Krisis air bersih, warga berebut dropping air. Foto: wing

SLAWI (Jatengdaily.com)– Musim kemarau yang datang mulai berdampak di Pantura Kabupaten Tegal, dan mengakibatkan krisis air bersih kian meluas. Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal pun mulai merasakan sulitnya mengkonsumsi air bersih.

Guna mengantisipasi kondisinya semakin parah, PMI Kabupaten Tegal terus menggelontorkan bantuan air bersih untuk warga. Tidaklah mengherankan saat truk tangki air datang, selalu dikerumuni dan diserbu warga, untuk mengantre giliran mendapatkan jatah air bersih.

Ramunah, salah seorang warga, mengatakan sudah hampir empat bulan terakhir terpaksa menggunakan air sungai yang ditampung dalam wadah besar. Air sungai itu selanjutnya digunakan untuk keperluan mandi, mencuci, dan memasak.

“Untuk memasak pakai air sungai. Kadang juga minta tetangga kanan kiri yang punya air,” katanya.

Menurut Ramunah, sebagian warga membeli air bersih dari pengecer seharga Rp 3.500,00 per jeriken kecil. Kalau tidak mampu, papar dia, hanya bisa mengandalkan bantuan dari para tetangganya.

Sementara itu, Kepala Dusun 04 Loh Dadi Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Taryoni mengatakan saat ini ada tiga rukun tetangga (RT) di wilayahnya yang mulai mengalami krisis air bersih. Menurut dia, jumlahnya ada sekitar 150 KK yang berada di RT 8, 9, dan 10. wing-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here