuk berkontribusi bagi lingkungan, bangsa, dan negara.
Sementara itu, bagi siswa SMK 17 Agustus 1945 Semarang, keterlibatan dalam upacara menjadi bagian dari proses pendidikan karakter sejak dini.
Pembentukan generasi yang siap memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat tidak hanya bertumpu pada keterampilan teknis, tetapi juga memerlukan etos kerja, kejujuran, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan tanggung jawab sosial.
Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat patriotisme dan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Kebersamaan mahasiswa KIP Kuliah dan siswa SMK dalam satu upacara juga menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama.
Setiap peserta didik, terlepas dari jenjang pendidikan maupun latar belakangnya, memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk tumbuh menjadi generasi yang menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan berperan aktif dalam kehidupan berbangsa.
Sebagai kampus nasionalis Pancasilais, UNTAG Semarang bersama lembaga pendidikan di bawah naungan YPP 17 Semarang terus menempatkan nilai kebangsaan sebagai bagian penting dari pembentukan insan terdidik.
Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, semangat Patriot, Gigih, Berempati diharapkan tidak berhenti setelah upacara berakhir.
Bagi mahasiswa KIP Kuliah maupun siswa SMK 17 Agustus 1945 Semarang, nilai tersebut perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata: belajar dengan tekun, berprestasi, menjaga integritas, menghormati keberagaman, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan demikian, upacara Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum pendidikan karakter untuk memperkuat jati diri generasi muda sebagai insan yang berilmu, berkarakter nasionalis Pancasilais, dan siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju. St


