Berteriak Antikorupsi Lewat Bait Puisi

3 Min Read
Mahasiswa jurusan manajemen informasi dari Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Harapan Bangsa Surakarta menenteng selebaran antikorupsi. Foto:dok/hms

KARANGANYAR (Jatengdaily.com) – Aksi demonstrasi dengan beramai-ramai turun ke jalan sambil berteriak-teriak, tak menarik minat Exki Eva Pratiwi (20). Dia memiliki cara elegan untuk mengekspresikan kejengahannya terhadap korupsi.

Berjudul “Muridmu Koruptor”, Exki merangkai sajak-sajak indah bermakna, wujud dari keprihatinannya terhadap maraknya korupsi di bumi pertiwi ini dalam sebuah puisi. Lihat saja cuplikan curahan hatinya ini yang begitu menyentuh nurani.

“Wahai sang guru
Mengapa muridmu gemar mempermalukan dirimu?
Kemana mana mereka bersolek bak dirimu.
Kemana mana mereka bercakap seperti logatmu
Kemana mana mereka jumawa mengaku alim sepertimu
Munafik!

Banyak muridmu Koruptor ahli
Mataku sayu mencari asa
Tulangku ngilu menggenggam waktu
Masih adakah harap bap Bangsaku?”

Mengaku mendapat inspirasi dari kasus korupsi Gayus Tambunan, mahasiswa jurusan manajemen informasi dari Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Harapan Bangsa Surakarta ini menuturkan, puisinya bercerita tentang aduan kepada para guru, muridnya yang telah dididik sepenuh hati ternyata menjadi seorang koruptor.

Jatuh hati pada sastra puisi sejak taman kanak-kanak dan gemar menulis buku harian saat Sekolah Dasar, gadis berkerudung ini kaget ketika curahan hatinya ternyata menyentuh para juri, dan terpilih menjadi Juara 1 Lomba Cipta Puisi Antikorupsi dalam rangka Roadshow Bus KPK “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi”.

Inspektur Provinsi Jateng Hendri Santoso, Ketua KPK Agus Rahardjo, Bupati Karanganyar Juliatmono dan Wagub Jateng Taj Yasin menandatangani piagam pencanangan zona integritas di Karanganyar. Foto:hms

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin pun memberikan ucapan selamat dan hadiah kepada Exki dan para pemenang karya puisi, video dan grafis yang begitu kreatif mengekspresikan perlawanannya terhadap korupsi. Kegiatan itu dalam rangkaian Roadshow Bus KPK “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” Kabupaten Karanganyar Tahun 2019, di Pendapa Rumah Bupati Karanganyar, Selasa (1/10/2019)

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya memerangi korupsi. Salah satunya berkomitmen melaporkan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) mulai dari pimpinan sampai ke eselon 4. Bahkan 100% DPRD Provinsi Jawa Tengah melaporkan LHKPN.

“100% DPRD Provinsi Jawa Tengah melaporkan LHKPN, Hal ini sebagai bentuk komitmen menolak korupsi,” ujar pria yang disapa Gus Yasin.

Selain itu Provinsi Jawa Tengah pun memiliki regulasi untuk pembelajaran anti korupsi yang telah diterapkan di sekolah-sekolah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia Agus Rahardjo memyampaikan, pencegahan lebih baik daripada penindakan. Roadshow bus KPK merupakan bentuk sosialisasi pencegahan korupsi kepada masyarakat agar lebih melek tentang korupsi. Ia pun berharap dengan pencegahan dan monitoring, pemerintah lebih banyak melakukan perbaikan-perbaikan. st

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.