Diakui Dunia, Harus Bangga Pakai Batik

Para model saat show di lantai dasar swalayan Benang Ratu Jalan Majapahit, 35 Semarang. Foto: Ugl

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Hari Batik Nasional sudah melekat di hati masyarakat. Batik sebagai warisan budaya Indonesia sudah diakui dunia. Tiap tanggal 2 Oktober merupakan Hari Batik Nasional.

Manajer swalayan Benang Ratu Jalan Majapahit 35 Apriana Panca Kartikasari mengatakan, pada Hari Batik Nasional, Benang Ratu menggelar show, para model mengenakan serba batik.

Acara digelar di lantai dasar Benang Ratu dan untuk pengunjung. Menurutnya, pemakaian pakaian batik juga sudah bukan hal yang dikenakan pada acara resmi saja, atau untuk acara kondangan suatu pernikahan.

Ia menilai, masyarakat mengenakan pakaian batik untuk kegiatan sehari-hari juga, kini, enjoy dan tetap nyaman.

“Batik sebagai warisan budaya Indonesia yang sudah diakui dunia  sehingga kita harus bangga mengenakan pakaian batik produk kita sendiri,” kata Apriana menanggapi Hari Batik Nusantara.

Pemerintah, menurutnya, juga sangat mendukung masyarakat mengenakan batik, produk kita sendiri. “Antusias masyarakat mengenakan pakaian batik akan meningkatkan perekonomian pengrajin – pengrajin batik, di daerah-daerah,” ucapnya.

Pada saat menjelang Hari Batik, menurut Apriana, permintaan masyarakat terhadap pakaian batik di Benang Ratu sangat antusias. Ada kenaikan permintaan masyarakat terhadap pakaian batik mencapai 30-40 persen dari hari-hari biasa.

Menurut Apriana, ada saat bulan-bulan tertentu permintaan batik mengalami peningkatan tajam, terutama pada saat menjelang bulan-bulan musim pernikahan.

Sedangkan batik yang laris manis pada bulan-bulan menjelang saat musim pernikahan adalah motif Sido Mukti, Truntum. Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here