By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Burung Garuda Meriahkan Festival Nanas Madu
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Burung Garuda Meriahkan Festival Nanas Madu

Last updated: 29 Agustus 2019 14:16 14:16
Jatengdaily.com
Published: 29 Agustus 2019 14:07
Share
Burung garuda dari nanas meriahkan festival nanas madu di Desa Belik, Pemalang. Foto: wing
SHARE

PEMALANG (Jatengdaily.com) – Sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus memperingati HUT kemerdekaan RI yang ke 74, warga masyarakat Kecamatan Belik yang dikenal selama ini sentranya buah nanas di Kabupaten Pemalang, menggelar festival nanas.

Beragam hasil karya seni intalasi yang terbuat dari buah nanas hasil karya warga Belik dipamerkan. Ada replika monas, burung garuda, rumah joglo dan sebagainya, kehadiran Burung garuda raksasa dalam Festival Nanas Madu di Lapangan Gunung Jimat sontak merebut perhatian pengunjung.

Seni instalasi yang terbuat dari buah nanas madu dalam bentuk lambang negara tersebut merupakan karya peserta dari Desa Belik, Kecamatan Belik.

Burung garuda raksasa setinggi empat meter diarak menggunakan mobil pikap menuju lokasi. Sayapnya membentang gagah bagai menyambar udara. Banyak pengunjung yang kemudian berfoto dengan latar belakang burung tersebut, bahkan tidak jarang yang mengunggahnya di akun media sosial.

Kepala Desa Belik Nur Ajizah menceritakan, pembuatan burung garuda dari nanas madu membutuhkan waktu empat hari lembur. Untuk menciptakan bangunan dengan lebar dan tinggi empat meter itu, dibutuhkan 2.000 buah nanas madu.

“Karena ini bertepatan momentum tujuh belasan, jadi spontan bikin lambang negara saja yang identik dengan kebhinekaan,” katanya.

Ajizah menyebut, Desa Belik merupakan penghasil nanas madu terbesar di Pemalang. Dalam sehari saja mampu memanen 150 ribu buah nanas yang kemudian dikirimkan ke berbagai kota hingga luar provinsi.

Bangunan lambang negara dari nanas itu pun kemudian berhasil terpilih menjadi juara pertama, menggungguli karya menarik lain para peserta yang hari ikut memeriahkan gelaran festival tahunan di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang tersebut. wing-she

You Might Also Like

Terkait OTT Jaksa, Rumah Mewah di Colomadu Disegel KPK
Mendiktisaintek Luncurkan Kampanye Nasional Anti-Kekerasan di Kampus
Minggu Besok, Mendagri Hadiri Temu Kangen Pengurus KNPI
Dukung World Superbike Mandalika, Telkom Pastikan Infrastruktur dan Layanan Prima
Mucikari Eksploitasi Anak di Bawah Umur; Pelaku Terima Rp 500 Ribu, Korban Rp 150 Ribu
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?