DEMAK (Jatengdaily.com) – Ratusan anggota dan kader badan otonom Nahdlatul Ulama Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Se-Kabupaten Demak, menggalakkan aksi penanaman mangrove di dukuh Gandong, Desa Surodadi Kecamatan Sayung. Aksi peduli lingkungan tersebut merupakan rangkaian acara dari Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Raya PMII yang dilaksanakan di dukuh Dombo, desa Banjarsari Sayung.
Penanaman pohon mangrove atau bakau yang dilakukan kader PMII Demak tersebut juga melibatkan warga dan pemuda desa Surodadi. Di samping anggota baru yang baru saja selesai mengikuti MAPABA di Desa Banjarsari Sayung.
“Kami sengaja mengusung tema Aktualisasi Peran Mahasiswa dalam tanggung jawab sosial sebagai sarana edukasi kepada sahabat-sahabat PMII bahwa mahasiswa tidak hanya mempunyai tanggung jawab intelektual dan ritual semata, namun juga mempunyai tanggung jawab sosial lingkungan,” kata Doni, selaku Panitia SC, Selasa (12/11/2019).
Kabupaten Demak adalah daerah yang sering menimbulkan banjir rob akibat naiknya permukaan air laut. Hal ini dikhawatirkan menjadi ancaman bagi warga karena kerap kali air laut masuk ke rumah-rumah warga yang berada di sekitaran pantai.
“Tujuannya kedepan kami berharap agar seluruh elemen pemerintah dan warga masyarakat peduli dan terus berinovasi dalam menjaga lingkungan serta mencegah adanya abrasi dan rob di Kabupaten Demak yang semakin parah,” imbuh Samsul, Ketua Komisariat Syekh Siti Jenar Demak.
Dari berbagai sumber yang dihimpun, tercatat adanya lahan seluas 798 hektar di Kabupaten Demak tergerus abrasi. Antara lain adalah Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung.
Menurut Ketua Cabang PMII Demak Habib Afifudin, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terhadap manfaat pohon mangrove akan terus dilakukan. Sebab banyak sekali manfaat pohon mangrove bagi warga pesisir. Tak hanya itu, pohon mangrove juga bisa menahan abrasi air laut, sekaligus digunakan sebagai pewarna alami batik.
Saat ini ancaman abrasi pantai di Demak makin meluas. Bencana rob terluas terjadi di Kecamatan Sayung dengan luasan mencapai 1.417 hektar, sedangkan kecamatan lainnya, seperti Bonang 5,5 hektar dan Wedung sekitar 155 hektar.
“Ke depan kami akan terus memantau perkembangan alam pesisir kabupaten Demak serta menjalin kerjasama dengan organisasi lingkungan Wetlands untuk pengembangan berbagai teknologi sederhana untuk menjaga lingkungan dari Abrasi,” imbuh Habib. rie-yds


