By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: FPKB Jateng Lantang Suarakan Kenaikan Insentif Guru Ngaji
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

FPKB Jateng Lantang Suarakan Kenaikan Insentif Guru Ngaji

Last updated: 23 Oktober 2019 14:51 14:51
Jatengdaily.com
Published: 23 Oktober 2019 14:51
Share
Sarif Abdillah
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jawa Tengah mendesak pemerintah untuk meningkatkan insentif guru madrasah diniyah dan guru-guru pondok pesantren.

Ketua FPKB DPRR Jateng Sarif Abdillah mengatakan, guru madrasah dan Ponpes sangat berperan penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di provinsi ini. “Atas dasar itu keberadaan mereka harus mendapat apresiasi. Salah satunya dengan meningkatkan insentif bagi mereka,” ujarnya, Rabu (23/10).

Sarif menambahkan langkah awal yang akan ditempuh fraksinya adalah menugaskan para anggotanya untuk membangun komunikasi bersama eksekutif. “Selanjutnya merumuskan mekanisme lebih lanjut dan mengawalnya secara serius,” tegasnya.

Sarif melanjutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, jumlah santri di Jawa Tengah mencapai 507.853 orang.

 “Ini merupakan jumlah yang cukup besar dalam menentukan tingkat indeks pembangunan manusia (IPM) dan angka partisipasi kasar (APK) Jawa Tengah. Dari angka ini pasti ada peran-peran besar dari para guru yang ada,” sebutnya.

Sarif menegaskan, guru ngaji merupakan garda terdepan pembangunan karakter anak indonesia. Sejatinya dari guru ngaji inilah karakter generasi penerus bangsa  dapat memahami dan mengerti nilai awal sesuatu yang benar maupun salah secara utuh dan menyeluruh. “Norma etika dan tata krama juga dibentuk dari madrasah dan Ponpes ini,” jelasnya.

Pendidikan karakter dan nilai-nilai nasionalisme, jelas Sarif, saat ini mutlak menjadi prioritas dalam membangun SDM. Sehingga generasi ke depan benar-benar menjadi generasi yang tidak hanya menguasai aspek kognitif saja.  “Aspek afektif, psycomotorik, juga harus mendapatkan perhatian dari negara,” tandasnya. st

You Might Also Like

Ini Pesan Jokowi ke Ganjar Pranowo
Cegah Klaster PTM, Ganjar Minta Dilakukan Patroli ke Sekolah
Pembangunan 3 Jembatan Gantung di Purbalingga dan Banjarnegara Rampung
Universitas Islam Jangan Hanya Nama dan Simbol
SV Undip Gelar Kuliah Umum Membangun Bisnis Digital Kreatif 
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?