Cuaca Ekstrem, Petani Tembakau Resah

1 Min Read
Cuaca tak menentu, petani tembakau di lereng Gunung Slamet, di Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Pemalang resah. Foto: wing

PEMALANG (Jatengdaily.com)– Petani Tembakau di lereng Gunung Slamet, memprediksi bahwa panen tahun ini mengalami penurunan.

Pasalnya saat ini kondisi tembakau kurang bagus, akibat faktor cuaca yang sebelumnya ekstrim, kadang hujan kadang tidak.

Narto, petani tembakau di Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari mengatakan, tembakau saat ini banyak yang kurang bagus hasilnya, padahal panen paling cepat pada Agustus ini.

Namun kondisi pertumbuhanya tidak maksimal dan tembakau sudah tidak dapat tumbuh lagi akibat cuaca yang tidak mendukung.

“Tanaman tembakau kurang air, jadi tidak bisa tinggi, padahal tinggi maksimal bisa sampai 2 meter ” katanya, Jumat  (12/7/2019).

Melihat kondisi tembakau saat ini, maka diperkirakan jumlah yang bisa dipanen menurun, dan hanya beberapa saja yang panenya bagus. Kualitas tembakau yang dihasilkan juga kurang baik.

Sedangkan untuk harga sendiri petani belum bisa memperkirakan, apakah mahal atau murah. “Biasanya harga baru dipastikan setelah tembakau mau panen, mudah-mudahan harganya mahal” imbuhnya. Wing-she

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.