By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Bubur India, Kuliner Khas Buka Puasa di Masjid Pekojan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaKuliner

Bubur India, Kuliner Khas Buka Puasa di Masjid Pekojan

Last updated: 9 Mei 2019 10:22 10:22
Jatengdaily.com
Published: 8 Mei 2019 22:28
Share
Bubur India, sajian kuliner khas di Masjid Pekojan untuk menu buka puasa para jamaah dan warga sekitar. Foto:Ugl
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Salah-satu kuliner khas yang selalu tersaji di tiap bulan Ramadan sebagai menu untuk berbuka puasa di Kota Semarang yaitu berupa bubur india. Bubur India ini memang unik, jika dibandingkan dengan layaknya bubur biasanya. 

Selain namanya yang ada embel-embel India, kuliner tersebut merupakan tradisi turun -temurun generasi sebelumnya yang disiapkan di Masjid Pekojan, Purwodinatan, Semarang. 

Masjid yang beralamat di jalan Pekojan no 1 Semarang, berada tidak jauh dari kawasan Pecinan Semarang, yang juga banyak warga keturunan oleh pedagang yang berasal dari Arab dan Gujarat,  India. Dan sekarang jadi menetap dan tinggal lama di kawasan tersebut. 

Kuliner legendaris yang sudah berumur sekitar seabad ini, memang dibawa oleh tradisi para pedagang dari Gujarat, India yang membuat hidangan bubur, sehingga bubur ini dikenal dengan nama bubur india sampai sekarang. 

Tradisi dengan sajian bubur india di masjid itu seperti tak lekang oleh waktu hingga saat ini terus bertahan. Sedangkan pembuat atau peracik bubur india juga diturunkan yang saat ini sampai generasi keempat. Salah-satu pembuat bubur khas ini.

Ali Baharun (61) mengatakan, tradisi membuat bubur india ini sejak berdirinya masjid, sekitar satu setengah abad yang lalu. Jadi tradisi menyajikan bubur untuk jamaah dan warga sekitar masih bertahan sampai sekarang. 

“Sekali masak sampai 20 kg beras perhari,  lalu ditambah sayur lodeh,  telur,  jipang,  dan kadang ada gule. Sedangkan rempah, macam-macam, ada kayu manis, jahe, laos dan serai.  Ini semua sumbangan dari masyarakat, kita hanya melayani dengan membuatnya, “katanya,  Selasa (7/5/2019) malam.

Untuk pembuatan dan mempersiapkan bubur india,  dia dibantu beberapa warga sekitar. Saat ini, masjid mampu menyiapkan 150-200 porsi tiap harinya.  Pihaknya juga memberikan bagi warga yang ingin minta bubur dengan membawa tempat sendiri.  

“Untuk proses memasaknya di area  masjid. Dimulai dari habis Dzuhur,  hingga sore.  Lalu, disiapkan di teras masjid dengan buah kurma untuk berbuka jamaah,”imbuhnya. 

Salah-satu jamaah Pras,  mengakui penasaran dengan kuliner khas bubur india di Masjid Pekojan ini sehingga dirinya setiap kali Ramadan menyempatkan untuk berbuka di masjid tersebut. 

Bubur tersebut berbeda dengan bubur biasanya,  ada sayurnya, dan buah kurma juga. “Rasanya juga enak, dan sedap. Selain itu bisa membuat kenyang untuk sekadar membatalkan puasa,”pungkasnya. Ugl–st

You Might Also Like

Pendaftar Lomba Foto Curug Kedung Kudhu Pudakpayung Membludak
Lima Puluh Tahun Menyemai Kata: Penghormatan untuk Gunoto Saparie di Bulan Bahasa
DKJT Apresiasi Peluncuran Dana Indonesiana
Satu Pena DKI Berglamping Sastra di Baturaden
KARIKATUR
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?