Ganjar Deg-degan Sebelum Nonton Aktingnya di “Sang Prawira”

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di XXI DP Mall Semarang, Jumat (29/11/2019) malam. Foto:hms

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku deg-degan saat diajak nonton bareng film “Sang Prawira” bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di XXI DP Mall Semarang, Jumat (29/11/2019) malam. Ia deg-degan karena baru kali ini melihat hasil akhir film yang disutradarai oleh Ponti Gea itu. Apalagi pengambilan gambar adegan yang diperankannya hanya sekali take.

“Saya saja mau nonton sudah deg-degan. Dulu itu (waktu shooting) yang keren sutradaranya. Kita cuma satu take. Satu take itu sutradaranya bilang ‘oke pak’, tapi justru sekarang saya deg-degan pas mau nonton. Satu takenya itu artinya bagus atau kacau, maka hari ini akan kita lihat bagaimana orang main film amatiran seperti saya ini,” kata Ganjar sebelum masuk ke dalam bioskop bersama Kapolda Jateng.

Ganjar dalam film tersebut berperan sebagai seorang dosen di Akademi Kepolisian berpangkat Kombes. Dalam cerita ia mengajar mata kuliah Pancasila di tingkat empat. Ia menjelaskan tentang syarat sebuah negara besar itu memiliki energi, pangan, mineral, laut dan rakyat yang banyak. “Saya tidak tahu cerita awalnya seperti apa, tahunya saya ngajar saja,” ujarnya.

Ditanya mengenai apa yang menarik dari film ini, Ganjar menyebutkan bahwa film ini berisi nilai kebangsaan, kepemimpinan, kepedulian, dan NKRI. Generasi muda, dalam hal ini taruna Akpol, disiapkan menjadi pemimpin sehingga harus mengetahui kondisi negeri.

“Saya diminta menjelaskan bahwa generasi muda itu akan memimpin negeri ini. Ia harus mengerti geopolitik, bagaimana besarnya Indonesia, dan mempunyai national interest dengan ideologi yang kuat,” jelasnya.

Sebelum memasuki bioskop, Ganjar juga sempat melemparkan candaan di depan Kapolda Jateng. “Saya yang agak protes, itu kenapa pangkat saya cuma Kombes. Ya harusnya bintanglah, paling tidak bintang tiga biar agak tinggi sedikit dari Pak Kapolda,” candanya.

Candaan tersebut langsung dibalas oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel. Kapolda mengatakan bahwa satu hal paling penting dalam film ini adalah Ganjar bisa menjadi polisi.

“Saya belum bisa berkomentar karena belum selesai menonton. Tapi pelajaran yang bisa didapat adalah akhirnya pak Ganjar berkesampaian jadi polisi,” katanya sambil ketawa.st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here