in

Kemarau, Krisis Air Bersih di Kabupaten Semarang Meluas

BPBD Kabupaten Semarang melakukan droping air bersih di Dusun/Desa Plumutan Kecamatan Bancak yang warganya mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Foto : dok. BPBD Kabupaten Semarang.

UNGARAN (Jatengdaily.com) – Krisis air bersih yang dialami oleh warga Kabupaten Semarang akibat musim kemarau saat ini mulai meluas. Terbukti, banyak masyarakat yang mengajukan permohonan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Semarang, awalnya hanya 6 dusun wilayah tiga desa di Kabupaten Semarang yang mengajukan bantuan air bersih ke BPBD Kabupaten Semarang akibat kesulitan air bersih dampak musim kemarau. Dusun tersebut meliputi Dusun Pungkruk Desa Jatirunggo Kecamatan Pringapus, Dusun Ngropoh, Gogodalem Barat dan Gogodalem Timur Desa Gogodalem Kecamatan Bringin. Kemudian Dusun Banyutarung dan Dusun Banjarsari di Desa/Kecamatan Bancak.

‘’Droping air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air bersih mulai kita lakukan tanggal 9 Juli 2019. Awalnya hanya enam dusun di tiga desa yang mengajukan droping air bersih ke BPBD Kabupaten Semarang,’’ ungkap Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto, Senin (29/7/2019).

Namun seiring berjalannya waktu, krisis air bersih yang awalnya melanda wilayah 6 dusun di 3 desa meluas hingga belasan dusun di 7 desa wilayah 4 kecamatan. Empat kecamatan tersebut selama ini memang dikenal sebagai daerah rawan kekeringan, yakni Pringapus, Bringin, Bancak dan Kecamatan Suruh.

‘’Tujuh desa yang sebagian warganya saat ini kesulitan air bersih akibat musim kemarau meliputi Jatirunggo Pringapus, Gogodalem Bringin, Rembes Bringin, Pakis Bringin, Bancak dan Plumutan Bancak, serta Desa Dadapayam Suruh. Total warga yang mengalami krisis air bersih di tujuh desa mencapai ribuan jiwa, kita sudah droping air bersih ke sana,’’ beber Heru Subroto.

Heru mengungkapkan, sampai tanggal 29 Juli 2019 BPBD sudah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 60 tangki atau setara 300.000 liter yang bersumber dari APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019. Total bantuan air bersih yang dibiayai dana APBD 2019 sebanyak 307 tangki.

‘’Prinsipnya setiap ada pengajuan bantuan air bersih kita siap melayani meskipun secara bergiliran. Karena air bersih merupakan kebutuhan pokok, apalagi menyangkut kebutuhan makan dan minum sehari-hari,’’ tandasnya sembari menyampaikan droping air bersih menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter.

Heru menjelaskan, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten Semarang akan berlangsung sampai September 2019. Dia mengimbau warga yang masih bisa mengakses sumber air bersih tetapi debit airnya berkurang akibat kemarau harus menghemat penggunaan air. ‘’Jangan banyak membuang air jika memang tidak diperlukan. Sebaiknya memanfaatkan air yang ada seperlunya saja.’’ imbaunya. rus-yds

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Mahasiswa Notariat Untag Lolos 10 Besar Ujian PPAT

Menteri Susi Ajak Nelayan Demak Jaga Laut dari Sampah Plastik