Lulusan Politeknik Bumi Akpelni Diminati di Pangsa Kerja

Ketua Dewan Pembina Yayasan Wiyata Dharma, Politeknik Bumi Akpelni, Soenarto saat mewisuda lulusan. Foto: she
SEMARANG (Jatengdaily.com)– Sarjana kemaritiman diminati di pangsa kerja, baik skala nasional maupun internasional. Ini terbukti, dengan sedikitnya 50 persen lulusan wisuda ke 44, Program Studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (KPN), Politeknik Bumi Akpelni Semarang, sudah bekerja sebelum diwisuda.
Direktur Bumi Akpelni Semarang Cap Cahya Fajar Budi Hartanto MMar MSi mengatakan, hal ini terjadi, seiring dengan program pemerintah yang menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, maka membuka peluang kerja di bidang kemaritiman yang makin tinggi.
”Hal ini juga tentunya diimbangi dengan kualitas untuk siap berkompetisi dari lulusan kami. Kesiapan itu, tercermin untuk menjawab tantangan dunia kerja yang makin kompleks dan ketat,” jelasnya, Sabtu (14/9/2019), dalam Wisuda Perwira Remaja Pelayaran Niaga dan Dipola III Politeknik Bumi Akpelni, dalam wisuda ke 44 tahun 2019.
Adapun jumlah yang diwisuda adalah 214 taruna. Sedangkan sampai saat ini telah meluluskan sebanyak 7.208 lulusan. Adapun tema wisuda kali ini, Politeknik Bumi Akpelni Siap Bersinergi dalam Sistem Telekomunikasi Maritim untuk Meningkatkan Keselamatan Pelayaran.
Bekal yang diberikan itu agar siap berkompetisi menurutnya, adalah pendidikan maritim yang mengikuti perkembangan Iptek dan mengasah kemampuan soft skill, seperti berbahasa Inggris dan komunikasi. Juga unggul ilmu dan teknologi maritim, berstandar nasional dan internasional
Ketua Dewan Pembina Yayasan Wiyata Dharma Soenarto menjelaskan, Politeknik Bumi Akpelni tidak hanya mencetak lulusan yang punya pengetahuan dan ketrampilan tapi ikut mengikuti perubahan regulasi. Di era Revolusi Industri 4,0, sarjana kemaritiman juga harus mengikuti perkembangan Iptek.
Peningkatan mutu juga terus berusaha dicapai dengan mengikuti Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) sesuai Permenristekdikti No. 44 tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan Permenristekdikti No. 50 tahun 2018. SD-Dikti tersebut meliputi Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, serta kemudian ditambah Standar Penelitian dan Standar Pengabdian kepada Masyarakat.
Di satu sisi, kerja sama dengan sejumlah pihak juga dilakukan. Politeknik Bumi Akpelni pada tahun ini juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika setidaknya untuk dua hal.
”Yang pertama adalah untuk pelaksanaan ujian dan sertifikasi Operator Radio Umum (ORU) secara mandiri di kampus, yang sudah dapat dimulai pada bulan September 2019 ini. Yang kedua adalah untuk kerjasama dalam mendidik masyarakat khususnya masyarakat nelayan,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, selama ini Politeknik Bumi Akpelni berdampingan dan senantiasa berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat nelayan di beberapa wilayah. she