PEMALANG (Jatengdaily.com)- Relawan Peduli Kemanusiaan (RPK) Jawa Tengah bersama sama-sama dengan beberapa lembaga dan instansi terkait menyelenggarakan workshops Ecobrick selama dua hari, Senin – Selasa (26-27/8) dipusatkan di Taman Patih Sampun Kabupaten Pemalang.
Dalam acara pembukaan yang di hadiri oleh Direktur pengelolaan sampah direktorat jendral limbah dan B3 (bahan beracun dan berbahaya) kementrian lingkungan hidup dan Kehutanan Dr. Novrizal Tahar, Bupati Pemalang yang di wakili oleh Pjs Sekda Kabupaten Pemalang Ni Wayan Asrini, Kepala Dinas lingkungan hidup Kabupaten Pemalang, Forkompincam Pemalang dan tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Pemalang yang memberi sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pjs. Sekda Kabupaten Pemalang mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Pemalang menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada segenap rekan-rekan dari RPK Jateng dan panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Festival Sampah ini.
Pemkab berharap kegiatan ini akan menumbuhkan kesadaran masyarakat Kabupaten Pemalang dalam menjaga lingkungannya melalui pengendalian limbah plastik.
Ditandatangani pula kesepakatan bersama, penolakan plastik sekali pakai oleh kementrian, gubernur, bupati dan peserta. Dan dilakukan pula peletakan Ecobrick pertama dalam pembuatan taman bangunan Mandala Ecobrick peringkat ke 2 di Indonesia dan dunia di Taman Patih Sampun Pemalang.
Dengan adanya kegiatab seperti ini, Bupati berharap masyarakat akan paham bahwa sampah plastik tidak selamanya membawa konsekuensi buruk bagi manusia bila dilakukan upaya pengelolaan yang baik, plastik bahkan dapat menghasilkan produk ecobrick yang tentu sangat bermanfaat. Ecobrick bahkan dianggap menjadi solusi penanganan masalah sampah plastik yang sederhana, namun visioner.
Bupati berharap kegiatan ini dapat diselenggarakan secara simultan, terus menerus melibatkan semua lapisan masyarakat.
“Saya juga berharap agar kegiatan seperti ini kedepan dapat terus dilaksanakan secara rutin tiap tahunnya guna membantu pemerintah daerah dalam mensosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah plastik di Kabupaten Pemalang. Selain itu, kegiatan semacam ini kedepan harus terus melibatkan anak-anak kita, terutama di tingkat sekolah dasar, guna
menumbuhkan kesadaran mengenai arti pentingnya pengelolaan sampah bagi kelestarian lingkungan hidup, sehingga kedepan mereka tumbuh menjadi generasi generasi yang cinta terhadap lingkungan.” kata bupati.
Direktur pengelolaan sampah direktorat jendral limbah dan B3 (bahan beracun dan berbahaya) kementrian lingkungan hidup dan Kehutanan Dr. Novrizal Tahar, mengemukakan bahwa Ecobrick ini merupakan salah satu bentuk kegiatan sirkuler ekonomi yaitu menjadikan sampah menjadi sumber daya. wing-she


