By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kekerasan yang Menimpa Perempuan dan Anak di Jateng Masih Tinggi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kekerasan yang Menimpa Perempuan dan Anak di Jateng Masih Tinggi

Last updated: 25 Juni 2019 15:10 15:10
Jatengdaily.com
Published: 25 Juni 2019 14:52
Share
Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi Pelatihan Media Sensitif Gender bagi Pegiat Media Jateng. Foto: she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jateng masih tinggi. Lembaga Resource Center Kesetaraan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRCKJHAM), ada 311 kasus kekerasan terhadap perempuan selama 2018.

Sedangkan kekerasan terhadap anak dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah di tahun 2018 sebesar 1.274.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi, saat membuka kegiatan Pelatihan Media Sensitif Gender bagi Pegiat Media Jateng, Senin (24/6/2019) di Semarang. Pelatihan sendiri berlangsung sampai hari ini, Selasa (25/6/2019).

Adapun jenisnya, meliputi trafficking, seksual, fisik, eksploitasi, psikis, dan penelantaran. Ia menambahkan bahwa kekerasan anak terhadap perempuan seperti gunung es. Masih banyak kasus kekerasan yang tidak diketahui dan tidak terlaporkan kepada yang berwajib.

“Untuk itu membutuhkan partisipasi segala pihak termasuk pers dan media,” sambung Ahmadi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah, Retno Sudewi mengharapkan media dan pers bisa membantu memberikan informasi terkait kekerasan perempuan dan anak.

Selain bisa memberikan pendidikan dan edukasi serta serta kontrol sosial, mengingat media dan pers berperan tinggi. she

You Might Also Like

Giliran Bek Soni Setiawan Dilepas PSIS Semarang
Warga Semarang Tertembak Pistol Oknum Polisi saat Lerai Keributan
Percepat Cetak Anak Bangsa Tangguh, Perlu Gerakan Peningkatan Gizi Masyarakat
Perkokoh Hubungan Industrial yang Harmonis, SG Gelar Sarasehan dan Penandatanganan PKB bersama Karyawan
Dana Kerohiman Jalan Tol Semarang-Demak Tahap II Dibayarkan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?