By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kekeringan Jateng Tahun Ini Terparah, 2 Juta Jiwa Terdampak
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kekeringan Jateng Tahun Ini Terparah, 2 Juta Jiwa Terdampak

Last updated: 8 Oktober 2019 18:35 18:35
Jatengdaily.com
Published: 8 Oktober 2019 18:29
Share
Waduk Botok di Kecamatan Kedawung, Sragen yang kering kerontang di musim kemarau tahun 2019 lalu. Foto: dok jdc/yds
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kekeringan yang melanda Provinsi Jawa Tengah tahun ini, lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya mengancam lebih dari 2 juta jiwa orang.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso, Selasa (8/10/2019) di Semarang. Untuk itu pihaknya mendesak Pemerintah Provinsi Jateng untuk serius menyelesaikan permasalahan kekeringan di Jateng.

“Rata-rata sumur kering, sumber air kering, apalagi di kawasan karst belum terjangkau, kita harus kerja keras. Kita harus mencari solusi untuk menemukan atau membuat sumber air permanen. Karena kekeringan ini selalu berulang tiap tahun bahkan trendnya naik,” tegasnya.

Sampai akhir September ada 1.259 desa, 360 kecamatan 22 kabupaten/kota mengalami kekeringan di Jawa Tengah. Sebanyak 545.581 KK terdampak atau sekitar 2,056 juta jiwa. Menurut politisi PKS itu, kekeringan ini adalah kondisi terparah dalam 5 tahun terakhir.

“Dampak kekeringan tahun ini memang paling dahsyat selama 5 tahun, selain karena kemarau yang sangat panjang, kondisi air tanah kita yang semakin menipis,” ungkap pria asal Wonoogiri itu.

Menurut data yang dihimpun anggota Fraksi PKS ini, sampai dengan 30 september 2019 , 7 waduk dalam kondisi kosong, 16 waduk dalam kondisi di bawah rencana, dan hanya 18 waduk yang sesuai rencana. Waduk yang kosong itu antara lain waduk Tempuran (Blora), Simo (Grobogan), Parangjoho, Kedunguling, Ngancar (Wonogiri), Kembangan dan Botok (Sragen).

Sedangkan 16 waduk yang di bawah rencana terdiri dari 4 waduk besar Malahayu, Wonogiri, Sempor dan Sudirman dan 12 waduk kecil antara lain Gembong, Gunungrowo, Greneng, Butak, Krisak, Delingan, Brambang.

“Volume di bawah rencana itu artinya kurang dari 85% rasio ketersediaan air bersih berdasarkan volume rencana, singkatnya volume air kurang,” lanjutnya.

Menurutnya penyelesaian Kekeringan di Jawa Tengah ini bisa diatasi dengan keterlibatan semua pihak melalui pengangkatan sumber air, menarik air dari sumber terdekat dan juga membuat embung dan waduk untuk menampung air bersih. yds

You Might Also Like

Dosen di Wilayah 3T Jadi Prioritas Penerima Beasiswa Doktoral
Kombes Pol Latif Usman Resmi Jabat Wakapolda Jateng, Siap Perbaiki Kedisiplinan Anggota
Titiek Sumarawati Guru Besar Baru Unissula, Teliti Mahkota Dewa untuk Obat Kanker
Dinas Kesehatan Demak Luncurkan Inovasi LATANZA untuk Tekan Kesakitan dan Kematian
Ditanya Suami Muda dan Ganteng, Janda Lansia Ternyata Pilih Sembako
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?