PEMALANG (Jatengdaily.com) – Sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus memperingati HUT kemerdekaan RI yang ke 74, warga masyarakat Kecamatan Belik yang dikenal selama ini sentranya buah nanas di Kabupaten Pemalang, menggelar festival nanas.
Beragam hasil karya seni intalasi yang terbuat dari buah nanas hasil karya warga Belik dipamerkan. Ada replika monas, burung garuda, rumah joglo dan sebagainya, kehadiran Burung garuda raksasa dalam Festival Nanas Madu di Lapangan Gunung Jimat sontak merebut perhatian pengunjung.
Seni instalasi yang terbuat dari buah nanas madu dalam bentuk lambang negara tersebut merupakan karya peserta dari Desa Belik, Kecamatan Belik.
Burung garuda raksasa setinggi empat meter diarak menggunakan mobil pikap menuju lokasi. Sayapnya membentang gagah bagai menyambar udara. Banyak pengunjung yang kemudian berfoto dengan latar belakang burung tersebut, bahkan tidak jarang yang mengunggahnya di akun media sosial.
Kepala Desa Belik Nur Ajizah menceritakan, pembuatan burung garuda dari nanas madu membutuhkan waktu empat hari lembur. Untuk menciptakan bangunan dengan lebar dan tinggi empat meter itu, dibutuhkan 2.000 buah nanas madu.
“Karena ini bertepatan momentum tujuh belasan, jadi spontan bikin lambang negara saja yang identik dengan kebhinekaan,” katanya.
Ajizah menyebut, Desa Belik merupakan penghasil nanas madu terbesar di Pemalang. Dalam sehari saja mampu memanen 150 ribu buah nanas yang kemudian dikirimkan ke berbagai kota hingga luar provinsi.
Bangunan lambang negara dari nanas itu pun kemudian berhasil terpilih menjadi juara pertama, menggungguli karya menarik lain para peserta yang hari ikut memeriahkan gelaran festival tahunan di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang tersebut. wing-she


