By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ambarawa Ditata Lewat ‘Kota Tanpa Kumuh’
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ambarawa Ditata Lewat ‘Kota Tanpa Kumuh’

Last updated: 20 Agustus 2019 16:56 16:56
Jatengdaily.com
Published: 20 Agustus 2019 16:29
Share
Said Riswanto, anggota DPRD Kabupaten Semarang. Foto : Budhi.
SHARE

UNGARAN (Jatengdaily.com) – Anggota DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto mengatakan wajah kota Ambarawa bakal berubah menyusul adanya program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program percepatan penanganan permukiman kumuh sekaligus mendukung gerakan 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak ini akan dilaksanakan 2019.

‘’Program Kotaku di Ambarawa tahun ini rencananya akan dilakukan penataan trotoar. Program ini bisa mengubah wajah kota Ambarawa. Pelaksanaan program Kotaku ditangani oleh Kementerian PUPR, termasuk anggarannya dari sana,’’ ungkap Said Riswanto, Selasa (20/8/2019).

Menurut Said, APBD Kabupaten Semarang mengalokasikan anggaran pendampingan untuk mendukung program Kotaku. Anggaran tersebut antara lain untuk pemindahan pipa PDAM terdampak penataan trotoar . ‘’Untuk pemindahan pipa PDAM dianggarkan Rp 1,6 miliar dalam bentuk penyertaan modal ke PDAM,’’ ujarnya.

Said menjelaskan, tujuan program Kotaku adalah memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur sesuai 8 indikator kumuh dan penguatan kapasitas pemerintah daerah untuk mengembangkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Selain itu, memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan penghidupan berkelanjutan.

‘’Indikator kumuh antara lain dilihat dari kondisi bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, pengamanan kebakaran, serta ruang terbuka publik,’’ jelasnya.

Kata Said, untuk mendukung program Kotaku juga akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Lokasi pembangunan RTH rencananya memanfaatkan lahan yang sekarang digunakan untuk pasar pagi di seberang Pasar Projo Ambarawa.

‘’Kita berharap pembangunan RTH dan aktivitas pedagang pasar pagi sama-sama bisa berjalan baik. Sehingga perlu dicarikan lokasi baru untuk menampung para pedagang pasar pagi,’’ katanya.

Terpisah, Sekretaris DPU Kabupaten Semarang, Supratmono membeberkan, DPU mengusulkan anggaran program Kotaku di Ambarawa sebesar Rp 47 miliar. Tapi yang disetujui baru sebesar 2 juta US Dollar atau setara Rp 26 miliar.

‘’Mungkin Oktober 2019 sudah pelaksanaan. Proyek ini multy years, ditangani langsung dari Kementerian PUPR,’’ beber Suprat, panggilan akrab Supratmono.

Suprat mengungkapkan, total dana pendampingan dari APBD Kabupaten Semarang untuk mendukung program Kotaku Rp 2,6 miliar. Rinciannya, Rp 1,6 miliar untuk PDAM dan Rp 1 miliar di DPU. ‘’Penataan trotoar di Ambarawa perlu memindahkan pipa PDAM. Ada pula pengadaan tanah senilai Rp 600 juta, ada 16 warga terkena proyek,’’ ungkapnya.

Terkait pembangunan RTH, Suprat menjelaskan, pelaksanaannya paling cepat 2020. Karena harus merelokasi pedagang pasar pagi. ‘’Syukur bisa menempati Pasar Projo Ambarawa, kalau tidak bisa ya dicarikan lokasi baru. Rencananya di belakang Pasar Projo yang dulu untuk pasar sementara saat Pasar Projo terbakar,’’ ujarnya. Rus-yds

You Might Also Like

Gempa Bumi M7.4 di Flores Timur Akibatkan 230 Rumah di Selayar Sulsel Rusak Berat
Ini 5 Tahapan yang Harus Dilalui Sebelum Pembukaan Sekolah
Dongkrak Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya 6 Kali Lipat, SIG Tingkatkan Dekarbonisasi dan Transisi Industri Hijau
Ganjar Apresiasi Anak-anak yang Antusias Divaksin
Setahun Off Lala Karmela Balik Lagi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?