SEMARANG (Jatengdaily.com)- Kepolisian masih terus menyelidiki kematian pekerja di Kapal Tongkang Zulkifli 2, di PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Jalan Asahanm Pelabuhan Tanjungmas, Semarang yang terjadi Minggu (28/7/2019) sekitar pukul 22.00 WIB itu.
Dari penyelidikan sementara yang dilakukan Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terkait tewasnya empat pekerja, menduga ada unsur kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan kerja. Demikian dikatakan oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang AKP Samsu Wirman.
Dugaan kuat, berdasarkan temuan adalah adanya unsur kelalaian setalah pihaknya bersama petugas inafis Polrestabes Semarang melakukan penyelidikan lapangan.
“Ada unsur kelalaian kerja saat melakukan aktifitas di dalam palka kapal tongkang. Tidak memakai peralatan atau kelengkapan safety saat bekerja,” jelasnya, Selasa (30/7/2019).
Dugaan awal karena menghirup gas beracun di ruang palka kapal tongkang, belum dipastikan kebenarannya. Sebab, Samsu mengatakan bahwa hasilnya menunggu dari Labfor Mabes Polri Cabang Semarang tiga hari ke depan
Sementara itu pihak Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas sudah melakukan pemeriksaan terhadap agen yang ditunjuk pemilik kapal untuk melakukan perbaikan kapal.
Kejadian tersebut menimpa Mardjono (61) asal Gondosari II N0.39 RT 07/17 Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi. Sedangkan 3 korban lainnya adalah Lamani (32), Muhammad Nur Huda (22) dan Jadi (33), ketiganya berasal Desa Pentur, Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali.
Ketiga korban asal Simo Boyolali, langsung dimakamkan setibanya di desa mereka Senin (29/7/2019) sore. Sedangkan korban Mardjono sebenarnya juga warga desa setempat namun sudah menetap di Bekasi sehingga dimakamkan di Bekasi. Ody-she


