By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Berharap Jiwa Walisongo Melekat dalam Diri Rektor Baru UIN Walisongo
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Berharap Jiwa Walisongo Melekat dalam Diri Rektor Baru UIN Walisongo

Last updated: 29 Juli 2019 21:24 21:24
Jatengdaily.com
Published: 29 Juli 2019 21:24
Share
KH Ahmad Daroji salah satu pendiri UIN Walisongo Semarang. Foto: Ody
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Pada tahun 1966 ketika nama Walisongo dipilih oleh para pendiri terjadi banyak kecemburuan, khususnya kampus-kampus lain hanya menggunakan hanya satu nama wali. Seperti IAIN Sunan Ampel (Jawa Timur), IAIN Gunung Djati (Jawa Barat), IAIN Sunan Kalijaga (Yogyakarta) yang sekarang sudah menjadi Universitas Islam Negeri Walisongo (UIN).

“Laa ini nama Walisongo kok diambil semua. Katanya waktu itu,” ujar KH Ahmad Daroji saat memberikan petuah dalam acara pisah sambut rektor baru UIN Walisongo Semarang, baru-baru ini.

Ahmad Daroji yang juga salah satu pendiri Kampus Walisongo menyampaikan, keberadaan IAIN Walisongo pada awalnya tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan riil masyarakat santri di Jawa Tengah akan terselenggaranya lembaga perguruan tinggi pasca pesantren. Hal ini disebabkan bahwa Jawa Tengah daerah yang memiliki basis pesantren yang sangat besar.

Selain itu, nama Walisongo dipilih karena melihat perjalanan panjang Walisongo melakukan dakwah di tanah Jawa. Sehingga pada tahun 1970 nama Walisongo diresmikan melalui Keputusan Menteri Agama KH M Dachlan dengan dengan memiliki lima fakultas.

Yang lebih membanggakan lagi, rektor-rektor UIN Walisongo, semuanya merupakan alumni lembaga pendidikan itu sendiri. Kiai Darodji menyebut Prof Dr H Qodri Azizy, Prof Dr H Abdul Djamil, Prof Dr H Muhibbin dan kini Prof Dr Imam Taufiq.

‘’Alhamdulillah saya melihat unggah-ungguh dan ketawadhuakan terpelihara dengan baik di UIN Walisongo. Meskipun gelar akademik profesor doktor, tetapi tetap menghormati seniornya yang lebih tua. Akhlak ini patut dipelihara dengan baik,’’ katanya

Kiai Daroji juga berharap, jiwa dakwah para Walisongo juga bisa melekat dalam diri rektor. “Saya yakin jiwa dakwahnya masuk Rektor Prof Dr Imam Taufik dan Prof Dr Muhibbin. Begitu tawaduk meski jabatan tertinggi di Walisongo,” harapnya.

Sementara kalau tanya Islam Nusantara? Jawabannya hanya di Indonesia yakni di kampus Walisongo. “Karena nama Walisongo tidak lepas dari jiwa para rektor. Semoga ada kesuksesan bagi kampus ini,” harapnya.

Ahmad Daroji yang juga sebagai Ketua MUI Jawa Tengah menghimbau Prof Muhibbin bisa tetap satu meski sudah tidak lagi menjabat sebagai rektor.

“Ibarat satu lidi menjadi satu apa saja bisa meraih semua. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan berkah,” ujarnya.

Hadir juga pada kesempatan ini pendiri IAIN Walisongo yang lain yakni H Nawawi SH dan H Saliyun Moh Amir, serta para pejabat di lingkungan UIN Walisongo. Ody-she

You Might Also Like

Ditlantas Polda Jateng Gelar Lomba Polisi Cilik
SIG Pasok Kebutuhan Beton untuk Renovasi Masjid Istiqlal
Gali Potensi Anak Muda, Pemkot Semarang Launching Event Kolaboratif “Kita Pemuda”
SIG Gandeng Semen Gresik Gelar Retailer Gathering Se-Solo Raya
39 Penulis Siap Ikut Antologi Esai Lingkungan Hidup
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?