Kepala LLDikti Jateng Prof Dr DYP Sugiharto saat menjadi pebicara dalam seminar yang digelar Stie AKA Semarang. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Ketua Stie AKA Semarang Prof Dr Y Sutomo MM mengatakan, pembenahan kurikulum dilakukan untuk menyiapkan lulusannya bisa diterima di pangsa kerja baik lokal, nasional, maupun internasional.

Termasuk melihat pangsa kerja di dunia usaha dan dunia industri dan juga sharing dengan PT lain. Sehingga bisa menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang bisa diterima pangsa kerja. Hal ini bisa menjadikan pijakan profil lulusan dalam capaian pembelajaran agar diakui di dunia industri. Hal ini dikatakannya, Kamis (20/6/2019), saat menjadi pembicara dalam seminar dan kolakium bertajuk Perubahan Kurikulum Program Sarjana (S1) Akuntansi dan S1 Manajemen yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (Stie) AKA Semarang, di Hotel Grasia Semarang.

Hadir juga Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI (Jateng), Prof Dr DYP Sugiharto. Dia mengatakan, kondisi saat ini cukup memprihatinkan. Banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak nyambung dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) atau pangsa kerja. Padahal mutu lulusan perguruan tinggi (PT) seharusnya relevan dengan pangsa kerja. ”Ini indikasi kompetensi lulusan tidak atau belum relevan dengan DUDI,” jelasnya.

Dia sering menerima keluhan dari sejumlah perusahaan, yang mengatakan jika saat menerima sarjana, maka perusahaan harus melakukan training selama enam bulan sebelum mereka bekerja. Padahal, seharusnya lulusan PT sudah siap bekerja, namun kenyataannya tidak. ”Mungkin terlalu banyak teori yang diberikan dosennya saat kuliah,” katanya.

Menyikapi kondisi ini menurutnya, perguruan tinggi harus melakukan perubahan kurikulum yang mengikuti perkembangan dunia usaha dan dunia industri, ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Apalagi di era Revolusi Industri 4,0 perubahan kurikulum tersebut menjadi keharusan. Dengan kurikulum yang nyambung dengan DUDI, maka lulusan tidak gagap menghadapi pangsa kerja.

”Lulusan perguruan tingg baik itu PT Negeri atau PT Swasta, sama saja, saat memasuki dunia kerja, tergantung kompetensi lulusan. Oleh karena itu, PT harus bisa menyiapkan lulusan yang mampu masuk dalam DUDI,” jelasnya.

Hadir sejumlah nara sumber lain, diantaranya guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Unika Semarang Prof Dr Andreas Loko MM, mantan Rektor UKSW Salatiga Prof Dr Joi Ihalau S PhD dan Dr Tristiana Rijanti SH MM dari Ikatan Sarjana Eknonomi Indonesia. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here