By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Harga Cabai Melambung, Petani Untung
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Harga Cabai Melambung, Petani Untung

Last updated: 2 Juli 2019 11:47 11:47
Jatengdaily.com
Published: 2 Juli 2019 11:47
Share
Harga Cabai naik, petani untung. Namun, memasuki musim kemarau, mereka tidak bisa menanam lagi, karena kurangnya sumber air. Foto: wing
SHARE

PEMALANG (Jatengdaily.com)– Harga cabai di pasaran terus melambung. Oleh karenanya, kenaikan harga cabai ini disambut gembira oleh para petani cabai Kabupaten Pemalang, tepatnya di desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari.

Desa Clekatakan yang selama ini dikenal sebagai daerah sentranya sayur mayur di wilayah pantura. Hal ini seperti yang dirasakan Munawir, salah satu petani cabai asal desa setempat yang mengaku untung besar.

Per kilogramnya, cabai hasil panennya dibeli Rp 44 ribu, padahal biasanya paling banter rRp 12 ribu perkg. Dengan luas lahan seperempat hektare dengan modal produksi sebesar Rp 4 juta, saat ini bisa menghasilkan Rp 14 juta hingga Rp 15 juta dan ini sebanding antara biaya produksi dengan hasil jual panen. “Alhamdulillah hasilnya bagus, harga jualnya juga tinggi,” ujarnya.

Meski demikiam mereka para petani cabai tidak bisa menanam cabai lagi usai musim panen kali ini, karena sudah memasuki musim kemarau. Sebab krisis air sudah menjadi agenda tahunan bagi warga Lereng Gunung Slamet ini. Tidak adanya sumber air, menjadikan wilayah ini selalu mengalami kekeringan jika musim kemarau.

Sementara untuk membeli air yang diangkut dari bawah menggunakan tangki jelas itu tidak mungkin untuk tanaman dan hanya untuk keperluan sehari-hari. wing-she

You Might Also Like

Samuel JD Wattimena Dorong Ruang Kreatif untuk Seniman, Apresiasi Pameran Suara di Kota Lama Semarang
KORPRI Setda Demak Peduli, Gelar Program Sembako Murah untuk Honorer dan Tenaga Kebersihan
Dialog Kebangsaan di USM, Prof Sudharto Sebut Kampus Harus jadi Pusat Pemikiran
Jateng Kini Punya 7 Mal Pelayanan Publik
Penerapan Contraflow-One Way di Tol Berjalan Kondusif
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?