M Iriawan Nyalon Ketum PSSI, Janji Bawa Timnas ke Piala Dunia

Calon Ketum PSSI Komjen M Iriawan. Foto: zia

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Bursa calon ketua umum PSSI mulai bergeliat jelang pemilihan. Salah satu kandidat yang muncul adalah Komjen M Iriawan yang sudah bergerak melakukan perkenalan di daerah-daerah dan kepada insan sepakbola tanah air.

Setelah melakukan sosialisasi di Jawa Barat, mantan Kapolda Metro Jaya ini juga memperkenalkan kepada insan bola Jawa Tengah di Hotel Po Semarang, Jumat (5/7/2019) malam.

Hadir dalam sosialisasi ini beberapa pemilik klub di Jawa Tengah, Asprov PSSI Jateng, dan beberapa stakeholder.

” Saya cukup risau saat timnas kita di level Asean saja hanya peringkat empat. Padahal dulu sebelum merdeka kita itu sempat main di Piala Dunia, sekarang dengan Vietnam saja yang baru merangkak berdiri setelah dikoyak-koyak Amerika kita sulit menang,” kata M Iriawan, Jumat (5/7).

Lelaki yang akrab di panggil Iwan Bule ini mempunyai target dan harapan kelak jika terpilih memimpin orang nomor satu PSSI yaitu Indonesia bisa lolos Piala Dunia 2026 dan bisa juara di level Asean.

” Saya juga sudah siapkan program. Saat ini kita tidak punya database pemain, wasit, dan pelatih. Padahal itu penting,” jelas M Iriawan.

Iwan Bule menambahkan langkah awal adalah mengumpulkan data pemain di Indonesia. Kemudian mengumpulkan talenta muda hingga kemudian memberangkatkannya untuk belajar sepak bola ke Spanyol.

“Biayanya itu hanya sekitar Rp 35 juta per anak per bulan, uang dari mana? Kita manfaatkan CSR perusahaan-perusahaan pasti dikasih, asal pertanggungjawabannya jelas,” tambahnya.

Dia berharap dari segi kompetisi, tim peserta lebih sehat dengan format dan jadwal yang lebih tertata sejak musim sebelumnya.

“Kami kucurkan subsidi untuk tim liga 1 Rp 15 miliar, liga 2 Rp 5 miliar. Duit dari mana? Kita cari sponsor banyak yang mau,” tambahnya.

Dia menjelaskan dahulu sempat ada sponsor bank dari Qatar yang siap mengucurkan dana sekitar Rp 800 miliar ke liga. Kala itu liga akan bergulir dengan nama QnB League.

“Itu artinya apa? Sebenarnya banyak sponsor potensial yang masuk tinggal kita saja yang mengelolanya, Rp 15 miliar satu tim itu angka yang memungkinkan,”tutupnya. zia-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here