SEMARANG (Jatengdaily.com)– Komunitas penjelajah tempat-tempat angker ‘Semarangker’ kali ini melakukan kegiatan tanam mangrove di Pantai Trimulyo, Kawasan Industri Kaligawe Semarang, Senin (9/9).
Kepala Divisi Sosial dan Alam, Semarangker, Io Edelweiss mengatakan, kegiatan tanam mangrove ini merupakan yang ke empat kalinya dilakukan Semarangker. Sebelumnya, sudah dilakukan di Kendal sebanyak dua kali. Lalu, di Tapak, Tugu, dan ke empat di Pantai Trimulyo.
“Kami, kali ini lagi nggak jelajah tempat angker. Tapi, kali ini kami menanam mangrove. Ada sekitar 20an anggota yang terlibat. Ini bisa dibilang merupakan langkah kecil Semarangker untuk cinta lingkungan di Kota Semarang,” ujarnya di sela-sela kegiatan tersebut.
Io mengatakan, bahwa, sebanyak hampir 300 bibit mangrove ditanam di bibir Pantai Trimulyo. Bibit mangrove tersebut diharapkan kelak menjadi hutan mangrove yang dapat multi guna selain untuk mencegah abrasi juga untuk perkembangan hewan laut.
Selain melakukan penanaman untuk hutan mangrove, pihaknya nantinya juga melakukan pemantauan perkembangan bibit mangrove tersebut dengan berkoordinasi dengan para pegiat mangrove yang ikut dalam acara tersebut.
“Hari ini kami juga mengajak para pegiat mangrove, tentunya. Lalu, juga ada Komunitas Gondrong Gunung Indonesia dalam acara tanam bibit mangrove,” tambahnya.
Terkait kegiatan lain, selain magrove, Io menambahkan, bila saat ini Semarangker juga aktif dalam beberapa kegiatan sosial lainnya, seperti, menggelar acara nobar bareng anak yatim, santunan kepada dhuafa, penanaman di gunung, dan lain sebagainya.
“Alhamdulillah, kami selalu bersinergi dengan komunitas lainnya untuk kegiatan kamu. Kami juga membuka seluas – luasnya kepada komunitas lain untuk berkegiatan sosial dan kegiatan yang menyangkut alam,” tukasnya. Ugl–st


