SEMARANG (Jatengdaily.com) – Mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Kompol Aditya Mulya sampai saat ini kondisinya belum pulih sepenuhnya pasca dikeroyok massa saat mengamankan perkelahian perguruan silat, 8 Mei 2019.
Bahkan terakhir, pihak keluarga menolak Aditya dirawat di RS Bhayangkara Polda Jateng, Semarang, dan memilih untuk dilakukan perawatan di rumah.
“Jadi belum 100 persen stabil kondisinya sudah sadar. Untuk itu kami lakukan rawat jalan di rumahnya atas permintaan keluarga. Jika dirawat di rumah kemungkinan responsnya akan bisa membaik,” kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Tengah, Kombes Pol dr I Gusti Gede Andika, Sabtu (21/9/2019).
Kompol Aditya sempat menjalani perawatan di General Hospital, Singapura pada 16 Mei 2019. Dan selama menjalani perawatan di Singapura kondisi Andika memang mengalami kemajuan. Karena kondisi sudah sadar dari koma, memilih untuk kembali ke Indonesia. Namun, belum bisa bicara, masih menggunakan bahasa isyarat.
“Kami perlu meminta keterangan dan dalam dari tim Dokkes, tapi setahu saya dia belum bisa berbicara,” terang Andika.
Disinggung tentang biaya perawatan Aditya selama di Singapura, ia mengaku tidak tahu. Meski demikian, selama menjalani perawatan di Semarang seluruh biaya ditanggung oleh negara.
“Kalau biaya perawatan di Singapura jumlahnya dan siapa yang menanggung tidak tahu. Tapi kalau di Indonesia jelas ditanggung negara, karena masih anggota Polri,” tuturnya.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triadmaja mengaku sampai sekarang memang kondisi Kompol Aditia Mulya belum bisa bertugas.
“Karena dia merupakan anggota terbaik Polri, Kapolri berikan satu tingkat kenaikan pangkat menjadi Kompol,” kata Agus Triadmaja.
Terkait biaya perawatan, Agus Triadmaja enggan menanggapi siapa penanggung biaya perawatan Aditia di Singapura.
“Untuk biaya dan penanggung jawab lebih jelas bisa ditanyakan ke Polres Wonogiri,” tutup Agus Triadmaja. Adry-she


