By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Cuitan Tokoh Kredibel Belum Tentu Produk Jurnalistik
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Cuitan Tokoh Kredibel Belum Tentu Produk Jurnalistik

Last updated: 26 November 2019 18:26 18:26
Jatengdaily.com
Published: 26 November 2019 18:26
Share
Ketua PWI Jateng Amir Mahchmud NS saat menyampaikan materi soal media dan politik uang, pada acara sosialisasi pengawasan partisipatif kerjasama Bawaslu Jateng dengan PWI Demak. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Produk media massa adalah produk jurnalistik. Bersifat informasi, untuk menciptakan kepercayaan publik. Kepercayaan publik berdasarkan pada akuntabilitas. Maka itu perlu ada verifikasi fakta, yang disampaikan sebagai informasi.

Pada acara ‘Sosialisasi Pengawasan Partisipatif’ gelaran Bawaslu Jateng bekerja sama PWI Demak, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS menyampaikan, dalam produk jurnalistik harus selalu ada proses cek ricek atau tabayun. Sebab dalam kebenaran jurnalistik mengajarkan tentang konfirmasi dan verifikasi.

Di sisi lain, saat ini hampir setiap hari bisa dijumpai cuitan, unggahan status hingga insta story di media sosial (medsos). Termasuk cuitan tokoh-tokoh kredibel yang kompetensinya tak perlu diragukan.

“Hanya saja, cuitan mereka tidak bisa serta-merta menjadi bahan produk jurnalistik. Harus dilihat histori kronologi. Sebab kebenaran jurnalistik mengajarkan tentang konfirmasi dan verifikasi,” ujarnya.

Demikian halnya tentang politik uang. Meski cuitan tokoh, dan ada tokoh lain menguatkan, namun media massa tidak bisa menganggapnya sebagai sesuatu yang final.

“Sebagai bahan awal saja (tak masalah). Materi tersebut harus ditindaklanjuti langkah-langkah jurnalistik, seperti verifikasi dan konfirmasi pihak-pihak otoritas yang punya kompetensi. Hasil verifikasi itu lah nantinya bisa menjadi bahan jurnalistik,” terang Amir Machmud.

Berlatar belakang kondisi tersebut, medsos berkolaborasi media mainstream sebagai partisipasi publik untuk ungkap dugaan-dugaan pelanggaran pemilu. Pada saat sama politik uang harus disikapi bersama sebagai kesadaran kolaborasi. Media mainstream berperan sebagai bagian kontrol sosial.

Hadir pula sebagai narasumber, Komisioner Bawaslu Jateng Rafiudin yang menyampaikan materi soal ‘Jihad Melawan Politik Uang’. Serta Fitriyah, dosen Fisip Universitas Diponegoro, yang menyampaikan materi soal politik uang yang semakin variatif. rie-yds

You Might Also Like

Tim PkM DRTPM USM Bantu Atasi Kekurangan Air dan Budi Daya Ikan dalam Ember di Kelurahan Jabungan
SIG Terima Dua Penghargaan dalam Ajang Top CSR Awards 2022
Jaga Hak Sehat Warga, Kota Semarang Raih UHC Award 2026 Tingkat Nasional
Indisipliner, Gelandang PSIS Finky Pasamba Dihukum Potong Gaji
Mal Ciputra Semarang Terapkan Security Mobile dan Prokes Ketat
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?