Generasi Muda Mulai Lupakan Nilai Luhur Budaya

UNGARAN (Jatengdaily.com) –  Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa, Raharjo Budi Kisnanto mengungkapkan adanya pegnaruh budaya luar di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini semakin mencemaskan. Sebab generasi muda yang semestinya menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa sendiri justru sudah banyak yang melupakannya, bahkan ada yang mulai terjebak dalam pengaruh faham luar seperti radikalisme.

‘’Tahun 2017 ada lima warga Kabupaten Semarang yang ditangani Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror akibat terlibat gerakan radikalisme, kemudian tahun 2018  terdapat 10 orang. Sedangkan tahun 2019, mulai Januari hingga Agustus sudah ada 18 warga Kabupaten Semarang yang harus berurusan Densus 88 Antiteror,’’ ungkap Raharjo di acara Gelar Seni Budaya Daerah dalam rangka Merti Budaya Nusantara yang digelar Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Bung Karno Ungaran, Kamis (22/8/2019) malam.

Rahajo mengajak seluruh elemen masyarakat termsuk para generasi penerus bangsa untuk kembali mempelajari nilai-nilai luhur budaya asli Indonesia yang diwariskan para pendahulu bangsa ini. Karena disaat banyak orang asing yang datang ke Indonesia untuk mempelajari budaya Indonesia, justru generasi muda melupakan budaya bangsanya sendiri.

‘’Mengapa anak-anak bangsa kita justru melupakan budaya sendiri yang telah diwariskan para wali, nenek moyang dan para pemikir pendahulu bangsa ini. Mari kita hidupkan  kembali budaya asli nusantara, budaya asli bangsa Indonesia agar tidak luntur dan tidak terdegradasi oleh jaman yang semakin maju dan modern,’’ tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengatakan kegiatan Merti Budaya Nusantara bisa dijadikan momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya sendiri serta nilai- nilai persatuan bangsa. ‘’Bangsa Indonesia terbentuk oleh keberagaman dan kebhinekaan, tapi sudah disepakati semuanya menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisah- pisahkan,’’ tandasnya.

Bondan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Semarang untuk saling memperkuat nasionalisme serta persatuan dan kesatuan. Selain itu saling menjaga kerukunan baik antarsuku, agama maupun golongan. ‘’Kalau seluruh elemen masyarakat melakukan itu maka bangsa ini akan menjadi semakin kuat,’’ tegasnya. rus–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here