Antara Diploma dan Sarjana: Ketimpangan Peluang Kerja di Kabupaten Tegal

Oleh: Heny Khristianawati, Fungsional pada BPS Kabupaten Tegal

 KETIMPANGAN  antara lulusan D3 dan S1 di Kabupaten Tegal semakin nyata: peluang kerja, gaji, hingga kompensasi berbeda jauh. Di balik angka statistik, ada cerita tentang martabat dan keadilan sosial yang perlu segera dijawab. Apakah ijazah benar-benar menentukan masa depan, ataukah kompetensi yang seharusnya jadi ukuran utama?

Pendidikan bukan hanya jalur akademik, melainkan pintu menuju masa depan ekonomi dan sosial. Namun, realitas menunjukkan adanya jurang ketimpangan antara lulusan Diploma dan Sarjana (S1), terutama dalam hal peluang kerja, tingkat upah, serta kompensasi yang diterima. Ketimpangan ini bukan sekadar angka, tetapi juga menyangkut martabat dan rasa aman dalam bekerja.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 tercatat 7,61%¹, dengan penurunan tajam pada lulusan Diploma dari 13,34% (2024) menjadi 4,71% (2025)². Sedangkan tingkat sarjana juga mengalami penurunan dari 6,06 % (2024) menjadi 4,07% (2025). Sementara itu, upah minimum Kabupaten Tegal tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp2.300.000 per bulan³. Lulusan S1 di sektor formal bisa memperoleh gaji 30–50% lebih tinggi dibandingkan UMR, sedangkan lulusan Diploma umumnya hanya berada di kisaran upah minimum.

Distribusi tenaga kerja menunjukkan lulusan Diploma lebih banyak terserap di sektor manufaktur dan jasa teknis, sedangkan lulusan S1 dominan di sektor pemerintahan, pendidikan, dan manajerial perusahaan³. Perbedaan ini semakin jelas bila dilihat dari aspek kompensasi dan risiko pekerjaan. Lulusan Diploma sering kali bekerja dengan status kontrak atau outsourcing, sehingga rentan terhadap ketidakpastian dan minim jaminan sosial. Sebaliknya, lulusan S1 lebih ”aman” karena banyak terserap di sektor formal dengan perlindungan tenaga kerja lebih baik, akses tunjangan kesehatan, pensiun, hingga peluang promosi.

Perbandingan Lulusan Diploma vs S1 di Kabupaten Tegal

Ketimpangan ini seharusnya menjadi alarm kebijakan. Pemerintah daerah bersama perguruan tinggi dan dunia usaha perlu menguatkan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri lokal. Penghargaan berbasis kompetensi, bukan sekadar ijazah, harus menjadi prinsip utama. Selain itu, insentif bagi perusahaan yang memberi ruang karier setara bagi lulusan Diploma dapat menjadi solusi untuk menutup jurang ketidakadilan.

Ketimpangan antara Diploma dan S1 di Kabupaten Tegal bukan sekadar statistik, melainkan cermin bagaimana kita menilai pendidikan dan tenaga kerja. Saatnya menutup jurang tersebut dengan kebijakan yang lebih inklusif, agar setiap lulusan (baik Diploma maupun S1) memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Catatan Sumber

  1. Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal, Keadaan Ketenagakerjaan Kabupaten Tegal Agustus 2025 (rilis 10 November 2025).
  2. Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal, Kabupaten Tegal Dalam Angka 2025 (rilis 28 Februari 2025).
  3. JDIH Provinsi Jawa Tengah, Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 561/45 Tahun 2024 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota pada 35 Tiga Puluh Lima Kabupaten/Kota dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. https://jdih.jatengprov.go.id/inventarisasi-hukum/detail/kepgub_561-45_th_2024. St

 

0

Perluas Akses Keadilan, FH USM Jalin Kerja Sama Bantuan Hukum dengan Lapas Batang

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Semarang (FH USM) menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang dalam penyelenggaraan pemberian bantuan hukum, baik litigasi maupun nonlitigasi, bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan yang tergolong masyarakat miskin dan/atau tidak mampu.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani pada Selasa, 3 Februari 2026, oleh Ketua BKBH FH USM Dr. Wafda Vivid Izziyana, S.H., M.H., dan Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan. Kerja sama ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat pemenuhan hak atas bantuan hukum bagi warga binaan pemasyarakatan.

Ketua BKBH FH USM Dr. Wafda Vivid Izziyana mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat di bidang hukum.

“Bantuan hukum adalah hak konstitusional setiap warga negara, termasuk bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan yang berada dalam kondisi tidak mampu. Melalui kerja sama ini, BKBH FH USM berkomitmen memberikan layanan bantuan hukum secara profesional, baik litigasi maupun nonlitigasi, dan dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama meliputi pemberian konsultasi hukum, pendampingan dan pembelaan dalam proses peradilan, penyusunan dokumen hukum, serta kegiatan penyuluhan dan edukasi hukum bagi warga binaan pemasyarakatan.

“Harapannya, program ini dapat meningkatkan pemahaman hukum warga binaan sekaligus menjamin terpenuhinya hak-hak hukum mereka sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Nurhamdan, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi dengan BKBH FH USM akan memberikan kontribusi nyata terhadap proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan.

“Kerja sama ini sangat penting untuk memastikan warga binaan mendapatkan akses terhadap bantuan hukum yang layak. Dengan pendampingan hukum yang tepat, diharapkan mereka memiliki pemahaman hukum yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” katanya.

Nurhamdan menambahkan, kehadiran layanan bantuan hukum di lingkungan lapas juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan, sejalan dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia.

Ke depan, perjanjian kerja sama ini akan diimplementasikan melalui berbagai kegiatan, seperti layanan konsultasi hukum rutin, pendampingan perkara bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan, serta penyuluhan hukum tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan warga binaan pemasyarakatan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemasyarakatan dalam memperluas akses keadilan, khususnya bagi kelompok masyarakat miskin dan/atau tidak mampu,” pungkasnya. St

0

USM Gandeng Universiti Teknologi Malaysia Gelar ASCEND-GP 2026

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Fakultas Teknik Universitas Semarang (USM) bekerja sama dengan Faculty of Artificial Intelligence, Universiti Teknologi Malaysia menggelar Academic Strategy Conference on Sustainable Research & Global Publication (ASCEND-GP) 2026 pada 9 Februari 2026 di R. Teleconference Lt. 8, Menara USM.

Ketua Panitia, Ir. Ferry Firmawan, S.T., M.T., Ph.D., IPU mengatakan, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yakni Rektor USM Dr Supari ST MT, Sekretaris Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang Dr Adi Ekopriyono MSi, Faculty of Arrifical Intelligence UTM, Assoc. Prof. Dr. Samira A, Faculty of Artificial Intelligence UTM, Assoc. Prof. Dr. Rozana Z.

”Konferensi dengan prosiding internasional bukan hanya ruang akademik, tetapi juga platform strategis untuk meningkatkan visibilitas penelitian dan memperluas jaringan ilmiah secara global,” katanya.

Dia mengatakan, dengan memilih konferensi yang kredibel, menyiapkan naskah secara matang, serta menjaga etika akademik, para peneliti dapat memperoleh manfaat besar dari forum ini.

”Di era keterbukaan ilmiah, peran prosiding internasional sebagai sarana penyebaran pengetahuan dan kolaborasi antarpeneliti akan terus menjadi bagian penting dari ekosistem akademik yang dinamis dan berdaya saing,” ungkapnya. St

0

Dari Tangan Pengrajin ke Etalase Dunia: Agustina Dorong Craft Semarang Tembus Pasar Global

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan komitmen Pemerintah kota atau Pemkot Semarang untuk membawa produk kerajinan (craft) lokal Kota Semarang naik kelas ke kancah internasional. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Coffee Morning Dekranasda Kota Semarang bertajuk “Strategi Penguasaan Etsy dan Amazon Store untuk Produk Craft Lokal” yang digelar di Hotel Santika Premiere belum lama ini.

“Hari ini kita sudah mengumumkan kepada publik bahwa kita akan bekerja keras lagi untuk dapat membawa pengrajin, UMKM, pengusaha Kota Semarang ini ekspor,” ungkap Agustina.

Acara ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya Ari Satria (Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag RI) dan Anna Melissa Nava (CEO 1Export Manila). Agustina menjelaskan bahwa pelaku UMKM harus memahami karakteristik platform digital global. Etsy dinilai cocok untuk produk yang mengedepankan keunikan dan sentuhan personal (handmade), sementara Amazon Store memerlukan kesiapan manajemen logistik dan volume produksi yang lebih besar.

“Setidaknya, meski belum bisa ekspor tapi kita bisa menghasilkan produk berkualitas ekspor. (Meningkatkan) kualitas dulu, belajar dulu,” lanjut Agustina.

Ia menyampaikan bahwa Kota Semarang saat ini fokus pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berbasis kekuatan lokal. Menurutnya, produk craft bukan sekadar barang dagangan, melainkan pertemuan antara budaya, identitas kota, dan keterampilan masyarakat.

“Terima kasih atas perhatian Dekranasda. Dekranasda itu isinya para pengusaha yang memiliki komitmen untuk meningkatkan derajat ekonomi dan kehidupan pengrajin UMKM,” kata Agustina.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, termasuk jajaran Kepala OPD, pengurus Dekranasda, perwakilan UMKM, asosiasi usaha, serta pihak Bank Indonesia dan BUMD. Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kota Semarang optimis produk kreatif warga lokal dapat merambah pasar dunia dengan identitas dan tanggung jawab lingkungan yang kuat.

“Semoga Coffee Morning ini melahirkan sinergi konkret antara pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM untuk memperkuat daya saing produk kita,” pungkas Agustina. St

0

Dari Barak ke Ruang Pers: Cerita Dua Wartawan Jateng Menyerap Makna Bela Negara

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dua wartawan yang menjadi utusan PWI Provinsi Jawa Tengah, yaitu Bendahara M Chamim Rifai dan Seksi Polhukam Suparman berbagi cerita sepulang dari Retret Bela Negara yang diadakan oleh PWI Pusat dan Kementerian Pertahanan di Desa Cibodas, Rumpin, Bogor, 29 Januari – 1 Februari 2026 lalu.

Hadir di Gedung Pers, Selasa 3 Februari 2026, di depan para pengurus harian, Dewan Kehormatan, dan Badan Khusus PWI Jateng, Chamim dan Parman menyampaikan rasa terima kasihnya karena diberi kesempatan mengikuti kegiatan kebangsaan di barak militer.

”Siap, mohon izin memaparkan,” kata Chamim yang berbaju loreng lengkap sambil merapatkan kaki dengan gaya tegap diikuti Parman yang memperlihatkan mimik serius. Spontan, semua yang hadir pun mengikuti sikap mereka.

”Izin, selama kami berkegiatan, banyak sukanya. Kami bisa bersilaturahmi dengan teman-teman wartawan dari Sabang sampai Merauke,” tambah wartawan yang hobi main tenis ini.

Dalam paparannya, dia mengaku banyak menyerap materi bela negara selama kegiatan retret. Pada prinsipnya, kata dia, secara kelembagaan, Kemhan sangat mengapresiasi eksistensi organisasi PWI yang dinilai luar biasa. Karena, kiprah wartawan memiliki histori dalam Kemerdekaan RI.

”Dari semua materi, intinya peserta diminta mengisi kemerdekaan sesuai peran, dan bakatnya masing-masing. Ada penguatan mental, disiplin, dan solidaritas guna menopang saat tugas jurnalistik,” katanya.

Lanjut dia, selama berada di Pusat Kompetensi Bela Negara Cibodas, semua kegiatan diarahkan untuk kebugaran fisik, dan menumbuhkan patriotisme. Ada senam pagi, outbond, latihan Peraturan Baris Berbaris, dan paparan nilai dasar bela negara.

”Selama di kamp, tidak ada bentakan, hanya hentakan sepatu saat berbaris. Semua pendamping begitu awas melihat siapa peserta yang ngantuk dan lelah. Pendamping biasanya mendekati sambil memegang tangan dan berkata sopan, ”Kalau bapak nggak kuat, istirahat dulu”. Tetapi Alhamdulillah saya dan Mas Parman, demi PWI Jateng, selama kegiatan tetap semangat,” katanya yang disambut acungan jempol Ketua PWI Setiawan Hendra Kelana.

Dalam paparan itu, Setiawan didampingi antara lain Sekretaris Achmad Ris Ediyanto, Wakil Sekretaris Suparningsih, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Alkomari. Hadir juga Ketua DKP PWI Amir Machmud NS dan Anggota Sri Mulyadi serta Ketua Badan Khusus UKW Widiyartono R.

Menangis

Di bagian lain, Suparman yang mengaku pernah ikut test menjadi TNI pada masa remajanya itu juga menyampaikan terkesan dengan kegiatan retreat. Pasalnya, pikirannya menjadi terbuka, khususnya tentang gelombang Artificial Intelligence (AI) di era disrupsi. Dia kian paham bahwa sebagai penjaga kepercayaan publik, pers harus bekerja secara benar dan tanggung jawab.

”Saking terharunya, saya bahkan sampai menitikkan air mata, menangis, saat ada materi betapa pers punya peran dalam kemerdekaan,” katanya.

Dia juga terkesan dengan kegiatan latihan menembak di Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Bogor.

”Saya diberi kesempatan dua kali menembak, tapi kelihatannya meleset. Saya tetap senang karena di sini peserta mengetahui teknik dasar menembak,” katanya.
”Tidak apa-apa Mas Parman. Kami tetap bangga,” kata Ade, panggilan akrab Sekretaris PWI yang bertubuh gemuk itu.

Semua yang hadir begitu serius menyimak secara seksama paparan tersebut. Ketua PWI Jateng lebih banyak menanyakan kondisi kesehatan selama kegiatan mengingat jadwal yang begitu padat mulai bangun jam 03.00 WIB.

Untuk mencairkan suasana, Ketua DK PWI Amir Machmud pun bertanya tentang keseharian Suparman di sana, mengingat yang bersangkutan sering menyeduh kopi khusus untuk menambah vitalitas tubuh, terutama kekencangan otot paha.

”Apakah Mas Parman juga minum kopi agar tak gampang ngantuk?” tanyanya, yang disambut tawa.

”Izin, selama kami di sana kami fokus pada kegiatan. Cara makan dan minum diatur. Kita tak sembarangan ngopi di warung. Ini kegiatan bagus, dan kabarnya ada gelombang kedua. Saya berharap, akan banyak wartawan dari Jateng yang ikut,” pungkasnya. St

0

Telkom Buka Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions untuk Mahasiswa

JAKARTA (Jatengdaily.com) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menegaskan perannya sebagai penggerak pengembangan talenta digital nasional dengan membuka Digistar Class Intern 2026 Batch 1. Program ini merupakan kelanjutan dari tingginya antusiasme mahasiswa pada periode sebelumnya, sekaligus wujud konsistensi Telkom dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

Digistar Class Intern adalah program magang intensif selama lima bulan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbasis kerja nyata (real work experience). Mahasiswa yang lolos seleksi akan terlibat langsung dalam proyek-proyek strategis di unit kerja TelkomGroup dan mendapatkan pendampingan dari para mentor profesional. Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengaplikasikannya dalam konteks bisnis dan operasional perusahaan secara langsung.

Pengalaman kerja tersebut diperkuat dengan modul pembelajaran terstruktur yang mengombinasikan penguatan hard skills, soft skills, serta pemahaman budaya kerja, sehingga proses pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi berorientasi pada kesiapan profesional dan kebutuhan industri.

“Digistar Class Intern merupakan wujud nyata komitmen Telkom dalam membangun masa depan talenta digital Indonesia. Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri, sehingga peserta memiliki kesiapan yang lebih matang saat memasuki dunia kerja,” ujar Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan.

Tahun ini, Digistar Class Intern kembali dibuka bagi mahasiswa aktif minimal semester enam. Fokus pengembangan kompetensi mencakup berbagai bidang strategis, seperti Artificial Intelligence (AI) dan Business to Business (B2B) Solutions, sebagai bekal menghadapi dinamika industri digital yang semakin kompetitif. Pendaftaran Digistar Class Intern 2026 Batch 1 dibuka mulai 31 Januari hingga 8 Februari 2026, dan seluruh proses pendaftaran serta informasi program dapat diakses melalui platform resmi Kementerian BUMN di https://magenta.bumn.go.id.

Willy menambahkan bahwa Digistar Class Intern tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi teknis, tetapi juga pada pembentukan pola pikir profesional, karakter, dan kesiapan berkarier. “Peserta tidak hanya belajar skill, tetapi juga merasakan langsung budaya kerja profesional di lingkungan TelkomGroup,” jelasnya.

Pada Digistar Class Intern 2025, para peserta berkesempatan untuk menyelesaikan real use case TelkomGroup dan mengikuti kelas khusus (special class) dari para praktisi industri. Salah satu kolaborasi strategis tahun lalu dilakukan bersama Palo Alto Networks, perusahaan global terkemuka di bidang keamanan siber.

Diharapkan pada tahun ini, Digistar Class Intern 2026 dapat memberikan pengalaman yang lebih kaya dan relevan, dengan memperluas kolaborasi bersama mitra industri lainnya, memperdalam tantangan proyek yang diberikan, serta menghadirkan lebih banyak sesi mentoring untuk membekali peserta sebagai talenta digital siap kerja yang adaptif dan berdampak.

Sebagai bagian dari pengelolaan talenta jangka panjang, Digistar Class Intern 2026 terintegrasi dengan Candidate Relationship Management System (CRMS) Telkom. Integrasi ini memungkinkan Telkom membangun hubungan berkelanjutan dengan talenta potensial sekaligus menjadi dasar pemetaan dan pengembangan talenta digital di masa depan. St

0

Tujuh Kali Berturut-turut, Demak Kokoh sebagai Kabupaten Informatif

DEMAK (Jatengdaily.com)- Pemerintah Kabupaten Demak kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang keterbukaan informasi publik. Selama tujuh tahun berturut-turut, Demak berhasil mempertahankan predikat sebagai kabupaten informatif, sebuah capaian yang menegaskan komitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui Penyerahan Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 kepada sejumlah perangkat daerah berprestasi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, SE, di Gedung Grhadika Bina Praja, Selasa (3/2/2026), sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan informasi publik.
Dalam ajang tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak dinobatkan sebagai PPID Pelaksana Terresponsif tingkat Kabupaten Demak Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan atas kecepatan dan kualitas pelayanan informasi publik kepada masyarakat.
Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya, pelayanan informasi yang terbuka dan mudah diakses akan meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah.
“Keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Saya mengapresiasi perangkat daerah yang telah menunjukkan kinerja terbaik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya keamanan informasi serta penerapan kebijakan satu data. Di tengah era digital, masyarakat semakin kritis dan cerdas dalam menyerap informasi, sehingga pemerintah dituntut menyajikan data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data saat ini menjadi dasar utama pengambilan kebijakan. Karena itu saya minta data harus benar-benar akurat, tidak asal salin-tempel, dan harus terpercaya,” tegas dr. Eisti’anah.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Demak, Drs. Umar Surya Suksmana, M.Kom, menyampaikan bahwa capaian sebagai kabupaten informatif selama tujuh kali berturut-turut sejak 2019 hingga 2025 merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah. Menurutnya, konsistensi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan Demak sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan yang cerdas dan informatif.  rie-she 
0

Dialog Lintas Agama di Demak, Tokoh Agama dan Masyarakat Perkuat Kerukunan

DEMAK (Jatengdaily.com)– Pemerintah Kabupaten Demak terus memperkuat komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal itu tercermin dalam Dialog Tokoh Lintas Agama bertema “Peran Toga dan Tomas dalam Merawat Kerukunan Antar Umat Beragama” yang digelar sebagai ruang komunikasi dan kebersamaan.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Demak, Kendarsih Iriani, SH, MH, mewakili Bupati Demak, menyebut Demak sebagai daerah dengan akar budaya dan religius yang kuat. Menurutnya, kerukunan yang selama ini terjaga merupakan modal berharga bagi stabilitas sosial.

“Demak dikenal sebagai daerah yang religius dan berbudaya kuat. Kita patut bersyukur karena mampu menjaga kerukunan, damai, dan saling menghargai,” ujar Kendarsih, Rabu (04/02/2026).

Ia menegaskan, kerukunan tidak boleh dibiarkan berjalan apa adanya, tetapi harus dirawat bersama. Toleransi dan dialog dinilai menjadi kunci utama dalam menyikapi perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kita semua punya tanggung jawab merawat kerukunan ini agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu. Konflik itu bukan takdir, tetapi sering muncul karena kurang komunikasi dan empati,” tegasnya.

Kendarsih juga menyoroti peran strategis Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus menjadi ruang bersama bagi umat beragama untuk bermusyawarah dan mencari solusi atas persoalan masyarakat.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Demak periode 2026–2030, dr Fuad Alhamidi, menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah saja. Dukungan tokoh lintas agama sangat dibutuhkan untuk menciptakan suasana yang tertib dan sejuk.

“FKUB diharapkan ikut berperan aktif menciptakan kondisi yang harmonis sebagai pondasi utama dalam membangun bangsa dan negara,” kata Fuad.

Ia menambahkan, FKUB merencanakan berbagai kegiatan ke depan, mulai dari dialog langsung ke masyarakat melalui pemantauan lingkungan, hingga program kemanusiaan seperti donor darah dan bakti sosial kebencanaan. Kegiatan ini turut menghadirkan Inspektur Daerah Kabupaten Demak, Kurniawan Arifendi, dan dilandasi Peraturan Bupati Demak Nomor 23 Tahun 2023 tentang Sinergi Penguatan Kerukunan Umat Beragama. rie-she

0

BPK–PGSI Demak Dorong Literasi Keuangan Demi Pendidikan Berintegritas

DEMAK (Jatengdaily.com)- Upaya memperkuat tata kelola pendidikan yang transparan terus dilakukan di Kabupaten Demak. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berkolaborasi dengan Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Demak menggelar sosialisasi literasi keuangan negara guna menumbuhkan pemahaman pengelolaan anggaran yang berintegritas di lingkungan sekolah swasta.

Kegiatan yang digelar di Gedung IPHI Demak, Selasa (3/2/2026), tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Anggota BPK RI Fathan Subchi, Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah Ahmad Lutfi Rahmatullah, Direktur Pengelola Pemeriksaan BPK Suandi, serta Ketua DPRD Demak Zayinul Fata. Turut hadir Ketua PGSI Demak Noer Salim dan Ketua Tanfidziyah PCNU Demak KH Aminudin.

Anggota BPK RI Fathan Subchi menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program BPK Goes to School, yang bertujuan mengenalkan peran dan fungsi BPK kepada pendidik serta masyarakat luas. Melalui program ini, BPK ingin menanamkan pemahaman bahwa pengawasan keuangan negara merupakan tanggung jawab bersama.

“Selain BPK Goes to Campus, kami juga memiliki BPK Goes to School. Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa BPK mengaudit seluruh entitas penerima anggaran negara, baik dari APBN maupun APBD,” jelas Fathan.

Ia menambahkan, di sektor pendidikan, pemeriksaan BPK mencakup berbagai program, mulai dari Program Indonesia Pintar (PIP), beasiswa bagi siswa kurang mampu, hingga pengelolaan keuangan di sekolah dan perguruan tinggi. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dituangkan dalam opini sebagai bahan evaluasi perbaikan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Lutfi Rahmatullah menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan, khususnya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP). Ia mengingatkan agar laporan keuangan disusun sesuai kondisi riil di lapangan.

“Setiap rupiah yang bersumber dari negara harus bisa dipertanggungjawabkan. Ketidaksesuaian antara laporan dan kondisi fisik akan berdampak pada kualitas layanan pendidikan,” tegas Ahmad Lutfi.

Di sisi lain, Ketua DPRD Demak Zayinul Fata mengaitkan literasi keuangan negara dengan perjuangan peningkatan kesejahteraan guru swasta. Menurutnya, pemahaman struktur APBD penting karena sektor pendidikan masih menjadi porsi terbesar anggaran daerah, sekaligus menjadi landasan mendorong kebijakan yang berpihak pada guru swasta. rie-she 

0

PPI Gelar Roadshow GPPE & Label Expo 2026 di Kota Semarang, Jadi Forum Strategis Dunia Industri

SEMARANG (Jatengdaily.com)– PT Pelita Promo Internusa (PPI) menggelar Roadshow Regional Global Printing & Packaging Expo (GPPE) dan Label & Carton Box Expo (LCBE) 2026 di Kota Semarang, Selasa (4/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju pameran utama yang akan berlangsung pada 6–9 Mei 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK2, Jakarta.

Roadshow dirancang sebagai forum strategis yang mempertemukan supplier, buyer, serta pelaku industri lokal melalui format networking terstruktur. Selain sesi pertemuan bisnis, kegiatan ini juga menghadirkan demo serta presentasi produk bagi pelaku industri percetakan, kemasan, label, dan corrugated.

Melalui platform B2B tatap muka, roadshow GPPE dan LCBE 2026 memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara penyedia teknologi, pemasok material, dan calon pembeli. Interaksi ini diharapkan dapat mempercepat proses sourcing sekaligus mendorong pengambilan keputusan pembelian yang lebih tepat dan efisien.

Pemilihan Semarang sebagai salah satu kota tujuan roadshow didasarkan pada posisinya yang strategis sebagai pusat logistik dan manufaktur di Jawa Tengah. Kota ini didukung oleh infrastruktur yang kuat, kedekatan dengan pelabuhan serta jalur distribusi utama, dan berkembangnya kawasan industri serta pelaku usaha di sektor kemasan.

Direktur PT Pelita Promo Internusa, Sofianto Widjaja, mengatakan roadshow tidak hanya berfungsi sebagai ajang pengenalan teknologi dan material terbaru, tetapi juga sebagai sarana mempertemukan para pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan bisnis.

“Roadshow ini membuka peluang bagi exhibitor untuk menunjukkan kapabilitasnya secara langsung, sekaligus membantu buyer menemukan solusi produksi yang tepat dan relevan dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Selain menjadi ajang pertemuan regional, roadshow ini juga berperan sebagai jembatan menuju pameran utama GPPE dan LCBE 2026 di Jakarta. Peserta roadshow memperoleh informasi lengkap mengenai pameran utama, peluang berpartisipasi sebagai exhibitor, serta manfaat berkunjung sebagai trade visitor.

Global Printing & Packaging Expo (GPPE) dan Label & Carton Box Expo (LCBE) 2026 merupakan pameran B2B terintegrasi yang menghadirkan teknologi, material, dan solusi terkini bagi industri percetakan, kemasan, label, dan corrugated, baik dari pelaku industri nasional maupun internasional.

Dalam sesi pemaparan, Perhimpunan Industri Tinta Cetak Seluruh Indonesia (Pittsindo) menghadirkan Wakil Ketua Umum Syaripudin. Sementara itu, Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia (ATGMI) diwakili oleh Herman Pratomo dan Clay Wala yang menyampaikan sosialisasi expert course.

Pada sesi berikutnya, PT Samafitro melalui Pinto Hasnanto memaparkan perannya sebagai solution partner in imaging and printing. Selanjutnya, PT Jet Technologies Indonesia dengan narasumber Yutyadi mengangkat tema transformasi ide menjadi realitas melalui solusi percetakan terpadu.
Roadshow ditutup dengan sesi presentasi pameran GPPE dan Label & Carton Box Expo (LCBE) 2026 yang disampaikan oleh Senior Project Manager PT Pelita Promo Internusa, Rismin Yapto.

Rangkaian roadshow berikutnya dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada 6 April 2026 di Nine Resto Surabaya. Sementara itu, pendaftaran pengunjung untuk pameran utama GPPE dan LCBE 2026 telah resmi dibuka. she

0

Catat Rekor MURI, SIG Gelar Pelatihan dan Sertifikasi 500 Ahli Bangunan di Lima Provinsi

JAKARTA (Jatengdaily.com)  – Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan daya saing dan mendorong kemandirian bangsa. Keberadaan SDM yang trampil, profesional, dan adaptif, juga diharapkan menjadi pijakan kuat menuju Indonesia Emas 2045. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) turut mendukung peningkatan kompetensi SDM sektor konstruksi melalui program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan.

Diikuti oleh 500 peserta, program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan SIG diselenggarakan serentak pada Minggu (1/2/2026) di lima kabupaten/kota, antara lain Kabupaten Bogor, Jawa Barat; Kota Palembang, Sumatra Selatan; Kota Bengkulu, Bengkulu; Kota Malang, Jawa Timur; dan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan SIG itu pun berhasil meraih Rekor Pelatihan Tukang Bangunan Serentak di Provinsi Terbanyak dari Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI). Setelah penyelenggaraan di lima daerah tersebut, program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan SIG juga akan diselenggarakan di lebih dari 100 kabupaten/kota lainnya dengan target jumlah peserta mencapai lebih dari 5.000 ahli bangunan.

Mengusung tema ”Bangga Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia”, para peserta dibekali pengetahuan dasar material semen dan beton, prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3), metode konstruksi yang efektif dan efisien, serta pengenalan produk SIG.  Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik pemasangan material, hingga plesteran. Sementara kegiatan sertifikasi dilakukan melalui proses wawancara dan uji keterampilan langsung di lapangan.

Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan mengatakan, Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan membuktikan konsistensi SIG dan semangat Bangga Bangun Indonesia yang tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam peningkatan kompetensi ahli bangunan sebagai ujung tombak pembangunan agar lebih terampil, profesional dan bersertifikat.

Selaku holding company yang mengelola produk-produk semen terdepan di Nusantara antara lain Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Andalas, dan Semen Baturaja, program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan ini juga merupakan bentuk kepedulian sekaligus menjadi langkah strategis SIG untuk memperkuat sinergi dengan para ahli bangunan sebagai salah satu mitra utama dalam ekosistem bisnis Perusahaan.

”Ahli bangunan berperan penting dalam mewujudkan rancangan menjadi sebuah bangunan kokoh dan berkelanjutan. Selain bekal keterampilan, aspek K3 menjadi bagian tak terpisahkan untuk menjaga kelancaran dan keberlanjutan proyek. Karena itu, Bulan K3 Nasional 2026 menjadi momentum bagi SIG untuk mengajak para ahli bangunan untuk meningkatkan kesadaran dan mengimplementasikan  aspek K3 setiap menjalankan pekerjaan,” kata Dicky Saelan.

Dicky Saelan menambahkan, SIG merasa bangga program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan yang diikuti oleh ratusan peserta serentak di lima kabupaten/kota ini, berhasil memecahkan Rekor MURI yang menunjukkan semangat SIG untuk terus bangga bangun Indonesia. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh Insan SIG untuk terus berinovasi memberikan nilai tambah dan  manfaat bagi para mitra khususnya ahli bangunan,” ujar Dicky Saelan.

Dalam rangkaian program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan, SIG juga memperkenalkan aplikasi Jago Bangunan kepada para peserta yang menandai dimulainya program Akademi Jago Bangunan secara resmi. Aplikasi Jago Bangunan adalah wadah yang difasilitasi oleh SIG guna mengajak para ahli bangunan dan profesional di bidang konstruksi untuk  meningkatkan kompentensi agar adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga dapat maju dan berkembang.

Melalui aplikasi ini, para peserta dapat bergabung dalam Komunitas Jago Bangunan SIG dan menikmati berbagai benefit, seperti akses e-learning (video dan e-book), katalog produk SIG, fitur komunitas, layanan konsultasi teknis dan perhitungan Rencana Anggaran Bangunan, serta kuis berhadiah di dalam aplikasi. Hingga saat ini, jumlah anggota komunitas Jago Bangunan SIG telah mencapai 14.941 orang.

Peserta pelatihan di Malang, Edi Purwanto (63 tahun) mengaku antusias dan bersyukur mendapat kesempatan kali pertama dalam mengikuti pelatihan dan sertifikasi Ahli Bangunan. Walaupun sudah 30 tahun menggeluti dunia konstruksi bangunan, dia menilai pelatihan ini penting untuk memperbarui pengetahuan seiring perkembangan teknologi dan material konstruksi yang semakin modern dan beragam.

“Ini pertama kali saya ikut pelatihan seperti ini. Meski sudah keliling ke berbagai Provinsi untuk kerja bangunan, saya merasa tetap perlu belajar karena sekarang bahan dan cara pemasangannya semakin berkembang. Dari pelatihan ini saya jadi lebih tahu material yang bagus dan cara penggunaannya. Ya semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut ke depan agar para tukang, baik yang baru maupun yang sudah berpengalaman, tetap bisa menambah wawasan,” ujar Edi Purwanto. St

0

Semarang Bangun Perpustakaan Masa Depan, Dari Ruang Baca hingga Rooftop Diskusi

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) membangun gedung perpustakaan baru yang berlokasi di Srondol, Kecamatan Banyumanik. Di atas lahan seluas 1.019 meter persegi, gedung perpustakaan ini memiliki empat lantai.

Kepala Dinas Arpus Kota Semarang, Bambang Suranggono menyebut bangunan perpustakaan empat lantai tersebut terdiri dari basement untuk tempat parkir, lantai 1 untuk area peminjaman buku, lantai 2 merupakan ruang baca, ruang budaya, mini cafe dan co-working space. Lantai 3 merupakan ruang audio visual, dan ada rooftop yang bisa menjadi tempat diskusi.

“Ada 4 lantai, bahkan kita sediakan mini cafe jadi lebih nyaman, baca buku, berdiskusi bisa sambil pesan kopi. Ada rooftop-nya juga,” kata Bambang di Perpustakaan Kota Semarang, Senin (2/2).

Bambang menyebut kunjungan perpustakaan ditargetkan dalam sehari 350-400 pemustaka, istilah untuk orang yang datang ke perpustakaan. Bahkan ruang audio visual yang disediakan bisa menampung hingga 80 orang.

“Ruang audio visual ini bisa untuk menyaksikan film pendek atau film yang bersumber dari buku,” imbuhnya.

Perpustakaan ini nantinya akan dibuka untuk masyarakat mulai jam 08.00 hingga 21.00 WIB. Nantinya petugas yang ada di perpustakaan akan diberlakukan sistem kerja shift.

Bahkan rencananya, lanjut Bambang, akan disiapkan petugas yang bisa berbahasa asing sehingga bisa mendampingi pemustaka yang berasal dari manca negara.

“Termasuk mereka (petugas) sudah kami seleksi ada yang mampu mendampingi dengan berbahasa asing karena koleksinya ini juga ada koleksi dengan bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, lebih banyak lagi bahasa Inggris. Harapannya masyarakat bisa lebih nyaman,” tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan pembangunan gedung perpustakaan tahap pertama yakni struktur bangunan telah selesai pada Desember 2025 dengan anggaran dari APBD Kota Semarang senilai Rp200 juta dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN sebesar Rp7,8 miliar.

Sementara untuk pembangunan tahap ke dua yang meliputi interior, mebeler dan buku-buku telah disiapkan anggaran dari APBD Kota Semarang sebesar Rp5,3 Miliar.

“Kegiatan interior ini desainnya disesuaikan dengan kondisi Kota Semarang yaitu yang njawani dan menjadi identitas Kota Semarang. Harapan kami di Februari sampai dengan Maret ini selesai lelang interiornya dan pembangunannya kurang lebih 3 bulan. Mungkin mulai akhir Maret dan Juni sudah benar-benar sempurna,” tandasnya. St

0

Semarang Punya Modal Kuat Jadi Panggung MTQ Nasional 2026

SEMARANG (Jatengdaily.com) — Kota Semarang dinilai memiliki posisi strategis sekaligus kesiapan teknis untuk menjadi pusat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026. Penilaian tersebut mengemuka dalam pembahasan tim Kementerian Agama Republik Indonesia saat melakukan survei kelayakan venue hari ke dua di Kota Semarang belum lama ini.

Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an Kemenag RI, Rizal Ahmad Rangkuty, menyampaikan bahwa peninjauan difokuskan pada sejumlah aspek penting, seperti kesiapan tata ruang, alur registrasi, ketersediaan ruang tunggu peserta, hingga skema penempatan majelis lomba sebagai penopang utama kelancaran MTQ berskala nasional.

“Tim membahas penataan 24 majelis lomba, dengan perkiraan 13 majelis digunakan untuk registrasi awal. Selain itu, pengaturan ruang tunggu peserta disesuaikan dengan jadwal kedatangan kafilah dari berbagai provinsi,” ungkap Rizal.

Ia menjelaskan bahwa kedatangan peserta berlangsung secara bertahap. Sebagai contoh, kafilah dari Aceh, Sumatera Utara, dan Riau dijadwalkan tiba pukul 10.00 WIB, disusul Sumatera Barat pada pukul 11.00 WIB, dan seterusnya. Karena itu, ruang tunggu perlu disiapkan secara memadai agar alur kedatangan tetap tertib, nyaman, dan tidak terjadi penumpukan.

Terkait lokasi, Rizal menyebutkan bahwa pemanfaatan area terbuka maupun tenda besar dimungkinkan, sepanjang aspek keamanan, kenyamanan, serta mitigasi cuaca dapat terpenuhi. “Jika tendanya aman dan luas, lapangan juga bisa dimanfaatkan. Prinsipnya fleksibel, yang penting representatif dan peserta merasa nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Keagamaan Setda Provinsi Jawa Tengah, Agung Priyono, menilai PRPP Semarang sebagai salah satu lokasi yang memiliki keunggulan dari sisi strategis. Kedekatan lokasi dengan bandara menjadi nilai tambah karena memudahkan kafilah menuju tempat registrasi sebelum melanjutkan perjalanan ke hotel.

“Begitu tiba di bandara, kafilah dapat langsung menuju PRPP untuk registrasi. Jaraknya sangat dekat, sehingga PRPP berpotensi menjadi titik awal kedatangan seluruh kafilah,” jelas Agung.

Ia menambahkan, fasilitas pendukung seperti ruang berpendingin udara, pencahayaan yang baik, area antrean, layanan konsumsi, hingga ruang istirahat sementara menjadi perhatian utama yang akan terus disempurnakan. Selain itu, unsur arsitektur gedung yang menampilkan ciri khas Jawa dinilai memberi nilai tambah secara visual.

“Ketika tirai dan gebyok dibuka, nuansa Jawanya terasa kuat dan fotogenik. Ini sangat mendukung kebutuhan dokumentasi, photo booth, maupun foto bersama,” tutur salah satu anggota tim.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan optimisme bahwa Kota Semarang siap menjadi tuan rumah MTQ Nasional Tahun 2026. Menurutnya, kepercayaan sebagai tuan rumah kembali merupakan kehormatan sekaligus momentum penting bagi Kota Semarang untuk menunjukkan kapasitasnya dalam menyukseskan agenda keagamaan berskala nasional.

“Kota Semarang siap menyambut dan menyukseskan MTQ Nasional 2026. Sejak terakhir kali menjadi tuan rumah pada tahun 1979, pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang kembali menjadi momentum bersejarah bagi kami untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik, lebih tertib, dan semakin berkualitas,” ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Semarang akan mengerahkan seluruh potensi daerah, berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat demi memastikan MTQ Nasional pada September 2026 mendatang bisa terselenggara dengan sukses dan berkesan.

Dalam pembahasan tersebut, turut disinggung pula aspek efisiensi biaya dan instalasi, mengingat sebagian fasilitas gedung telah digunakan untuk berbagai kegiatan nasional maupun korporasi. Tim menilai, ruang-ruang di dalam gedung dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan pelaksanaan MTQ.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Kota Semarang dinilai memiliki potensi kuat untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, sekaligus diharapkan mampu menyelenggarakan MTQ secara tertib, nyaman, representatif, dan berkesan bagi seluruh peserta serta masyarakat. St

0

Sinergi Bersama Mitra, PWI Jateng Sukses Gelar Mabar Bulutangkis dan Tenis dalam Peringatan HPN

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah (PWI Jateng) dalam rangkaian Peringatan HPN Tingkat Jateng dan HUT ke-80 PWI Tahun 2026 menggelar ”Main Bareng (Mabar) Bulutangkis dan Tenis Lapangan” di GOR Tri Lomba Juang, Semarang, Selasa pagi 3 Februari 2026.

Mabar Bulutangkis dan Tenis yang diikuti empat tim yaitu PWI, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jateng, DPRD Provinsi Jateng, dan BNI dibuka oleh Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana.

Sebelum peserta pukul shuttlecock dan bola tenis, suasana akrab, cair, dan seru sudah terasa saat acara pembukaan Mabar. Koordinator Tim Tenis PWI Jateng M Chamim Rifai yang baru saja pulang dari Retreat Bela Negara PWI Pusat – Kemenhan didapuk untuk memimpin barisan.

Dengan sikap tegas, dia mengatur peserta yang dihadiri antara lain Kabid Pembudayaan Dispora Jateng Anton Asfihani, Area Head BNI Kantor Wilayah 05 Ari Jatmiko yang didampingi Angga Yonar (Dep.Head Regional Bisnis Support) dan Gana Siburian (Section Head Channed & Service Management).

Dari PWI Jateng, hadir Sekretaris Achmad Ris Ediyanto, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, dan Ketua Panitia HPN Tingkat Jateng Alkomari.

Perwakilan BNI, Ari Jatmiko saat memberikan sepatah-dua patah kata menyampaikan rasa antusiasme yang tinggi atas kegiatan Mabar yang menurutnya sangat positif untuk menjalin silaturahmi dan sinergitas sambil berolahraga.

”Kami cocok dengan lapangan bulutangkis GOR Tri Lomba Juang yang adhem ini. Ayo, kapan-kapan kita mabar lagi di sini atau silakan tim PWI main ke lapangan tempat kami biasa berlatih,” kata Ari.

Di bagian lain, Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Jateng Anton Asfihani juga mengapresiasi kegiatan Mabar ini. Dia berharap, pada kesempatan berikutnya bisa dijadikan event kerja sama yang berbentuk turnamen atau kejuaraan.

”Pada prinsipnya, Dispora siap support untuk kegiatan PWI. Apalagi di sana ada Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI yang mengacu PP No 46 No 2024 sudah tak lagi menjadi anggota KONI. Ini artinya ada kesempatan untuk membangun kerja sama, antara Dispora dengan PWI,” ungkapnya.

Guyub
Sementara itu, Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana juga berterima kasih dan mengapresiasi atas pertisipasi Dispora Jateng, DPRD Jateng dan BNI yang turut memeriahkan HPN Tingkat Jateng 2026.

Menurut Iwan, sapaan akrabnya, Mabar diharapkan memberikan warna bagi kegiatan HPN sebagai sarana mempererat kemitraan PWI Jateng dengan pemangku kepentingan.

”Kita hadir di sini bukan untuk cari prestasi, tapi suasana guyub. Mungkin selama ini kawan-kawan sibuk dengan pekerjaan, keluarga, atau aktivitas lain sehingga waktu berolahraga maupun pertemuan jadi terbatas. Mabar ini jadi momen yang pas untuk merajut silaturahmi dengan sesama wartawan, dengan para mitra kerja,” kata Sekretaris Redaksi Suara Merdeka tersebut.

Iwan juga menambahkan, bahwa pada tahun 2027 mendatang, ada gawe besar yaitu Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang menjadi multievent bergengsi para pewarta se-Indonesia. Dia berharap ada support dari Dispora Jateng.

Di akhir kata, Iwan meneriakkan salam olahraga dan yel-yel ”Mabar! Mabar! Yo yo yooo…” yang disambut peserta dengan semangat.

Dia pun berterima kasih berbagai pihak yang turut membantu terselenggaranya rangkaian kegiatan HPN Tingkat Jateng 2026.

Para mitra kerja tersebut, terdiri atas Pemprov Jateng, DPRD Jateng, Baznas Jateng, Dispora Jateng, Pemkot Semarang, Pemkot Tegal, Pemkab Tegal, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Bank Jateng, Sido Muncul, Semen Gresik, SIG, PLN Unit Induk Distribusi Jateng-DIY, SKKMIGAS, PGN SAKA, TIS Energy, ExxonMobil, Pertamina EP, Pertamina EP Cepu ADK, dan Pertamina PHE Randugunting, Indropolis Batang, dan Bhimasena Power Indonesia.

Selain itu, BNI, Sukun, Kokola, Djarum Foundation, Jaya Arnikon, Universitas BPD, Unimus, Udinus, USM, dan Universitas Panca Sakti Tegal, dan Baznas Kota Semarang. St

0

FTIK USM Lepas 77 Lulusan Siap Menjawab Tantangan Era Digital

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dekan FTIK USM Dr Atmoko Nugroho ST MEng melepas 77 lulusan terdiri atas S1 Ilmu Komunikasi (23 lulusan), S1 Sistem Informasi (15), S1 Teknik Informatika (31), dan S1 Pariwisata (8) dalam acara Winisuda FTIK USM di Auditorium Ir Widjatmoko pada 3 Februari 2026.

Dekan FTIK USM Dr Atmoko Nugroho ST MEng menyampaikan rasa bangga kepada para lulusan. Dia berharap, para lulusan terus berkontribusi positif di masyarakat.

”Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari peran nyata dalam menghadirkan inovasi dan solusi bagi kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Selain prosesi utama, Winisuda FTIK juga menampilkan berbagai dokumentasi kreatif oleh tim multimedia FTIK serta liputan langsung di media sosial fakultas, sebagai bentuk apresiasi dan kenangan bagi para wisudawan dan keluarga.

Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, acara Winisuda FTIK berhasil mencerminkan nilai-nilai unggul fakultas dalam membentuk lulusan yang siap menghadapi tantangan era digital.

Lulusan S1 Ilmu Komunikasi:
1. Helena Evani Setya Putri
2. Dewi Aji Pamungkas
3.Jetty Shafa Nabilla
4.Hilma Ilmy Nur Aliyah
5.Chelsea Nadia Syahrani
6.Desti Fabriana
7.Muchammad Firdaus Alfa Niam
8.Annastasya Oxsy Maganda
9.Adia Resya Umaya
10.Hikmah Nur Sabili
11.Della Afiani
12.Adib Ihza Prakoso
13.Nasrul Maulana
14.Arfan Yuli Setiawan
15.Gisela Dian Narulitha
16.Putri Rizkia Cahyani
17.Timotius Gerhard Sihombing
18.Tiara Putri Anggraeni
19.Erik Wisnu Arimurti
20.Nur Faidah
21.Nadia Citra Ravelina
22.Daniel Kukuh Wibisono
23.Anisa Inten Purnamatari

S1 Teknik Informatika:
1.Fikri Rahmat Firdaus
2.Samuel Vittorio Rivaldo
3.Dedy Priyanto
4.Aria Setiaji
5.Adi Rizki Mulyanto
6.Muhammad Fadhli Marzuqi
7.Anisa Nur Hidayah
8.Purbo Pangestu Satria Jati
9.Muhammad Fernanda Dharmawan
10.Yosep Wahyu Danuarto
11.Sarah Ayuk Lestari
12.Arti Sindi Setiyaningsih
13.Nanda Bahriatul Ulum
14.Yogi Alvin
16.Aurelly Dewi Priastuti
17.Riandika Ade Saputra
18.Angga Nur Fauyi
19.Ardian Jimmy Haryanto
20.Rieke Rahma Dewi Chandra
21.Hafaz Rafsanjani Mubarok
22.Muhammad Rafif Abidin
23.Willy Abi Saksena
24.Tri Retno Utami
25.Rio Eko Saputro
26.Chandra Nilasari Yunantara
27.Moch Rafi Dewayanto
28.Sadna Putri Yuliarti
29.Muhamad Abdul Kholiq Hidayat
30.Radhita Amelia Pasha
31.Andrian Dwi Rachmat Putra

S1 Sistem Informasi:
1.Rizka Yuli Astuti
2.Mey Tri Widya Pangesti
3.Yoel Alva Joy Panjaitan
4.Muhammad Munir Alifudien
5.Sholeh Al Hamamy
6.Estiawan Rifat
7.Muhammad Jazilul Fahmi
8.Nurfaozi
9.Rafi Yanuar
10.Rizky Fajar Ariandi
11.Okinawa Edy Widianata
12.Julietha Oriona
13.Irnatha Nasywa Firdaus Sutanti
14.Muhammad Izzun Iqbal Khoirunnawafil
15.Luthfi Tegar Wahyudi

S1 Pariwisata:
1.Bintang Noorlidzikry Dwipratama
2.Rizka Maulani
3.Adik Puspa Ningrum
4.Audrey Firliana Ahmar
5.Aji Baskoro
6.Khusain Nurrizki
7.Sabrina Aulia Luthfiani
8.Naila Putri Anggraini. St

0

Capaian Volume Angkutan Barang KAI Daop 4 diTahun 2025 Mengalami Peningkatan

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa capaian pada tahun 2025 meningkat 11% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mengangkut sebanyak 269.248 ton.

“Pada tahun 2025, fokus utama angkutan barang KAI Daop 4 Semarang adalah angkutan peti kemas dengan volume mencapai 224.946 ton. Selain itu, KAI Daop 4 Semarang juga melayani berbagai jenis angkutan barang lainnya, seperti Angkutan Retail (BHP), Angkutan Retail (Parcel)/General Cargo, serta komoditas lainnya dengan total volume mencapai 66.626 ton,” kata Luqman.

Luqman menambahkan, layanan bongkar muat peti kemas difokuskan di Stasiun Tawang dan Stasiun Brumbung yang berperan sebagai simpul logistik utama di wilayah Daop 4 Semarang.

Selain itu, moda kereta api juga berkontribusi dalam mendukung rantai pasok logistik pada sektor-sektor strategis yang menunjang pembangunan dan ketahanan energi, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Peran tersebut diwujudkan melalui layanan angkutan komoditas semen dan bahan bakar minyak (BBM) yang dilayani menuju wilayah Daop 4 Semarang. Dalam mendukung pembangunan di Jawa Tengah, KAI Daop 4 Semarang melayani penanganan pembongkaran (unloading) Angkutan Semen di Stasiun Poncol dan Stasiun Brumbung. Sementara di sektor energi, KAI Daop 4 Semarang turut berperan penting melalui penanganan pembongkaran (unloading) Angkutan BBM di Stasiun Larangan, guna memastikan kelancaran pasokan energi bagi masyarakat maupun sektor industri.

“Kinerja positif ini menjadi bukti komitmen KAI dalam menghadirkan layanan angkutan barang yang andal, efisien, dan tepat waktu. Kami terus berinovasi dan mengambil langkah strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pelanggan industri terhadap solusi logistik yang berkelanjutan,” ujar Luqman.

Pertumbuhan kinerja angkutan barang di wilayah Daop 4 Semarang didukung oleh peningkatan frekuensi perjalanan dan rute layanan, optimalisasi jumlah gerbong dalam satu rangkaian, serta ketepatan waktu pengiriman barang.

“Meningkatnya permintaan pelanggan terhadap layanan angkutan berbasis rel menjadi pendorong utama capaian ini,” tambahnya.

Saat ini, layanan angkutan barang KAI Daop 4 Semarang telah menjangkau puluhan kota dan kabupaten di Pulau Jawa, menghubungkan kawasan industri dengan pelabuhan, pusat ekonomi, dan sentra distribusi nasional.

Ekosistem logistik berbasis rel ini berperan penting dalam mendekatkan produsen dengan konsumen, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.

Kinerja unggul KAI Daop 4 Semarang juga ditopang oleh lokasi operasional yang strategis, mencakup berbagai kawasan industri penting di Jawa Tengah seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terpadu Batang, dan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

“Kereta api kini bukan hanya sarana transportasi penumpang, tetapi juga simpul penting dalam rantai distribusi logistik nasional. Capaian angkutan barang yang melampaui tahun sebelumnya ini membuktikan bahwa kereta api semakin relevan dan strategis dalam mendukung efisiensi logistik serta pembangunan ekonomi hijau di Indonesia,” tutup Luqman Arif. she

0