DEMAK (Jatengdaily.com) – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak HM Agus Nugroho LP menjelaskan, sejauh ini di Kabupaten Demak terdapat 100 desa berpotensi kekeringan atau krisis air bersih.
Meski tahun lalu tercatat 85 desa menjadi tujuan dropping bantuan air bersih, pada 2019 terjadi perbaikan cukup signifikan. Hingga tersisa 48 desa tersebar di 13 kecamatan (kecuali Guntur), yang masih mengajukan permohonan bantuan dari pemerintah daerah.
“Hingga awal November ini, telah tersalur 773 tangki air bersih. Dengan perincian dari APBD sebanyak 400 tangki. Sedangkan sisanya Alhamdulillah didukung mitra BPBD,” kata Agus Nugroho.
Diharapkan, kerja sama tersebut berlanjut. Tidak hanya ketika menghadapi bencana kekeringan saja, namun saat terjadi bencana lainnya. Terlebih Demak memiliki lima potensi bencana, mulai dari kekeringan, puting beliung, banjir, kebakaran, dan rob juga abrasi.
Sikap proaktif desa-desa di wilayah Kecamatan Guntur, yang mengantisipasi bencana kekeringan dengan membuat sumur artetis serta embung, menurut Agus Nugroho, laik dicontoh. Terlebih pemanfaatan air bawah tanah diimbangi pembuatan sumur resapan di setiap dua rumah, disebutnya tidak merusak kelestarian lingkungan.
Bantuan IDI
Terkait dengan kekeringan ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) beserta Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Demak memberikan bantuan air bersih, Jumat (1/11/2019). Kegiatan bakti sosial tersebut sebagai bentuk kepedulian para profesional di bidang kesehatan itu terhadap warga terdampak bencana kekeringan.
Berkoordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, sebanyak 100 tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter pun digelontorkan ke desa-desa rawan air bersih. Ketua IDI Kabupaten Demak dr Ali Maimun menuturkan, bakti sosial berupa kegiatan dropping air bersih merupakan bentuk kepedulian IDI dan IIDI Cabang Demak kepada masyarakat dalam mengatasi bencana kekeringan. Terlebih kekurangan air bersih bisa menimbulkan banyak penyakit, mulai dari diare, thypus hingga penyakit kulit lainnya.
“Dengan adanya bantuan air bersih ini diharapkan dapat meminimalkan munculnya penyakit-penyakit tersebut,” ujarnya, didampingi Wakil Ketua IDI dr Siti Anisa.
Pada tahap awal, disebutkan, bantuan air bersih yang terkumpul dari sumbangan sukarela 247 dokter anggota IDI dan ibu-ibu pengurus IIDI Kabupaten Demak dialokasikan sebanyak 100 tangki. “Namun tidak menutup kemungkinan jika masyarakat masih membutuhkan, IDI siap menambah dropping air bersihnya,” imbuh dr Ali Maimun, yang Kepala Puskesmas Demak 2 itu. rie-yds


