HPN 2026 PWI Jateng, Pers Diingatkan Kembali pada Data dan Nurani

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah menggelar Dialog 5 Rektor sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tingkat Jateng Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang H Panoet Harsono Lt 4 Universitas BPD, Jl Soekarno Hatta Semarang No 88 Semarang, Kamis 5 Februari 2026.

Dialog ini mengusung tema “Menyehatkan Peran Kontrol Sosial untuk Memperkuat Kemerdekaan Pers” dan diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PWI Jawa Tengah dan Universitas BPD sebagai bentuk penguatan sinergi pers dan perguruan tinggi.

Lima pimpinan perguruan tinggi hadir sebagai narasumber, yakni Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom, Rektor Universitas BPD Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si, Wakil Rektor III Unimus Dr. Eny Winaryati, M.Pd, Rektor Universitas Panca Sakti Tegal Prof. Dr. Taufiqulloh, M.Hum, serta Wakil Rektor I Universitas Semarang (USM) Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si.

Hadir dalam kegiatan diskusi ilmiah ini Ketua Yayasan Kesejahteraan Karyawan Karyawati dan Pensiunan (YKKP) Bank Jateng Joko Sambodo yang menaungi Universitas BPD dan pengurus lainnya

Sedangkan dari PWI Jateng tampak Ketua Dewan Kehormatan Amir Machmud NS, Anggota Aris Syaefudin Zuhri.

Kemudian Sekretaris PWI Jateng Achmad Ris Ediyanto beserta wakilnya Suparningsih, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Hery Pamungkas, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan sekaligus Ketua Panitia HPN Tingkat Jateng 2026 Alkomari.

Selain itu, Ketua Seksi Pembelaan Wartawan Ida Nurlayla, Wakil Ketua Siwo Sigit Pramono, Wakil Ketua Seksi Polhukam Suparman, dan Wakil Ketua Seksi Kerja Sama Sigit Hermawan..

Dalam dialog tersebut, Rektor Udinus Prof Pulung Nurtantio Andono menegaskan, pers memiliki peran fundamental dalam pembangunan nasional.

“Tanpa pers, pembangunan dan capaian Indonesia tidak akan diketahui publik. Pers menjadi penyeimbang sekaligus penggerak dalam perjalanan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas BPD Prof Sri Tutie Rahayu menyebut pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi yang harus terus dijaga marwahnya.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab mengedukasi mahasiswa dan dosen tentang etika pers sebagai bagian dari sistem demokrasi,” katanya.

Sedangkan Rektor Universitas Panca Sakti Tegal Prof Taufiqulloh menambahkan bahwa kecakapan di ruang digital saja tidak cukup tanpa kontrol sosial yang kuat.

“Diperlukan kontrol sosial yang bersifat formal melalui kode etik pers, maupun kontrol sosial informal agar ruang publik tetap sehat,” ujarnya.

Di bagian lain, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Dr. Eny Winaryati, M.Pd., mengatakan dalam konteks bermedia ada tiga hal penting yang dihadirkan yaitu edukasi, partisipasi dan hati nurani. Jika ketiganya dipatuhi, fungsi pers akan berjalan dengan semestinya.

Dia juga menyebut tiga hal tersebut juga terdapat dalam Surat Iqro’ yang menerangkan tentang penglihatan, pendengaran, dan hati manusia.

”Tugas media adalah memberikan narasi-narasi yang bisa dipertanggungjawabkan memberikan kenikmatan bagi audiens berupa layanan-layanan yang bersifat inderawi, baik informasi dan edukasi. Sebaliknya, audiens yang menangkap narasi juga ikut berpartisipasi. Ada etika dan hati nurani yang dikedepankan ketika bicara soal kemerdekaan pers,” imbuhnya.

Sedangkan Wakil Rektor I USM Prof Haslina bahwa perkembangan digital AI saat ini sudah menjadi sebuah keniscayaan, terutama di kalangan mahasiswa dan generasi muda, serta dunia pers secara umum.

“Digitalisasi AI tidak bisa dihindari. Mahasiswa dan anak muda hidup di tengah arus teknologi yang terus berkembang. Karena itu, dibutuhkan kecermatan, sikap kritis, serta daya imajinasi dan kreativitas agar pemanfaatan digital AI bisa memberikan dampak yang positif,” katanya.

Soal Indeks Kemerdekaan Pers
Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana dalam sambutannya menyoroti masih tingginya tekanan terhadap kerja-kerja jurnalistik yang berpengaruh pada indeks kemerdekaan pers. Dia menyebut intimidasi dan intervensi terhadap wartawan masih kerap ditemukan di lapangan, yang berdampak pada kualitas kemerdekaan pers di Indonesia.

“Berdasarkan pemeringkatan global kebebasan pers, posisi Indonesia masih berada di peringkat 127 dari 180 negara. Ini menunjukkan bahwa kemerdekaan pers masih menghadapi tantangan serius,” ujarnya.

Menurutnya, dialog bersama pimpinan perguruan tinggi menjadi ruang strategis untuk menyehatkan kembali peran pers sebagai kontrol sosial yang kritis, berbasis data, dan bertanggung jawab. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting karena pandangan akademik lahir dari riset, kajian, dan metodologi ilmiah.

“Selama ini, ketika pers melakukan kontrol sosial terhadap kebijakan publik, banyak masukan konstruktif datang dari kalangan akademisi. Di situlah benang merah antara pers dan perguruan tinggi,” katanya.

Dia juga menekankan peran mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem media di era digital. Di tengah derasnya arus informasi, mahasiswa perlu dibekali literasi media agar mampu membedakan informasi yang benar, disinformasi, hingga hoaks.

“Dialog ini bukan hanya bicara tentang pers, tetapi juga edukasi literasi media. Mahasiswa harus paham fungsi pers sebagai kontrol sosial dan bagaimana informasi seharusnya diproduksi secara bertanggung jawab,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PWI Jawa Tengah berharap kemerdekaan pers semakin kuat dan mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional demi kepentingan publik dan penguatan demokrasi.

Dialog 5 Rektor ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HPN 2026 PWI Jawa Tengah yang didukung berbagai mitra yaitu Pemprov Jateng, DPRD Jateng, Baznas Jateng, Dispora Jateng, Pemkot Semarang, Pemkot Tegal, Pemkab Tegal, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Bank Jateng, Sido Muncul, Semen Gresik, SIG, PLN Unit Induk Distribusi Jateng-DIY, SKKMIGAS, PGN SAKA, TIS Energy, ExxonMobil, Pertamina EP, Pertamina EP Cepu ADK, dan Pertamina PHE Randugunting, Indropolis Batang, dan Bhimasena Power Indonesia.

Selain itu, Gerindra Jateng, BNI, Sukun, Kokola, Djarum Foundation, Jaya Arnikon, Universitas BPD, Unimus, Udinus, USM, dan Universitas Panca Sakti Tegal, dan Baznas Kota Semarang. St

0

Pengendara Motor Terseret Arus di Tegal Ditemukan Meninggal

TEGAL (Jatengdaily.com)- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal pada Rabu (4/2/2026) sore mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor terseret arus. Kejadian tersebut menimpa Ajun Arman Permadi (17) warga desa Kreman, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.

“Saat kejadian korban hendak menerjang arus di jalan raya Bojong, namun karena arusnya sangat deras motor korban oleng dan korban terjatuh lalu terseret arus dan masuk ke selokan yang ada di pinggir jalan,” ungkap Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang dalam keterangannya.

Akibatnya, korban langsung hanyut dan hilang terbawa arus. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut sempat melakukan pencarian, namun karena situasi masih cukup berbahaya, usaha warga tidak membuahkan hasil sehingga menghubungi pihak Unit Siaga SAR Pemalang untuk melakukan pencarian.

“Info kami terima subuh tadi dan langsung kami kirimkan satu tim SAR dari Unit Siaga SAR Pemalang untuk melakukan pencarian” imbuh Budiono.

Setelah dilakukan pencarian oleh Basarnas Unit Siaga SAR Pemalang dan tim SAR gabungan akhirnya pada Kamis (5/2/2026) sekira pukul 12.20 WIB korban berhasil ditemukan. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia tersangkut bersama sampah di bebatuan sungai Gung Tegal.

“Alhamdulillah siang ini korban berhasil tim temukan, dalam keadaan MD sejauh 12 KM dari lokasi awal kejadian. Tepatnya di sungai Gung karena selokannya bermuara di sungai tersebut. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Soesilo Tegal untuk penanganan lebih lanjut”tambahnya lagi.

“Terimakasih tim SAR gabungan atas usahanya sehingga korban lekas ditemukan. Untuk masyarakat diharapkan lebih berhati-hati lagi dan utamakan keselamatan Apalagi di musim penghujan seperti ini,” tutup Budiono. she

0

Guest Lecture Internasional di USM: Prof Noor Ismawati Ungkap Kunci Lolos Jurnal Bereputasi Dunia

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) sukses menggelar kegiatan Guest Lecture bertajuk ”Current Trends in Thesis and Dissertation Research” dengan menghadirkan pakar ternama dari Malaysia, Prof. Dr. Noor Ismawati Binti Jaafar dari University Malaya pada 4 Februari 2026.

Kegiatan dibuka Direktur Pascasarjana USM, Dr. Muhammad Junaidi, S.H.I., M.H. Dalam sambutannya, Junaidi menekankan pentingnya bagi mahasiswa pascasarjana untuk memahami dinamika riset global agar tesis dan disertasi yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar kelulusan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata pada literatur ilmiah dunia.

”Kami berharap, kehadiran delegasi dari University Malaya ini menjadi pemantik semangat bagi sivitas akademika USM untuk terus berinovasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan terselenggaranya kuliah tamu ini, Pascasarjana USM membuktikan langkah nyatanya dalam mewujudkan visi menjadi institusi pendidikan yang unggul dan berwawasan global,” ujarnya.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Noor Ismawati mengupas tuntas mengenai pergeseran paradigma dalam penelitian manajemen dan ilmu sosial.
Dia menyoroti integrasi teknologi, isu keberlanjutan (sustainability), dan metodologi penelitian yang lebih adaptif menjadi kunci utama dalam menembus jurnal-jurnal bereputasi internasional.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh berbagai elemen akademik di lingkungan Universitas Semarang, di antaranya mahasiswa Program Magister Manajemen (MM), mahasiswa Program Doktoral Ilmu Manajemen (DIM), dan para dosen dan jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi USM.

Sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana para mahasiswa program doktor dan magister berkonsultasi langsung mengenai tantangan riset yang mereka hadapi. St

0

WeTV Original Melindungimu Selamanya: Arya Vasco Selingkuh, Marshanda Ungkap Rahasia Mengejutkan

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Episode ketujuh serial WeTV Original Melindungimu Selamanya menjadi salah satu episode paling menegangkan. Sejumlah rahasia yang selama ini tersembunyi akhirnya terungkap, membawa dampak besar terhadap hubungan keluarga, kepentingan bisnis, hingga keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

Dalam episode ini, Nadia yang diperankan oleh Marshanda akhirnya memberanikan diri mengungkap kebenaran yang selama ini ia pendam. Ia mengakui kepada sang ayah bahwa tunangannya, Timothy yang diperankan oleh Arya Vasco, telah berselingkuh. Nadia juga menyerahkan bukti perselingkuhan tersebut sekaligus membuktikan bahwa ingatannya telah pulih sepenuhnya.

Pengakuan tersebut mengguncang sang ayah yang selama ini menaruh kepercayaan besar kepada Timothy sebagai calon penerus perusahaan. Mengetahui putrinya dikhianati, ia pun memutuskan untuk membatalkan rencana pengangkatan Timothy sebagai CEO baru.

Meski berhasil diselamatkan, kondisi sang ayah justru memunculkan tanda tanya baru bagi Nadia. Ia mulai mencurigai keterlibatan ibu tirinya. Dengan bantuan Galang yang diperankan oleh Stefan William, Nadia pun menyelidiki obat-obatan yang selama ini diberikan kepada ayahnya.

Tak berhenti sampai di situ, demi menyelamatkan sang ayah, Nadia mengambil langkah nekat. Ia meminta bantuan Galang untuk “menculik” ayahnya agar dapat segera dibawa ke rumah sakit dan memperoleh penanganan medis yang layak. Tindakan ini bukan sekadar keputusan impulsif, melainkan bentuk perlindungan terakhir Nadia terhadap ayahnya yang terjebak dalam situasi berbahaya di rumah sendiri.

Di sisi lain, konflik yang melibatkan Timothy semakin melebar. Niko yang diperankan oleh Pangeran Lantang akhirnya mengetahui bahwa istrinya berselingkuh dengan Timothy. Awalnya, Niko menolak mempercayai kenyataan pahit tersebut karena kepercayaannya yang besar terhadap keluarganya. Namun, seluruh keraguan itu runtuh ketika Nadia menunjukkan bukti berupa rekaman video perselingkuhan antara istrinya dan Timothy.

Episode ini memperlihatkan bagaimana pengkhianatan memicu rangkaian konflik yang saling berkaitan, mulai dari runtuhnya kepercayaan, perebutan kekuasaan di perusahaan, hingga ancaman terhadap nyawa. Dengan aksi nekat Nadia dan semakin terbongkarnya sisi gelap Timothy, WeTV Original Melindungimu Selamanya dapat disaksikan setiap hari Jumat dan Sabtu pukul 18.00 WIB, eksklusif di platform streaming WeTV. she

 

0

Antara Diploma dan Sarjana: Ketimpangan Peluang Kerja di Kabupaten Tegal

Oleh: Heny Khristianawati, Fungsional pada BPS Kabupaten Tegal

 KETIMPANGAN  antara lulusan D3 dan S1 di Kabupaten Tegal semakin nyata: peluang kerja, gaji, hingga kompensasi berbeda jauh. Di balik angka statistik, ada cerita tentang martabat dan keadilan sosial yang perlu segera dijawab. Apakah ijazah benar-benar menentukan masa depan, ataukah kompetensi yang seharusnya jadi ukuran utama?

Pendidikan bukan hanya jalur akademik, melainkan pintu menuju masa depan ekonomi dan sosial. Namun, realitas menunjukkan adanya jurang ketimpangan antara lulusan Diploma dan Sarjana (S1), terutama dalam hal peluang kerja, tingkat upah, serta kompensasi yang diterima. Ketimpangan ini bukan sekadar angka, tetapi juga menyangkut martabat dan rasa aman dalam bekerja.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 tercatat 7,61%¹, dengan penurunan tajam pada lulusan Diploma dari 13,34% (2024) menjadi 4,71% (2025)². Sedangkan tingkat sarjana juga mengalami penurunan dari 6,06 % (2024) menjadi 4,07% (2025). Sementara itu, upah minimum Kabupaten Tegal tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp2.300.000 per bulan³. Lulusan S1 di sektor formal bisa memperoleh gaji 30–50% lebih tinggi dibandingkan UMR, sedangkan lulusan Diploma umumnya hanya berada di kisaran upah minimum.

Distribusi tenaga kerja menunjukkan lulusan Diploma lebih banyak terserap di sektor manufaktur dan jasa teknis, sedangkan lulusan S1 dominan di sektor pemerintahan, pendidikan, dan manajerial perusahaan³. Perbedaan ini semakin jelas bila dilihat dari aspek kompensasi dan risiko pekerjaan. Lulusan Diploma sering kali bekerja dengan status kontrak atau outsourcing, sehingga rentan terhadap ketidakpastian dan minim jaminan sosial. Sebaliknya, lulusan S1 lebih ”aman” karena banyak terserap di sektor formal dengan perlindungan tenaga kerja lebih baik, akses tunjangan kesehatan, pensiun, hingga peluang promosi.

Perbandingan Lulusan Diploma vs S1 di Kabupaten Tegal

Ketimpangan ini seharusnya menjadi alarm kebijakan. Pemerintah daerah bersama perguruan tinggi dan dunia usaha perlu menguatkan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri lokal. Penghargaan berbasis kompetensi, bukan sekadar ijazah, harus menjadi prinsip utama. Selain itu, insentif bagi perusahaan yang memberi ruang karier setara bagi lulusan Diploma dapat menjadi solusi untuk menutup jurang ketidakadilan.

Ketimpangan antara Diploma dan S1 di Kabupaten Tegal bukan sekadar statistik, melainkan cermin bagaimana kita menilai pendidikan dan tenaga kerja. Saatnya menutup jurang tersebut dengan kebijakan yang lebih inklusif, agar setiap lulusan (baik Diploma maupun S1) memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Catatan Sumber

  1. Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal, Keadaan Ketenagakerjaan Kabupaten Tegal Agustus 2025 (rilis 10 November 2025).
  2. Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal, Kabupaten Tegal Dalam Angka 2025 (rilis 28 Februari 2025).
  3. JDIH Provinsi Jawa Tengah, Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 561/45 Tahun 2024 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota pada 35 Tiga Puluh Lima Kabupaten/Kota dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. https://jdih.jatengprov.go.id/inventarisasi-hukum/detail/kepgub_561-45_th_2024. St

 

0

Perluas Akses Keadilan, FH USM Jalin Kerja Sama Bantuan Hukum dengan Lapas Batang

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Semarang (FH USM) menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang dalam penyelenggaraan pemberian bantuan hukum, baik litigasi maupun nonlitigasi, bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan yang tergolong masyarakat miskin dan/atau tidak mampu.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani pada Selasa, 3 Februari 2026, oleh Ketua BKBH FH USM Dr. Wafda Vivid Izziyana, S.H., M.H., dan Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan. Kerja sama ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat pemenuhan hak atas bantuan hukum bagi warga binaan pemasyarakatan.

Ketua BKBH FH USM Dr. Wafda Vivid Izziyana mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat di bidang hukum.

“Bantuan hukum adalah hak konstitusional setiap warga negara, termasuk bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan yang berada dalam kondisi tidak mampu. Melalui kerja sama ini, BKBH FH USM berkomitmen memberikan layanan bantuan hukum secara profesional, baik litigasi maupun nonlitigasi, dan dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama meliputi pemberian konsultasi hukum, pendampingan dan pembelaan dalam proses peradilan, penyusunan dokumen hukum, serta kegiatan penyuluhan dan edukasi hukum bagi warga binaan pemasyarakatan.

“Harapannya, program ini dapat meningkatkan pemahaman hukum warga binaan sekaligus menjamin terpenuhinya hak-hak hukum mereka sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi dengan BKBH FH USM akan memberikan kontribusi nyata terhadap proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan.

“Kerja sama ini sangat penting untuk memastikan warga binaan mendapatkan akses terhadap bantuan hukum yang layak. Dengan pendampingan hukum yang tepat, diharapkan mereka memiliki pemahaman hukum yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” katanya.

Nurhamdan menambahkan, kehadiran layanan bantuan hukum di lingkungan lapas juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan, sejalan dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia.

Ke depan, perjanjian kerja sama ini akan diimplementasikan melalui berbagai kegiatan, seperti layanan konsultasi hukum rutin, pendampingan perkara bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan, serta penyuluhan hukum tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan warga binaan pemasyarakatan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemasyarakatan dalam memperluas akses keadilan, khususnya bagi kelompok masyarakat miskin dan/atau tidak mampu,” pungkasnya. St

0

USM Gandeng Universiti Teknologi Malaysia Gelar ASCEND-GP 2026

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Fakultas Teknik Universitas Semarang (USM) bekerja sama dengan Faculty of Artificial Intelligence, Universiti Teknologi Malaysia menggelar Academic Strategy Conference on Sustainable Research & Global Publication (ASCEND-GP) 2026 pada 9 Februari 2026 di R. Teleconference Lt. 8, Menara USM.

Ketua Panitia, Ir. Ferry Firmawan, S.T., M.T., Ph.D., IPU mengatakan, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yakni Rektor USM Dr Supari ST MT, Sekretaris Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang Dr Adi Ekopriyono MSi, Faculty of Arrifical Intelligence UTM, Assoc. Prof. Dr. Samira A, Faculty of Artificial Intelligence UTM, Assoc. Prof. Dr. Rozana Z.

”Konferensi dengan prosiding internasional bukan hanya ruang akademik, tetapi juga platform strategis untuk meningkatkan visibilitas penelitian dan memperluas jaringan ilmiah secara global,” katanya.

Dia mengatakan, dengan memilih konferensi yang kredibel, menyiapkan naskah secara matang, serta menjaga etika akademik, para peneliti dapat memperoleh manfaat besar dari forum ini.

”Di era keterbukaan ilmiah, peran prosiding internasional sebagai sarana penyebaran pengetahuan dan kolaborasi antarpeneliti akan terus menjadi bagian penting dari ekosistem akademik yang dinamis dan berdaya saing,” ungkapnya. St

0

Dari Tangan Pengrajin ke Etalase Dunia: Agustina Dorong Craft Semarang Tembus Pasar Global

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan komitmen Pemerintah kota atau Pemkot Semarang untuk membawa produk kerajinan (craft) lokal Kota Semarang naik kelas ke kancah internasional. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Coffee Morning Dekranasda Kota Semarang bertajuk “Strategi Penguasaan Etsy dan Amazon Store untuk Produk Craft Lokal” yang digelar di Hotel Santika Premiere belum lama ini.

“Hari ini kita sudah mengumumkan kepada publik bahwa kita akan bekerja keras lagi untuk dapat membawa pengrajin, UMKM, pengusaha Kota Semarang ini ekspor,” ungkap Agustina.

Acara ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya Ari Satria (Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag RI) dan Anna Melissa Nava (CEO 1Export Manila). Agustina menjelaskan bahwa pelaku UMKM harus memahami karakteristik platform digital global. Etsy dinilai cocok untuk produk yang mengedepankan keunikan dan sentuhan personal (handmade), sementara Amazon Store memerlukan kesiapan manajemen logistik dan volume produksi yang lebih besar.

“Setidaknya, meski belum bisa ekspor tapi kita bisa menghasilkan produk berkualitas ekspor. (Meningkatkan) kualitas dulu, belajar dulu,” lanjut Agustina.

Ia menyampaikan bahwa Kota Semarang saat ini fokus pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berbasis kekuatan lokal. Menurutnya, produk craft bukan sekadar barang dagangan, melainkan pertemuan antara budaya, identitas kota, dan keterampilan masyarakat.

“Terima kasih atas perhatian Dekranasda. Dekranasda itu isinya para pengusaha yang memiliki komitmen untuk meningkatkan derajat ekonomi dan kehidupan pengrajin UMKM,” kata Agustina.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, termasuk jajaran Kepala OPD, pengurus Dekranasda, perwakilan UMKM, asosiasi usaha, serta pihak Bank Indonesia dan BUMD. Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kota Semarang optimis produk kreatif warga lokal dapat merambah pasar dunia dengan identitas dan tanggung jawab lingkungan yang kuat.

“Semoga Coffee Morning ini melahirkan sinergi konkret antara pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM untuk memperkuat daya saing produk kita,” pungkas Agustina. St

0

Dari Barak ke Ruang Pers: Cerita Dua Wartawan Jateng Menyerap Makna Bela Negara

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dua wartawan yang menjadi utusan PWI Provinsi Jawa Tengah, yaitu Bendahara M Chamim Rifai dan Seksi Polhukam Suparman berbagi cerita sepulang dari Retret Bela Negara yang diadakan oleh PWI Pusat dan Kementerian Pertahanan di Desa Cibodas, Rumpin, Bogor, 29 Januari – 1 Februari 2026 lalu.

Hadir di Gedung Pers, Selasa 3 Februari 2026, di depan para pengurus harian, Dewan Kehormatan, dan Badan Khusus PWI Jateng, Chamim dan Parman menyampaikan rasa terima kasihnya karena diberi kesempatan mengikuti kegiatan kebangsaan di barak militer.

”Siap, mohon izin memaparkan,” kata Chamim yang berbaju loreng lengkap sambil merapatkan kaki dengan gaya tegap diikuti Parman yang memperlihatkan mimik serius. Spontan, semua yang hadir pun mengikuti sikap mereka.

”Izin, selama kami berkegiatan, banyak sukanya. Kami bisa bersilaturahmi dengan teman-teman wartawan dari Sabang sampai Merauke,” tambah wartawan yang hobi main tenis ini.

Dalam paparannya, dia mengaku banyak menyerap materi bela negara selama kegiatan retret. Pada prinsipnya, kata dia, secara kelembagaan, Kemhan sangat mengapresiasi eksistensi organisasi PWI yang dinilai luar biasa. Karena, kiprah wartawan memiliki histori dalam Kemerdekaan RI.

”Dari semua materi, intinya peserta diminta mengisi kemerdekaan sesuai peran, dan bakatnya masing-masing. Ada penguatan mental, disiplin, dan solidaritas guna menopang saat tugas jurnalistik,” katanya.

Lanjut dia, selama berada di Pusat Kompetensi Bela Negara Cibodas, semua kegiatan diarahkan untuk kebugaran fisik, dan menumbuhkan patriotisme. Ada senam pagi, outbond, latihan Peraturan Baris Berbaris, dan paparan nilai dasar bela negara.

”Selama di kamp, tidak ada bentakan, hanya hentakan sepatu saat berbaris. Semua pendamping begitu awas melihat siapa peserta yang ngantuk dan lelah. Pendamping biasanya mendekati sambil memegang tangan dan berkata sopan, ”Kalau bapak nggak kuat, istirahat dulu”. Tetapi Alhamdulillah saya dan Mas Parman, demi PWI Jateng, selama kegiatan tetap semangat,” katanya yang disambut acungan jempol Ketua PWI Setiawan Hendra Kelana.

Dalam paparan itu, Setiawan didampingi antara lain Sekretaris Achmad Ris Ediyanto, Wakil Sekretaris Suparningsih, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Alkomari. Hadir juga Ketua DKP PWI Amir Machmud NS dan Anggota Sri Mulyadi serta Ketua Badan Khusus UKW Widiyartono R.

Menangis

Di bagian lain, Suparman yang mengaku pernah ikut test menjadi TNI pada masa remajanya itu juga menyampaikan terkesan dengan kegiatan retreat. Pasalnya, pikirannya menjadi terbuka, khususnya tentang gelombang Artificial Intelligence (AI) di era disrupsi. Dia kian paham bahwa sebagai penjaga kepercayaan publik, pers harus bekerja secara benar dan tanggung jawab.

”Saking terharunya, saya bahkan sampai menitikkan air mata, menangis, saat ada materi betapa pers punya peran dalam kemerdekaan,” katanya.

Dia juga terkesan dengan kegiatan latihan menembak di Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Bogor.

”Saya diberi kesempatan dua kali menembak, tapi kelihatannya meleset. Saya tetap senang karena di sini peserta mengetahui teknik dasar menembak,” katanya.
”Tidak apa-apa Mas Parman. Kami tetap bangga,” kata Ade, panggilan akrab Sekretaris PWI yang bertubuh gemuk itu.

Semua yang hadir begitu serius menyimak secara seksama paparan tersebut. Ketua PWI Jateng lebih banyak menanyakan kondisi kesehatan selama kegiatan mengingat jadwal yang begitu padat mulai bangun jam 03.00 WIB.

Untuk mencairkan suasana, Ketua DK PWI Amir Machmud pun bertanya tentang keseharian Suparman di sana, mengingat yang bersangkutan sering menyeduh kopi khusus untuk menambah vitalitas tubuh, terutama kekencangan otot paha.

”Apakah Mas Parman juga minum kopi agar tak gampang ngantuk?” tanyanya, yang disambut tawa.

”Izin, selama kami di sana kami fokus pada kegiatan. Cara makan dan minum diatur. Kita tak sembarangan ngopi di warung. Ini kegiatan bagus, dan kabarnya ada gelombang kedua. Saya berharap, akan banyak wartawan dari Jateng yang ikut,” pungkasnya. St

0

Telkom Buka Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions untuk Mahasiswa

JAKARTA (Jatengdaily.com) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menegaskan perannya sebagai penggerak pengembangan talenta digital nasional dengan membuka Digistar Class Intern 2026 Batch 1. Program ini merupakan kelanjutan dari tingginya antusiasme mahasiswa pada periode sebelumnya, sekaligus wujud konsistensi Telkom dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

Digistar Class Intern adalah program magang intensif selama lima bulan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbasis kerja nyata (real work experience). Mahasiswa yang lolos seleksi akan terlibat langsung dalam proyek-proyek strategis di unit kerja TelkomGroup dan mendapatkan pendampingan dari para mentor profesional. Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengaplikasikannya dalam konteks bisnis dan operasional perusahaan secara langsung.

Pengalaman kerja tersebut diperkuat dengan modul pembelajaran terstruktur yang mengombinasikan penguatan hard skills, soft skills, serta pemahaman budaya kerja, sehingga proses pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi berorientasi pada kesiapan profesional dan kebutuhan industri.

“Digistar Class Intern merupakan wujud nyata komitmen Telkom dalam membangun masa depan talenta digital Indonesia. Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri, sehingga peserta memiliki kesiapan yang lebih matang saat memasuki dunia kerja,” ujar Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan.

Tahun ini, Digistar Class Intern kembali dibuka bagi mahasiswa aktif minimal semester enam. Fokus pengembangan kompetensi mencakup berbagai bidang strategis, seperti Artificial Intelligence (AI) dan Business to Business (B2B) Solutions, sebagai bekal menghadapi dinamika industri digital yang semakin kompetitif. Pendaftaran Digistar Class Intern 2026 Batch 1 dibuka mulai 31 Januari hingga 8 Februari 2026, dan seluruh proses pendaftaran serta informasi program dapat diakses melalui platform resmi Kementerian BUMN di https://magenta.bumn.go.id.

Willy menambahkan bahwa Digistar Class Intern tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi teknis, tetapi juga pada pembentukan pola pikir profesional, karakter, dan kesiapan berkarier. “Peserta tidak hanya belajar skill, tetapi juga merasakan langsung budaya kerja profesional di lingkungan TelkomGroup,” jelasnya.

Pada Digistar Class Intern 2025, para peserta berkesempatan untuk menyelesaikan real use case TelkomGroup dan mengikuti kelas khusus (special class) dari para praktisi industri. Salah satu kolaborasi strategis tahun lalu dilakukan bersama Palo Alto Networks, perusahaan global terkemuka di bidang keamanan siber.

Diharapkan pada tahun ini, Digistar Class Intern 2026 dapat memberikan pengalaman yang lebih kaya dan relevan, dengan memperluas kolaborasi bersama mitra industri lainnya, memperdalam tantangan proyek yang diberikan, serta menghadirkan lebih banyak sesi mentoring untuk membekali peserta sebagai talenta digital siap kerja yang adaptif dan berdampak.

Sebagai bagian dari pengelolaan talenta jangka panjang, Digistar Class Intern 2026 terintegrasi dengan Candidate Relationship Management System (CRMS) Telkom. Integrasi ini memungkinkan Telkom membangun hubungan berkelanjutan dengan talenta potensial sekaligus menjadi dasar pemetaan dan pengembangan talenta digital di masa depan. St

0

Tujuh Kali Berturut-turut, Demak Kokoh sebagai Kabupaten Informatif

DEMAK (Jatengdaily.com)- Pemerintah Kabupaten Demak kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang keterbukaan informasi publik. Selama tujuh tahun berturut-turut, Demak berhasil mempertahankan predikat sebagai kabupaten informatif, sebuah capaian yang menegaskan komitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Penyerahan Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 kepada sejumlah perangkat daerah berprestasi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, SE, di Gedung Grhadika Bina Praja, Selasa (3/2/2026), sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan informasi publik.

Dalam ajang tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak dinobatkan sebagai PPID Pelaksana Terresponsif tingkat Kabupaten Demak Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan atas kecepatan dan kualitas pelayanan informasi publik kepada masyarakat.

Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya, pelayanan informasi yang terbuka dan mudah diakses akan meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah.

“Keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Saya mengapresiasi perangkat daerah yang telah menunjukkan kinerja terbaik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya keamanan informasi serta penerapan kebijakan satu data. Di tengah era digital, masyarakat semakin kritis dan cerdas dalam menyerap informasi, sehingga pemerintah dituntut menyajikan data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data saat ini menjadi dasar utama pengambilan kebijakan. Karena itu saya minta data harus benar-benar akurat, tidak asal salin-tempel, dan harus terpercaya,” tegas dr. Eisti’anah.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak, Drs. Umar Surya Suksmana, M.Kom, menyampaikan bahwa capaian sebagai kabupaten informatif selama tujuh kali berturut-turut sejak 2019 hingga 2025 merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah. Menurutnya, konsistensi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan Demak sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan yang cerdas dan informatif.  rie-she

0

Dialog Lintas Agama di Demak, Tokoh Agama dan Masyarakat Perkuat Kerukunan

DEMAK (Jatengdaily.com)– Pemerintah Kabupaten Demak terus memperkuat komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal itu tercermin dalam Dialog Tokoh Lintas Agama bertema “Peran Toga dan Tomas dalam Merawat Kerukunan Antar Umat Beragama” yang digelar sebagai ruang komunikasi dan kebersamaan.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Demak, Kendarsih Iriani, SH, MH, mewakili Bupati Demak, menyebut Demak sebagai daerah dengan akar budaya dan religius yang kuat. Menurutnya, kerukunan yang selama ini terjaga merupakan modal berharga bagi stabilitas sosial.

“Demak dikenal sebagai daerah yang religius dan berbudaya kuat. Kita patut bersyukur karena mampu menjaga kerukunan, damai, dan saling menghargai,” ujar Kendarsih, Rabu (04/02/2026).

Ia menegaskan, kerukunan tidak boleh dibiarkan berjalan apa adanya, tetapi harus dirawat bersama. Toleransi dan dialog dinilai menjadi kunci utama dalam menyikapi perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kita semua punya tanggung jawab merawat kerukunan ini agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu. Konflik itu bukan takdir, tetapi sering muncul karena kurang komunikasi dan empati,” tegasnya.

Kendarsih juga menyoroti peran strategis Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus menjadi ruang bersama bagi umat beragama untuk bermusyawarah dan mencari solusi atas persoalan masyarakat.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Demak periode 2026–2030, dr Fuad Alhamidi, menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah saja. Dukungan tokoh lintas agama sangat dibutuhkan untuk menciptakan suasana yang tertib dan sejuk.

“FKUB diharapkan ikut berperan aktif menciptakan kondisi yang harmonis sebagai pondasi utama dalam membangun bangsa dan negara,” kata Fuad.

Ia menambahkan, FKUB merencanakan berbagai kegiatan ke depan, mulai dari dialog langsung ke masyarakat melalui pemantauan lingkungan, hingga program kemanusiaan seperti donor darah dan bakti sosial kebencanaan. Kegiatan ini turut menghadirkan Inspektur Daerah Kabupaten Demak, Kurniawan Arifendi, dan dilandasi Peraturan Bupati Demak Nomor 23 Tahun 2023 tentang Sinergi Penguatan Kerukunan Umat Beragama. rie-she

0

BPK–PGSI Demak Dorong Literasi Keuangan Demi Pendidikan Berintegritas

DEMAK (Jatengdaily.com)- Upaya memperkuat tata kelola pendidikan yang transparan terus dilakukan di Kabupaten Demak. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berkolaborasi dengan Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Demak menggelar sosialisasi literasi keuangan negara guna menumbuhkan pemahaman pengelolaan anggaran yang berintegritas di lingkungan sekolah swasta.

Kegiatan yang digelar di Gedung IPHI Demak, Selasa (3/2/2026), tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Anggota BPK RI Fathan Subchi, Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah Ahmad Lutfi Rahmatullah, Direktur Pengelola Pemeriksaan BPK Suandi, serta Ketua DPRD Demak Zayinul Fata. Turut hadir Ketua PGSI Demak Noer Salim dan Ketua Tanfidziyah PCNU Demak KH Aminudin.

Anggota BPK RI Fathan Subchi menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program BPK Goes to School, yang bertujuan mengenalkan peran dan fungsi BPK kepada pendidik serta masyarakat luas. Melalui program ini, BPK ingin menanamkan pemahaman bahwa pengawasan keuangan negara merupakan tanggung jawab bersama.

“Selain BPK Goes to Campus, kami juga memiliki BPK Goes to School. Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa BPK mengaudit seluruh entitas penerima anggaran negara, baik dari APBN maupun APBD,” jelas Fathan.

Ia menambahkan, di sektor pendidikan, pemeriksaan BPK mencakup berbagai program, mulai dari Program Indonesia Pintar (PIP), beasiswa bagi siswa kurang mampu, hingga pengelolaan keuangan di sekolah dan perguruan tinggi. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dituangkan dalam opini sebagai bahan evaluasi perbaikan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Lutfi Rahmatullah menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan, khususnya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP). Ia mengingatkan agar laporan keuangan disusun sesuai kondisi riil di lapangan.

“Setiap rupiah yang bersumber dari negara harus bisa dipertanggungjawabkan. Ketidaksesuaian antara laporan dan kondisi fisik akan berdampak pada kualitas layanan pendidikan,” tegas Ahmad Lutfi.

Di sisi lain, Ketua DPRD Demak Zayinul Fata mengaitkan literasi keuangan negara dengan perjuangan peningkatan kesejahteraan guru swasta. Menurutnya, pemahaman struktur APBD penting karena sektor pendidikan masih menjadi porsi terbesar anggaran daerah, sekaligus menjadi landasan mendorong kebijakan yang berpihak pada guru swasta. rie-she 

0

PPI Gelar Roadshow GPPE & Label Expo 2026 di Kota Semarang, Jadi Forum Strategis Dunia Industri

SEMARANG (Jatengdaily.com)– PT Pelita Promo Internusa (PPI) menggelar Roadshow Regional Global Printing & Packaging Expo (GPPE) dan Label & Carton Box Expo (LCBE) 2026 di Kota Semarang, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju pameran utama yang akan berlangsung pada 6–9 Mei 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK2, Jakarta.

Roadshow dirancang sebagai forum strategis yang mempertemukan supplier, buyer, serta pelaku industri lokal melalui format networking terstruktur. Selain sesi pertemuan bisnis, kegiatan ini juga menghadirkan demo serta presentasi produk bagi pelaku industri percetakan, kemasan, label, dan corrugated.

Melalui platform B2B tatap muka, roadshow GPPE dan LCBE 2026 memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara penyedia teknologi, pemasok material, dan calon pembeli. Interaksi ini diharapkan dapat mempercepat proses sourcing sekaligus mendorong pengambilan keputusan pembelian yang lebih tepat dan efisien.

Pemilihan Semarang sebagai salah satu kota tujuan roadshow didasarkan pada posisinya yang strategis sebagai pusat logistik dan manufaktur di Jawa Tengah. Kota ini didukung oleh infrastruktur yang kuat, kedekatan dengan pelabuhan serta jalur distribusi utama, dan berkembangnya kawasan industri serta pelaku usaha di sektor kemasan.

Direktur PT Pelita Promo Internusa, Sofianto Widjaja, mengatakan roadshow tidak hanya berfungsi sebagai ajang pengenalan teknologi dan material terbaru, tetapi juga sebagai sarana mempertemukan para pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan bisnis.

“Roadshow ini membuka peluang bagi exhibitor untuk menunjukkan kapabilitasnya secara langsung, sekaligus membantu buyer menemukan solusi produksi yang tepat dan relevan dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Selain menjadi ajang pertemuan regional, roadshow ini juga berperan sebagai jembatan menuju pameran utama GPPE dan LCBE 2026 di Jakarta. Peserta roadshow memperoleh informasi lengkap mengenai pameran utama, peluang berpartisipasi sebagai exhibitor, serta manfaat berkunjung sebagai trade visitor.

Global Printing & Packaging Expo (GPPE) dan Label & Carton Box Expo (LCBE) 2026 merupakan pameran B2B terintegrasi yang menghadirkan teknologi, material, dan solusi terkini bagi industri percetakan, kemasan, label, dan corrugated, baik dari pelaku industri nasional maupun internasional.

Dalam sesi pemaparan, Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia (Pittsindo) menghadirkan Wakil Ketua Umum Syaripudin. Sementara itu, Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia (ATGMI) diwakili oleh Herman Pratomo dan Clay Wala yang menyampaikan sosialisasi expert course.

Pada sesi berikutnya, PT Samafitro melalui Pinto Hasnanto memaparkan perannya sebagai solution partner in imaging and printing. Selanjutnya, PT Jet Technologies Indonesia dengan narasumber Yutyadi mengangkat tema transformasi ide menjadi realitas melalui solusi percetakan terpadu.
Roadshow ditutup dengan sesi presentasi pameran GPPE dan Label & Carton Box Expo (LCBE) 2026 yang disampaikan oleh Senior Project Manager PT Pelita Promo Internusa, Rismin Yapto.

Rangkaian roadshow berikutnya dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada 6 April 2026 di Nine Resto Surabaya. Sementara itu, pendaftaran pengunjung untuk pameran utama GPPE dan LCBE 2026 telah resmi dibuka. she

0

Catat Rekor MURI, SIG Gelar Pelatihan dan Sertifikasi 500 Ahli Bangunan di Lima Provinsi

JAKARTA (Jatengdaily.com)  – Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan daya saing dan mendorong kemandirian bangsa. Keberadaan SDM yang trampil, profesional, dan adaptif, juga diharapkan menjadi pijakan kuat menuju Indonesia Emas 2045. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) turut mendukung peningkatan kompetensi SDM sektor konstruksi melalui program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan.

Diikuti oleh 500 peserta, program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan SIG diselenggarakan serentak pada Minggu (1/2/2026) di lima kabupaten/kota, antara lain Kabupaten Bogor, Jawa Barat; Kota Palembang, Sumatra Selatan; Kota Bengkulu, Bengkulu; Kota Malang, Jawa Timur; dan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan SIG itu pun berhasil meraih Rekor Pelatihan Tukang Bangunan Serentak di Provinsi Terbanyak dari Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI). Setelah penyelenggaraan di lima daerah tersebut, program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan SIG juga akan diselenggarakan di lebih dari 100 kabupaten/kota lainnya dengan target jumlah peserta mencapai lebih dari 5.000 ahli bangunan.

Mengusung tema ”Bangga Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia”, para peserta dibekali pengetahuan dasar material semen dan beton, prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3), metode konstruksi yang efektif dan efisien, serta pengenalan produk SIG.  Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik pemasangan material, hingga plesteran. Sementara kegiatan sertifikasi dilakukan melalui proses wawancara dan uji keterampilan langsung di lapangan.

Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan mengatakan, Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan membuktikan konsistensi SIG dan semangat Bangga Bangun Indonesia yang tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam peningkatan kompetensi ahli bangunan sebagai ujung tombak pembangunan agar lebih terampil, profesional dan bersertifikat.

Selaku holding company yang mengelola produk-produk semen terdepan di Nusantara antara lain Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Andalas, dan Semen Baturaja, program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan ini juga merupakan bentuk kepedulian sekaligus menjadi langkah strategis SIG untuk memperkuat sinergi dengan para ahli bangunan sebagai salah satu mitra utama dalam ekosistem bisnis Perusahaan.

”Ahli bangunan berperan penting dalam mewujudkan rancangan menjadi sebuah bangunan kokoh dan berkelanjutan. Selain bekal keterampilan, aspek K3 menjadi bagian tak terpisahkan untuk menjaga kelancaran dan keberlanjutan proyek. Karena itu, Bulan K3 Nasional 2026 menjadi momentum bagi SIG untuk mengajak para ahli bangunan untuk meningkatkan kesadaran dan mengimplementasikan  aspek K3 setiap menjalankan pekerjaan,” kata Dicky Saelan.

Dicky Saelan menambahkan, SIG merasa bangga program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan yang diikuti oleh ratusan peserta serentak di lima kabupaten/kota ini, berhasil memecahkan Rekor MURI yang menunjukkan semangat SIG untuk terus bangga bangun Indonesia. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh Insan SIG untuk terus berinovasi memberikan nilai tambah dan  manfaat bagi para mitra khususnya ahli bangunan,” ujar Dicky Saelan.

Dalam rangkaian program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan, SIG juga memperkenalkan aplikasi Jago Bangunan kepada para peserta yang menandai dimulainya program Akademi Jago Bangunan secara resmi. Aplikasi Jago Bangunan adalah wadah yang difasilitasi oleh SIG guna mengajak para ahli bangunan dan profesional di bidang konstruksi untuk  meningkatkan kompentensi agar adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga dapat maju dan berkembang.

Melalui aplikasi ini, para peserta dapat bergabung dalam Komunitas Jago Bangunan SIG dan menikmati berbagai benefit, seperti akses e-learning (video dan e-book), katalog produk SIG, fitur komunitas, layanan konsultasi teknis dan perhitungan Rencana Anggaran Bangunan, serta kuis berhadiah di dalam aplikasi. Hingga saat ini, jumlah anggota komunitas Jago Bangunan SIG telah mencapai 14.941 orang.

Peserta pelatihan di Malang, Edi Purwanto (63 tahun) mengaku antusias dan bersyukur mendapat kesempatan kali pertama dalam mengikuti pelatihan dan sertifikasi Ahli Bangunan. Walaupun sudah 30 tahun menggeluti dunia konstruksi bangunan, dia menilai pelatihan ini penting untuk memperbarui pengetahuan seiring perkembangan teknologi dan material konstruksi yang semakin modern dan beragam.

“Ini pertama kali saya ikut pelatihan seperti ini. Meski sudah keliling ke berbagai Provinsi untuk kerja bangunan, saya merasa tetap perlu belajar karena sekarang bahan dan cara pemasangannya semakin berkembang. Dari pelatihan ini saya jadi lebih tahu material yang bagus dan cara penggunaannya. Ya semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut ke depan agar para tukang, baik yang baru maupun yang sudah berpengalaman, tetap bisa menambah wawasan,” ujar Edi Purwanto. St

0

Semarang Bangun Perpustakaan Masa Depan, Dari Ruang Baca hingga Rooftop Diskusi

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) membangun gedung perpustakaan baru yang berlokasi di Srondol, Kecamatan Banyumanik. Di atas lahan seluas 1.019 meter persegi, gedung perpustakaan ini memiliki empat lantai.

Kepala Dinas Arpus Kota Semarang, Bambang Suranggono menyebut bangunan perpustakaan empat lantai tersebut terdiri dari basement untuk tempat parkir, lantai 1 untuk area peminjaman buku, lantai 2 merupakan ruang baca, ruang budaya, mini cafe dan co-working space. Lantai 3 merupakan ruang audio visual, dan ada rooftop yang bisa menjadi tempat diskusi.

“Ada 4 lantai, bahkan kita sediakan mini cafe jadi lebih nyaman, baca buku, berdiskusi bisa sambil pesan kopi. Ada rooftop-nya juga,” kata Bambang di Perpustakaan Kota Semarang, Senin (2/2).

Bambang menyebut kunjungan perpustakaan ditargetkan dalam sehari 350-400 pemustaka, istilah untuk orang yang datang ke perpustakaan. Bahkan ruang audio visual yang disediakan bisa menampung hingga 80 orang.

“Ruang audio visual ini bisa untuk menyaksikan film pendek atau film yang bersumber dari buku,” imbuhnya.

Perpustakaan ini nantinya akan dibuka untuk masyarakat mulai jam 08.00 hingga 21.00 WIB. Nantinya petugas yang ada di perpustakaan akan diberlakukan sistem kerja shift.

Bahkan rencananya, lanjut Bambang, akan disiapkan petugas yang bisa berbahasa asing sehingga bisa mendampingi pemustaka yang berasal dari manca negara.

“Termasuk mereka (petugas) sudah kami seleksi ada yang mampu mendampingi dengan berbahasa asing karena koleksinya ini juga ada koleksi dengan bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, lebih banyak lagi bahasa Inggris. Harapannya masyarakat bisa lebih nyaman,” tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan pembangunan gedung perpustakaan tahap pertama yakni struktur bangunan telah selesai pada Desember 2025 dengan anggaran dari APBD Kota Semarang senilai Rp200 juta dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN sebesar Rp7,8 miliar.

Sementara untuk pembangunan tahap ke dua yang meliputi interior, mebeler dan buku-buku telah disiapkan anggaran dari APBD Kota Semarang sebesar Rp5,3 Miliar.

“Kegiatan interior ini desainnya disesuaikan dengan kondisi Kota Semarang yaitu yang njawani dan menjadi identitas Kota Semarang. Harapan kami di Februari sampai dengan Maret ini selesai lelang interiornya dan pembangunannya kurang lebih 3 bulan. Mungkin mulai akhir Maret dan Juni sudah benar-benar sempurna,” tandasnya. St

0