By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Bawaslu Semarang Waspadai Politik Uang Saat Pilkada
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Bawaslu Semarang Waspadai Politik Uang Saat Pilkada

Last updated: 30 November 2019 15:10 15:10
Jatengdaily.com
Published: 30 November 2019 15:10
Share
Muhammad Amin
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Badan Pengawasan Pemilihan Umum mewaspadai maraknya politik uang dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Daerah-daerah rawan politik uang di Kota Semarang saat ini sedang dipetakan oleh Bawaslu setempat.

“Terkait berapa kelurahan, saat ini kami sedang memetakan. Nanti setelah Panwas kecamatan dilantik, salah satu tugasnya juga memotret data potensi rawan politik uang,” kata Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, Sabtu (30/11/2019).

Meski sedang melakukan pemetaan, bukan berarti Bawaslu belum mengantongi daerah-daerah rawan politik uang. Berdasarkan pengalaman pada Pemilihan Umum 2019, kata Amin, Bawaslu Kota Semarang mencatat ada 15 kelurahan yang rawan politik uang. “Kelurahan-kelurahan itu tersebar di tujuh sampai delapan kecamatan,” ujar Amin menegaskan.

Menurut Amin, daerah rawan politik uang di Kota Semarang kebanyakan berada di wilayah pinggiran. Misalnya, Semarang Selatan, Pedurungan, dan Genuk. “Semarang Selatan terkait proses manipulasi data, daerah perbatasan misal Pedurungan karena memang padat penduduk, dan Genuk,” beber Amin.

Demi menekan angka politik uang di Pilkada 2020, Amin berujar akan menerapkan strategi pencegahan dengan membentuk kelurahan anti-politik uang dan kelurahan pengawasan. Tokoh-tokoh masyarakat yang dulu pernah terlibat dalam pembagian politik uang digandeng Bawaslu untuk memerangi balik. “Pencegahan kami datangi satu per satu mana tokoh-tokoh yang biasa diajak kerja sama (politik uang). Itu di 2020 bisa kita coba kikis berlahan-berlahan,” ungkap Amin. adri-she

You Might Also Like

Bendung Gerak, Pengendali Banjir Semarang dan Objek Wisata Baru
SIG dan KAI Jalin Kerja Sama Optimalisasi Angkutan Semen
Timnas U-16 Siap Tampilkan Permainan Terbaik Lawan Australia, Nanti Malam di Stadion Manahan Solo
Indonesia Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan Tahap I ke Turki
Motif Pelajar di Semarang Duel Hingga Tewas Ternyata Dipicu Saling Tantang di Medsos
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?