By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Harga Ayam Potong Turun, Peternak Pilih Kosongkan Kandangnya
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Harga Ayam Potong Turun, Peternak Pilih Kosongkan Kandangnya

Last updated: 26 Juni 2019 17:13 17:13
Jatengdaily.com
Published: 26 Juni 2019 16:11
Share
Peternak ayam potong di Pemalang keluhkan harga ayam hidup yang turun. Foto: wing
SHARE

PEMALANG (Jatengdaily.com)– Wilayah Desa Gunung Sari, Kecamatan Pulosari, Pemalang sebagian warganya memiliki profesi sebagai peternak ayam potong. Namun demikan, setelah terjadi penurunan harga beberapa waktu terakhir sebagian dari peternak memilih mengosongkan kandangnya.

Salah Seorang peternak di Desa Gunung Sari bernama Ikbal menceritakan kini dirinya memelihara 3.000 ekor ayam, dengan harga ayam per kilogram Rp 15.000. Tetapi pasca Lebaran harga ayam mulai berangsur menurun, mulai Rp 10.000 hingga beberapa waktu lalu sampai Rp 7.000 per kilogram.

Harga sampai titik terendah seperti saat ini belum pernah dirasakannya sejak ia memutuskan menjadi peternak mandiri pada 2001.

Apalagi memasuki musim kemarau seperti sekarangi ini, dimana mereka harus membeli air guna keperluan hewan ternaknya, pasalnya wilayah disini sumber mata air sudah mulai mengering dan selama ini warga di lereng Gunung Slamet ini, mengandalkan air hujan.

“Untuk kebutuhan ayam berjumlah 3.000 ekor miliknya dibutuhkan biaya hingga Rp 2 juta rupiah hanya untuk membeli air bersih dari mulai nol hingga panen selama 35 hari dan ini dirasa sangat memberatkan para peternak ayam potong,”ujar Ikbal, Rabu (26/6/2019).

Ditambah sekarang harga ayam potong dipasaran turun sementara biaya produksi meningkat,jelas tidak sebanding antara biaya produksi dengan hasil jual panenya.

Seorang peternak ayam potong bernama Tohari (48) mengatakan dirinya memilih bertahan dengan memelihara 3.000 ekor ayam. Padahal kapasitas kandangnya untuk 4.000 ekor saja, hal ini dilakukan agar tidak gulung tikar.

Ulah Peternak Ilegal
Terpisah Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Lalu M Syafriady mengatakan, penurunan harga ayam potong sendiri disebabkan ulah peternak ilegal.

Di satu sisi, harga ayam hidup jomplang dengan harga daging ayam yang masih Rp 30.000 per kg-nya. Faktanya, ada 40 juta ayam potong yang siap jual, bayangkan banyaknya ayam potong di Jateng saat ini,” katanya.

Faktanya, banyak peternak ilegal yang tak terdeteksi. Sebab ijinnya ada dikeluarkan dinas pertanian masing-masing kabupaten dan kota. wing-she

You Might Also Like

Antisipasi Kemacetan Karnaval Paskah, Satlantas dan Dishub Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas
Imbas Banjir, Empat Perjalanan Kereta Api Ini Terpaksa Memutar
Donor Darah 5 Tahun PT LKM Demak Sejahtera
Sumbang 3 Medali di Paralimpiade 2020, Presiden Jokowi Apresiasi Leani Ratri Oktila
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bantu Warga Daftar Bantuan UMKM
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?