By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kali Pertama, Konsep Kontemporer Pernikahan Digelar di Semarang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kali Pertama, Konsep Kontemporer Pernikahan Digelar di Semarang

Last updated: 26 Juli 2019 16:39 16:39
Jatengdaily.com
Published: 26 Juli 2019 16:39
Share
PENARI: Beberapa penari sedang meramaikan perhelatan pernikahan dengan konsep tradisional. Foto: ody
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Hutan dan alam sedang menjadi tren di semua bidang, tak terkecuali di dunia pernikahan. Kejenuhan sebagian kalangan akan tampilan suatu acara yang konvensional menginspirasi perhelatan yang bertempat di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Kota Semarang.

Dengan mengusung tema Hidden Temanggung, suasana acara terasa lebih humanis dan alami. Detil alam sengaja disuguhkan kepada para tamu diawal sebelum tamu memasuki ruang utama gedung.

Kemudian suara kicau burung berpadu sempurna dengan gemericik air yang mengalir yang berhias alami ikan koi yang berenang hidup di dalamnya mwnambah suasana terasa sejuk. Ditambah lagi alunan merdu si hitam kecil yaitu jangkrik suatu harmoni alam yang dikreasikan pada siang hari itu.

“Selain itu, permainan pencahayaan sengaja dibuat sehangat sinar matahari pagi menjadi petualangan tersendiri bagi para tamu yang datang,” ujar Conceptor Event Alvi Wijaya, Kamis, (25/7).

Memasuki ruang utama, lanjut Alvi, tamu disuguhkan beragam spot foto asik khas isi rumah keluarga Jawa. Terdapat rono sebagai setting ruang tamu dilengkapi meja kursi tamu kayu antik dengan berhias tirai jumputan khas rumah Jawa, dan yang tidak kalah ketinggalan adalah kandang burung perkutut yang menghiasi lengkap dengan burung perkututnya.

Salwa Nabila Zahra salah satu tamu undangan mengatakan, jalannya acara terasa menarik, karena ini adalah kali pertama suatu konsep pernikahan kontemporer di Semarang.

“Iring-iringan pengantin masuk diiringi rampaknya penari berirama rancak dengan musik sunda sebagai irama utamanya membuat acara semakin megah namun tampak tradisional,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema Hidden Temanggung coba untuk diketengahkan bukan tanpa alasan, di satu sisi karena kota ini merupakan kota dinas sang empunya kerja, disamping itu nilai budaya dari kesenian juga ada disana seperti jatilan. Tak lupa suasana alamnya ketika pagi menjadi sebuah lukisan alam yang tak ternilai.

“Konsep-konsep unik dengan mengcapture khasanah budaya lokal akan menjadi trend etnik atau kontemporer pernikahan. Karena inilah fase baru ide kreatifitas para pengusaha perencana pernikahan untuk mengelola aset budaya lokal sebagai magnet yang unik untuk menjadi citra bangsa di tengah globalisasi yang terus menggerus nilai khas kita,” jelasnya. Ody–st

You Might Also Like

HAB ke-80 Kemenag Jateng: Sinergi Umat Kunci Indonesia Damai
Baznas Jateng Inisiasi Bina Desa Miskin
Unissula Jalin Kerjasama dengan Universitas Labuhanbatu
Seorang Petugas Imigrasi Meninggal Dunia Ditusuk WNA Uzbekistan
Eksistensi PPHPM Sleman Bisa Jadi Inspirasi Pengelolaan Pertanian di Jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?