Zulhas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Indonesia

Menko Ketahanan Pangan Zulkifli Hasan saat menyapa warga Demak di Reinz Cafe, dalam kunjungan singkatnya di sejumlah lokasi di Jawa Tengah. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)— Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman meski situasi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas. Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Ketahanan Pangan Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas hadir bersama pengusaha asal Jepara Jadug Trimulyo Ainul Amri serta didampingi Arifin pengusaha asli Demak. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Zulhas mengatakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, yakni memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan selama Ramadan hingga Lebaran.
“Perintah presiden menjelang Lebaran pangan harus aman. Stok cukup, harga terjangkau, dan kita terus dorong swasembada pangan,” ujar Zulhas kepada awak media.
Ia juga menegaskan bahwa konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah tidak berdampak langsung terhadap pasokan pangan Indonesia. Pasalnya, sebagian besar kebutuhan pangan nasional berasal dari produksi dalam negeri.
“Stok pangan kita aman dan tidak terpengaruh perang Iran. Tidak ada pasokan dari Timur Tengah karena sebagian besar pangan kita berasal dari dalam negeri, dan sebagian dari Amerika,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah sudah lebih dulu memperkirakan potensi dampak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap rantai pasok pangan global. Karena itu, langkah percepatan program swasembada pangan terus diperkuat.
“Untuk stok satu tahun ke depan aman, kecuali komoditas yang memang belum bisa diproduksi sendiri seperti gandum atau terigu. Itu tetap impor, tapi tidak dari wilayah konflik, melainkan dari Amerika,” ungkap Zulhas.
Keamanan stok pangan nasional juga terlihat dari capaian produksi beras yang cukup menggembirakan di awal tahun 2026. Hingga Maret 2026, stok beras nasional tercatat mencapai sekitar 3,7 juta ton.
Dengan potensi produksi beras tahunan yang diproyeksikan mencapai sekitar 6 juta ton, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan tetap terjaga sekaligus memperkuat langkah menuju swasembada pangan. rie-she
Share This Article
Exit mobile version