By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Gempa M 5,5 di Cilacap Tak Berpotensi Tsunami
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Gempa M 5,5 di Cilacap Tak Berpotensi Tsunami

Last updated: 9 Juni 2019 18:31 18:31
Jatengdaily.com
Published: 9 Juni 2019 18:28
Share
Gempa Cilacap. Foto: BMKG
SHARE

CILACAP (Jatengdaily.com)– Gempa bumi dengan magnitudo 5,5 terjadi di Cilacap, Minggu (9/5/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Cilacap tidak berpotensi tsunami. Gempa berlokasi di laut, arah selatan Kota Cilacap.

BMKG merilis guncangan gempa dilaporkan terasa di Pangandaran, Ciamis, dan Kebumen dalam skala intensitas III MMI. Sedangkan di Bandung, guncangan gempa terasa dalam skala intensitas II MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono.

Adapun penyebabnya, dari rilis yang diberikan BMKG, diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

“Gempa bumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault),” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulis, Minggu (9/6/2019). she

You Might Also Like

PSIS Tidak Perpanjang Kontrak Striker Claudir Marini Jr
Inisiasi Baruwani Ranajaya, SBI Raih Penghargaan CSR Award 2023
1.760 Personel Gabungan Siap Amankan Pilkades Serentak di 54 Desa
Heniikun Bay Dedikasikan ‘Pahlawan Wayang’ untuk Dalang Ki Seno Nugroho
Seseduh Resto, Tempat Ngeteh Berbagai Varian Unik di Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?