By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kelompok UMKM Digandeng Masuk Ekosistem Digital
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kelompok UMKM Digandeng Masuk Ekosistem Digital

Last updated: 3 Juli 2019 11:19 11:19
Jatengdaily.com
Published: 3 Juli 2019 11:19
Share
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWi BI) Tegal membantu kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bawang dan batik, digandeng untuk masuk ekosistem digital. Foto: wing
SHARE

TEGAL (Jatengdaily.com) – Pemerataan jaringan internet dari pemerintah, mulai dimanfaatkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWi BI) Tegal. Sejumlah kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bawang dan batik, digandeng untuk masuk ekosistem digital.

“Kita beri mereka modal peralatan, untuk bisa menggarap pasar digital. Selain itu, nantinya juga akan ada pelatihan dari pelaku situs jual beli online (e-commerce),” Kepala KPWi Bank Indonesia Tegal, Joni Marsius.

Diterangkan dia, bantuan yang diberikan kepada UMKM bawang dan batik yakni berupa laptop, handphone serta printer. Bantuan ini diserahkan, sebagai langkah awal para kelompok UMKM untuk memasuki pasar digital atau Go-online.

Mereka yang menerima diantaranya, Kelompok Wanita Tani (KWT) Prima Wanita Tani Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal yang memproduksi makanan olahan bawang putih dan kelompok pembatik Cempaka Mulia Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

“Kami melihat UMKM akan maju jika didukung pemasaran yang baik, tanpa ada kendala di tempat mereka. Pemasaran digital sekarang sudah menjadi alternatif. Jadi kita kasih sarana untuk pemasaran digital untuk mendorong usaha mereka semakin maju,” beber Joni.

Menurutnya, pemberian bantuan berupa alat-alat untuk pemasaran akan disusul dengan pemberian pelatihan tentang pemasaran secara digital oleh pelaku e-commerce, seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Sementara itu, ‎Ketua KWT Prima Wanita Tani, Siti Khariroh mengatakan, bantuan peralatan yang diberikan Bank Indonesia untuk pemasaran digital sangatlah tepat. Sebab, selama ini pemasaran menjadi kendala utama yang dihadapi para anggota kelompok.

“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada kami. Dengan adanya peralatan ini, bisa menjadi modal awal kami untuk menjajaki pasar digital,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Sri Rejeki, salah satu pembatik dari Griya Batik Cempaka Mulia. Menurut dia, pemasaran produk secara online yang dilakukan olehnya hanya sebatas melalui media sosial. Untuk itu, pihaknya menyambut baik bantuan dan rencana pelatihan yang diberikan KPWi Tegal. “Kalau melalui situs-situs, belum pernah karena kami belum tahu caranya seperti apa,” kata dia. wing-she

You Might Also Like

Pemerintah Pastikan Distribusi Vaksin COVID-19 Lancar
1 Muharram 1446 H Kiswah Ka’bah Diganti, Terbuat dari Sutra dan Kawat Emas
Resmi Terima Maba, Rektor: Berkelas Dunia, UNDIP Tetap Kampus Rakyat
10 Rumah Sakit di Jateng Siapkan Ruang Isolasi Antisipasi Tangani Corona
Mahasiswa Doktoral Teknik Mesin Undip Berhasil Kembangkan Siphonic Pengendali Banjir
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?