By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Kemarau, Warga Desa Siremeng Pulosari Harus Antre Sehari untuk Dapat Air
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kemarau, Warga Desa Siremeng Pulosari Harus Antre Sehari untuk Dapat Air

Jatengdaily.com
Published: 27 Juni 2019 13:15
Share
Antrian diregen milik warga yang mengais air bersih dari salah satu sumber yag mulai mengering. Foto: wing
SHARE

PEMALANG (Jatengdaily.com)- Meski baru memasuki musim kemarau namun warga Desa Siremeng Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya memasuki musim kemarau ini, sumber mata air yang ada di sana debitnya makin mengecil sehingga aliran air pun sangat sedikit.

Warga terpaksa harus rela mengantre di tempat penampungan air, yang berasal dari sumber mata air dari desa setempat meski aliran air sangat kecil. Menurut Murtini, warga Dukuh Siremeng Kidul Desa Siremeng, Pulosari, kesulitan dalam mendapatkan air bersih sudah dirasakan sekitar sebulan yang lalu, dan untuk mendapatkan air bersih harus antri hingga sehari.

“Saya ambil dari Sumber Mata Air Pesamoan, dan harus antre selama sehari untuk dapatkan dua pikul air,” katanya, kemarin.

Dalam satu pikul terdapat 4 derijen, dan itu bisa didapatkan selama sehari jika antrian banyak. Selama ini warga mengandalkan sumber mata air Pesamoan, dalam mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci bahkan dikonsumsi. Namun saat ini karena debit berkurang, maka harus antri sesuai urutan.

Sedangkan menurut Sodiah warga lainnya menyampaikan, selain mendapatkan air dari tempat penampungan air, juga harus membeli untuk memenuhi kebutuhan air. Apalagi antrian banyak sedangkan persediaan air dirumah telah habis, jadi harus membeli dari pedagang air keliling.

“Harga satu pikul air Rp 4.000, dalam sehari membutuhkan sekitar 5 pikul air untuk memenuhi kebutuhan air,” ungkapnya.

Warga sanagt berharap agar tidak kesulitan lagi dalam mendapatkan air bersih, Dan sangat dibutuhkan warga utamanya saat memasuki musim kemarau ini, karena sumber mata air yang ada, debit airnya berkurang bahkan mulai kering, mereka hanya bisa pasrah sambil menanti droping air dari pihak terkait yanh biasanya ada setiap kali memasuki musim kemarau. Antrian diregen milik warga yang mengais air bersih dari salah satu sumber yag mulai mengering. wing-she

You Might Also Like

35 Orang Daftar Pilkada Lewat DPD PDIP Jateng di Hari Pertama, Ada Murdoko & Mad Sabitul Wafa
Telkom Ajak Generasi Muda Berinovasi melalui Digitalisasi
Anggota DPRD Kota Semarang, Wisnu Pudjonggo Meninggal Karena Covid-19
Sowan Kyai Ubab Maimoen dan Gus Baha, Menag Diskusi Pesantren
SV Undip Gelar Kuliah Umum Membangun Bisnis Digital Kreatif 
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?