64 Perguruan Tinggi Se-Indonesia Ikuti KRI 2019 di Semarang

Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Dr Didin Wahidin membuka kegiatan KRI 2019. Foto: ody

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 resmi dibuka oleh Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Dr. Didin Wahidin di Sport Center Graha Padma Semarang, Sabtu, (22/6) siang.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika yang diikuti lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Adapun cabang lomba terdiri dari enam jang KRI tingkat nasional terdiri dari enam kategori. Lima diantaranya telah lama dipertandingkan yakni Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) beroda. Satu kategori baru yang hanya dipertandingkan pada tingkat nasional yakni Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI).

Dalam sambutannya, Rektor Udinus, Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, mengatakan pihaknya berterimakasih kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) telah mempercayai Udinus untuk menyelenggarakan ajang bergengsi ini.

Menurutnya pada tahun ini terdapat divisi baru yang akan memudahkan para petani dalam menanam hingga memanen padi.

“Kegiatan ini bukan hanya permainan semata, namun kedepannya jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari akan sangat bermanfaat. Seperti contoh pada Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) memiliki tema pertanian jika dipraktekan pada dunia pertanian akan sangat bermanfaat sekali,” ujarnya.

Para peserta yang mengikuti KRI tingkat Nasional di Udinus 2019 merupakan tim terbaik dari kontes robot tingkat regional. Regional dipecah menjadi 4 regional dan berdasarkan wilayah yakni regional 1 meliputi area Sumatra, regional 2 meliputi Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat dan Sulawesi, regional 3 meliputi Jawa bagian tengah Kalimantan bagian timur dan selatan dan regional 4 meliputi Jawa bagian timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Setiap tim berusaha mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya terlihat seluruh tim terus memperbaiki robotnya agar dapat maksimal saat bertanding.

Dalam setiap divisi memiliki gaya permainan yang berbeda satu diantaranya di divisi KRSBI-Humanoid maupun KRSBI-Beroda dimana robot yang dapat mencetak skor terbanyak keluar sebagai juara. Sedangkan untuk KRAI, tim yang mendapatkan poin tertinggi keluar sebagai juara.

Sementara itu, Dr. Didin Wahidin, mengaku kegiatan ini sebagai kontes dalam menguji coba robot agar memudahkan kerja manusia. Ia berharap agar perkembangan teknologi di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain.

“Saya menekan bahwa perkembangan teknologi di Indonesia harus diabdikan kepada kepentingan manusia dan kemanusiaan,” ungkapnya saat memberikan keterangan terkait KRI Tingkat Nasional 2019.

Sebelumnya, kegiatan opening tersebut ditampilkan berbagai penampilan mulai dari permainan e-Gamelan Udinus yang pernah tampil di UNESCO, tari-tarian hingga penampilan robot Warak Ngendog yang menjadi mascot dalam acara KRI Tingkat Nasional pada tahun ini. ody-she

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version